Meski begitu, dirinya tetap merasakan sedih ketika melihat duka para keluarga dari jenazah Covid-19 yang dimakamkan. Pasalnya, jangankan untuk melihat wajah terakhir jenazah, mendoakannya saja harus berjarak.
"Kalau khawatir saat ini sudah nggak ada, sudah biasa. Tapi sedih kadang, kasihan, kadang kita melihat enggak tega juga sama keluarganya," ungkapnya.
Kini, Teguh bersyukur, lantaran jumlah jenazah Covid-19 yang dimakamkan di TPU Jombang berkurang. Meski Februari 2022 sempat meningkat lagi, tapi setidaknya tak separah pertengahan 2021 silam.
"Alhamdulillah saat ini sudah menurun lagi. Kita juga ada waktu buat istirahat. Apalagi sekarang jamnya dibatasi hanya sampai jam 9 malam. Jadi ada waktu buat istirahat dan waktu buat keluarga di rumah," pungkasnya.
Kontributor : Wivy Hikmatullah
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Bagaimana Cara Cek NIK Terindikasi Judol atau Tidak? Begini Langkah Mudahnya
- Buruh di Jogja Geruduk Kantor Gubernur DIY, Tantang Sultan Buktikan Keistimewaan untuk Pekerja
- KPK Ungkap Riwayat Tanah Kavling Pesantren Darul Istiqamah Maros, Minta Hak Warga Dituntaskan
- Cegah Papua Jadi 'Sudan Kedua', Pemerintah Diminta Tarik Pendekatan Militeristik dan Buka Dialog
- 5 Eye Cream Kemasan Jar untuk Bikin Area Mata Tampak Cerah dan Awet Muda
Pilihan
-
WNI 18 Tahun Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Ada Barbuk 25 Kg Sabu dan Heroin
-
Akhirnya Buka Suara Usai KPK Usut Korupsi di ATR/BPN, Ini Penjelasan Lengkap Nusron Wahid
-
Pria yang Tendang Perempuan di Senayan City Ditangkap Polisi!
-
Usut Dugaan Korupsi KSO Pertamina EP, Kejagung Geledah Kantor Setda hingga Bapenda Kota Bekasi
-
Mekkah Diserang Houthi, Kemlu Minta WNI Hati-hati di Arab Saudi
Terkini
-
Grace Natalie Soroti Perdebatan Kunjungan Jokowi ke Palue: Fokus pada Pemulihan Warga
-
RUU Profesi Kurator Resmi Masuk Pembahasan, DPR Ajak PERKAPI Rombak Aturan Kepailitan
-
2 Susu Kambing Etawa Populer, Mana yang Lebih Cocok untukmu?
-
BRI Perkuat Sinergi Pemerintah untuk Perluas Pembiayaan Perumahan Rakyat
-
Menteri Pertahanan Tinjau Isi Kapal Induk ITS Giuseppe Garibaldi, Wartawan Dilarang Masuk