SuaraJakarta.id - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria angkat bicara soal tingkat kemacetan ibu kota yang turun hanya dua persen. Ia mengaku bersyukur dengan capaian ini.
Riza pun berharap turunnya tingkat kemacetan Jakarta bukan karena pandemi Covid-19. Pasalnya, sudah dua tahun ini ibu kota menerapkan pembatasan kegiatan masyarakat.
Jika bukan karena pandemi, Riza menilai turunnya indeks kemacetan terjadi karena keberhasilan pihaknya menjalankan program integrasi transportasi.
"Kalau kemacetan menurun mudah-mudahan bukan karena pandemi. Artinya kita berhasil mengintegrasikan transportasi publik di Jakarta," ujar Riza di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (11/2/2022).
Baca Juga: Wagub DKI Minta Revitalisasi Pasar Induk Kramat Jati Tak Ganggu Aktivitas Jual-beli
Tak hanya itu, Riza menilai masyarakat sudah semakin sadar untuk menggunakan transportasi umum. Hal ini disebutnya juga menjadi faktor menurunnya tingkat kemacetan.
"Itu artinya masyarakat sudah memahami betapa pentingnya kita berpindah dari kendaraan pribadi ke transportasi publik," pungkasnya.
Sebelumnya, tingkat kemacetan di Jakarta disebut telah mengalami penurunan. Bahkan, ibu kota saat ini menduduki peringkat 46 dari total 404 kota termacet di dunia.
Predikat ini diberikan oleh perusahaan perangkat GPS, Tomtom yang baru saja merilis merilis hasil survei kemacetan sejumlah kota di dunia per tahun 2021.
Data dari Tomtom traffic index, Jakarta disebut mengalami perbaikan kemacetan dari tahun sebelumnya, 2020.
Dilihat dari laman resminya, pemaparan data Tomtom Traffic Index menyebutkan saat ini Jakarta berada pada peringkat 46 dari total 404 kota pada tahun 2021. Pada tahun 2020, Jakarta berada pada peringkat 31 sebagai kota termacet di dunia.
Berita Terkait
-
Ahmad Riza Patria: Semoga Suara.com Terus Berjaya dan Mencerahkan Masyarakat
-
Dua Bulan Jalan, Wamen Desa Riza Patria Klaim MBG Berhasil: Sekarang 110 Negara Punya Program Sama
-
Resmi Jadi Wagub DKI, Tugas Berat Menanti Rano Karno, Lebih Berat dari Gubernur Banten
-
Pecah Rekor! Jakarta Naik Jadi Peringkat 7 Kota Termacet di Dunia
-
Tirai Baru Demokrasi: Ambang Batas Lenyap, Mahar Politik Merajalela
Tag
Terpopuler
- Kode Redeem FF SG2 Gurun Pasir yang Aktif, Langsung Klaim Sekarang Hadiahnya
- Jika Lolos Babak Keempat, Timnas Indonesia Tak Bisa Jadi Tuan Rumah
- Pemain Keturunan Indonesia Statusnya Berubah Jadi WNI, Miliki Prestasi Mentereng
- Pemain Keturunan Indonesia Bikin Malu Raksasa Liga Jepang, Bakal Dipanggil Kluivert?
- Menghitung Ranking FIFA Timnas Indonesia Jika Menang, Imbang, atau Kalah Melawan China
Pilihan
-
Ranking FIFA Terbaru: Timnas Indonesia Meroket, Malaysia Semakin Ketinggalan
-
Duel Kevin Diks vs Laurin Ulrich, Pemain Keturunan Indonesia di Bundesliga
-
Daftar Lengkap 180 Negara Perang Dagang Trump, Indonesia Kena Tarif 32 Persen
-
Detik-detik Jose Mourinho Remas Hidung Pelatih Galatasaray: Tito Vilanova Jilid II
-
Nilai Tukar Rupiah Terjun Bebas! Trump Beri 'Pukulan' Tarif 32 Persen ke Indonesia
Terkini
-
Pemprov DKI Ingatkan Pendatang Baru Tak Bisa Langsung Dapat Bansos, Harus Tinggal 10 Tahun Dulu
-
Jakarta Tak Sepi Lebaran Ini, Bang Doel Ungkap Hikmah Tak Terduga
-
Pramono Teken Pergub Syarat PPSU: Cukup Ijazah SD, Kontrak Kerja Tiap 3 Tahun
-
Baru Tempati Rumah Dinas, Pramono Curhat Jatuh dari Sepeda Sampai Pelipis Luka
-
Lebaran Pertama Pramono Sebagai Gubernur: Dari Istiqlal, Istana hingga Rumah Mega Tanpa Ganti Sepatu