SuaraJakarta.id - Jejen Sujana, mantan petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) melakukan aksi berjalan kaki belasan kilo dari kawasan Cakung, Jakarta Timur, demi bertemu Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Aksi itu sebagai bentuk protes karena dipecat sepihak.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan proses pemutusan kontrak kerja sudah sesuai mekanisme dan aturan.
"Ya semua itu ada mekanismenya, ada aturannya," ujar Wagub DKI di Balai Kota Jakarta, Jumat (4/3/2022).
Politisi Partai Gerindra itu menyebut, semua level pimpinan di jajaran Pemprov DKI Jakarta tak pernah mengambil keputusan secara sepihak.
"Pimpinan itu di semua level tidak pernah mengambil keputusan secara sepihak. Semua harus sesuai aturan dan ketentuan. Silakan ditanyakan ke unit tersebut dari kelurahan mana, itu semua ada aturannya," papar Wagub DKI.
Diketahui, Jejen berjalan kaki mulai pukul 07.00 WIB dari kediamannya di Rumah Susun Pinus Elok Penggilingan, Cakung, Jakarta Timur. Sambil mengenakan seragam PPSU, Jejen sendirian berjalan sampai ke Balai Kota DKI, kantor Anies.
Tak hanya berjalan kaki, Jejen juga membawa bendera Merah Putih dan alat peraga dari karton yang ia kalungkan di bagian leher.
Tulisan di alat peraga itu adalah, "Berkutat dengan sampah tapi jangan perlakukan kami seperti sampah! 4 tahun mengabdi kau campakan aku begitu saja. Apa salahku sehingga kau tega berbuat seperti itu? Kejam."
Baca Juga: Wagub DKI Khawatir Perang Rusia-Ukraina Berdampak pada Kenaikan Harga Gandum
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Salah Satu Bupati di Jambi Diduga Palsukan Akta Perusahaan Saat Jadi Notaris
-
Sambut World Ocean Day, Novotel Greater Jakarta Menggelar Ciliwung River Education & Cleanup
-
Swiss-Belresidences Kalibata Hadirkan Liburan Sekolah Lebih Ceria bersama SBEC Juniors
-
FIFGROUP Raih Penghargaan CSR Nasional Berkat Program Berkelanjutan dan Berdampak
-
Mas Dhito Lepas 126 Siswa Boarding School Passing Grade Terbaik untuk Masuk Perguruan Tinggi