SuaraJakarta.id - Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta Fraksi PDI Perjuangan (PDIP) Hardiyanto Kenneth meminta Dishub DKI Jakarta mengatasi kondisi rawan kecelakaan di Flyover Pesing, Jakarta Barat. Khususnya terhadap pemotor.
"Dishub DKI Jakarta harus mengambil langkah tegas agar tak ada lagi kecelakaan terjadi di sana dan sampai sekarang saya perhatikan tidak ada penegakan hukum atau imbauan serta sosialisasi masif kepada pengguna kendaraan roda dua, meskipun sudah ada rambu larangan lalu lintas," ujar Kenneth, Senin (10/1/2022).
Kenneth melanjutkan Flyover Pesing ini terbilang kurang layak sehingga menyebabkan maraknya terjadi kecelakaan lalu lintas di situ. Ditambah tidak acuhnya para pemotor atas larangan melintas di situ.
"Sebenarnya Flyover Pesing itu hanya boleh dilintasi oleh mobil dan bus," katanya.
Ia menyebutkan, di sana sudah terpampang rambu larangan bagi kendaraan roda dua. Tapi pada kenyataannya para pesepeda motor tetap acuh dan tidak mengindahkan larangan tersebut.
Kent, sapaan akrab Kenneth, menyebut bahwa Flyover Pesing ini dijuluki sebagai jalur maut atau jalur tengkorak oleh sejumlah warga sekitar karena ketidaklayakannya yang sempit dan dipenuhi lubang hingga diameter 20 sentimeter lebih baik dari Kalideres ke Grogol ataupun sebaliknya, hingga kerap menyebabkan kecelakaan.
"Selain itu, pengendara yang melintas di sana bisa terpengaruh angin kencang dari samping dan bisa mengakibatkan kecelakaan, terlebih jika yang melintas sepeda motor," tutur Ketua IKAL (Ikatan Keluarga Alumni Lemhannas RI) PPRA Angkatan LXII itu.
Karenanya, Kent pun meminta kepada petugas Dishub DKI Jakarta bisa berkolaborasi dengan petugas kepolisian untuk bisa melakukan giat penjagaan secara rutin di Flyover Pesing agar pengendara roda dua tidak melintas, karena jalurnya rawan akan kecelakaan.
Selain itu lanjut dia, Dinas Bina Marga DKI Jakarta juga harus segera memperbaiki lubang-lubang di Flyover tersebut.
Baca Juga: Tabrak Pemotor hingga Jatuh dari Flyover Pesing, Pengemudi Nissan March Jadi Tersangka
"Dishub DKI bisa berkolaborasi dengan pihak Polda Metro Jaya untuk bisa memberikan sanksi yang tegas terhadap pengendara motor agar ke depannya ada efek jera," ucapnya.
Sebelumnya, seorang pengendara mobil berinisial AND menabrak pengendara motor berinisial ARS hingga terjun bebas dari atas Flyover Pesing, Jakbar.
Selain menabrak ARS, pengemudi mobil itu menabrak dua pengendara motor lainnya, pada Jumat 7 Januari 2022 sekira pukul 06.50 WIB.
Peristiwa nahas itu terjadi ketika mobil yang dikendarai oleh AND oleng ke kanan sehingga menabrak pembatas jalan hingga berganti jalur.
Tak cukup menabrak pembatas jalan, mobil yang dikendarai AND juga menabrak tiga motor sekaligus, akibatnya, salah satu pengendara terlempar ke bawah "Flyover" Pesing.
Akibat kecelakaan itu, pengemudi mobil Nissan March yang menabrak tiga pengendara motor di "Flyover" Pesing, ADN, ditetapkan sebagai tersangka, karena mengakibatkan korban yang ditabrak mengalami luka berat.
Berita Terkait
-
Flyover Latumenten Ditargetkan Beroperasi Januari 2027, Progres Sudah 83 Persen
-
Tak Cukup Cabut KJP, DPRD DKI Usul Bansos Seluruh Keluarga Pelaku Tawuran Disetop
-
DPRD DKI Siap Jadi Penengah, Nasib Pedagang Pasar Taman Puring Pascakebakaran Dicarikan Titik Temu
-
Dinkes DKI Klaim Kenaikan DBD Cuma Pola Musiman, DPRD: 1.314 Kasus Bukan Sekadar Statistik!
-
Pansus DPRD DKI Bongkar Potensi Kebocoran PAD Sektor Parkir Tembus Rp1,4 Triliun
Terpopuler
- OJK Respon Isu Dirut MNC Dicekal Usai Keterangan Kontroversial Jusuf Hamka
- 2 Sabun Cuci Muka Wardah Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas
- Sepasang Sepatu Nike dari Manhattan dan Cerita di Balik Sosok Jenderal Maruli Simanjuntak
- Ini 3 Pilihan Terbaik HP Snapdragon Termurah dengan Layar AMOLED
- Lagu Runaway Menggema di SUGBK, Jadi Penutup Konser Kanye West di Jakarta
Pilihan
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
-
Kebakaran Hutan di Toraja Utara Hanguskan Kuburan Leluhur
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
Terkini
-
Polda Metro Jaya Hentikan Penyelidikan Kasus Dugaan Penipuan Kripto Timothy Ronald
-
Kualitas Pendidikan Nasional Makin Kuat, Revitalisasi Sekolah dan Digitalisasi Terus Diperluas
-
Ada Potensi Kerugian Negara Rp104 Triliun, DPR Desak BPK Evaluasi WTP Kemenhut
-
Kampanye Indonesia Asri dan Universitas Indonesia Gagas Implementasi Circular Campus
-
Dirjen Bina Adwil: Dana Otsus Aceh Pasca-2027 Harus Berorientasi Hasil dan Kemandirian Fiskal