SuaraJakarta.id - Direktur Utama Perumda Pasar Niaga Kerta Raharja Kabupaten Tangerang, Syaefunnur Maszah mengklaim sudah mengetahui penyebar video dirinya 'pamer uang' yang viral di media sosial.
Namun begitu, Syaefunnur belum berencana mengambil langkah hukum terhadap penyebar videonya itu. Ia mengaku akan menunggu perkembangan dari kasusnya ini.
"Saya lihat perkembangannya. Tentu saya dizalimi, kita lihat nanti apakah itu harus dimaafkan, kita lihat perkembangannya," kata Syaefunnur kepada wartawan di Kota Tangerang, Rabu (2/2/2022).
Syaefunnur mengatakan, video itu sebenarnya ia hanya sebarkan ke teman-temannya dan hanya sebagai guyonan.
Dia pun menduga ada orang yang menginginkan jabatannya hingga menyebarkan video itu sampai viral di media sosial.
"Jabatan sebagus itu, enggak gampang loh," katanya.
Syaefunnur menambahkan, ada beberapa temannya yang menyarankan untuk mengambil langkah hukum. Namun ia masih mempertimbangkan hal itu.
"Saya sudah dapat (nama orang) yang nyebarkan. Tapi kan ada UU ITE pasal 27 atau 113 KUHP. Jadi kita lihat perkembangannya," pungkasnya.
Mundur dari Jabatan
Diberitakan sebelumnya, setelah viral di media sosial soal pamer uang, Syaefunnur Maszah memutuskan mundur dari jabatannya sebagai Direktur Utama Perumda (PD) Pasar Niaga Kerta Raharja Kabupaten Tangerang.
Baca Juga: Buntut Viral Pamer Uang, Dirut PD Pasar Kabupaten Tangerang Syaefunnur Maszah Mundur
"Saya diskusi dengan keluarga dan dengan segala pertimbangan saya mengajukan pengunduran diri kepada pak bupati, pak sekda dalam rangka untuk publik education," kata Syaefunnur kepada wartawan di Kota Tangerang, Rabu (2/2/2022).
Syaefunnur menjelaskan, video itu dibuat pada 15 September 2020. Ketika itu, ia berniat membuat video guyonan kepada rekan-rekannya untuk selalu berkerja jujur.
"Waktu TikTok tanggal 15 September 2020 itu terbuat, haqqul yakin bahwa itu saya semata (mengingatkan) 'awas ini duit itu panas 'haredang haredang' konteksnya itu," jelasnya.
Syaefunnur mengungkapkan bahwa konten video itu direkam oleh anaknya. Lalu ia sebarkan kepada teman-teman kerja atau bisnisnya.
"Kalau engga salah anak saya. Niatan canda bermakna, tapi orang yang dengar, 'Ini kok gagah amat' jadi multi tafsir," tuturnya.
Syaefunnur mengaku hanya menyebarkan video itu ke teman-temannya. Dirinya menduga ada yang mengunduh dan mengupload ke TikTok.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
FIFGROUP Raih Penghargaan CSR Nasional Berkat Program Berkelanjutan dan Berdampak
-
Mas Dhito Lepas 126 Siswa Boarding School Passing Grade Terbaik untuk Masuk Perguruan Tinggi
-
Spesifikasi dan Harga AirPods 4 Terbaru Evolusi TWS Open-Ear Terbaik Apple
-
Gemakan Menuju Indonesia Bangkrut, Mahasiswa Gelar Aksi di Bundaran HI
-
Pemuda Bayar Motor Rp12 Juta dengan Uang Palsu, Modusnya Terbongkar dalam Hitungan Menit