"Kalau yang masang saya kurang tahu, karena saya lihatnya pas pulang kerja. Tapi setahu saya tidak ada gembar-gembor soal (pencalonan Luhut) itu di wilayah sini," ungkapnya.
Kekinian spanduk Luhut Capres 2026 itu telah dicopot. Yuda mengaku tidak tahu kapan spanduk tersebut dicopot.
"Kalau yang copotin spanduk biasanya Satpol PP, tapi kalau spanduk yang itu saya juga kurang tahu. Soalnya gak perhatiin banget," ucap Yuda.
Dikaitkan Penundaan Pemilu 2024
Sebelumnya, video yang memperlihatkan spanduk Luhut Capres 2026 itu langsung dibanjiri komentar warganet.
Sebagian besar dari mereka menganggap dengan beredarnya spanduk itu menandakan pemerintah disinyalir akan melakukan Penundaan Pemilu 2024 yang pelaksanaannya tinggal dua tahun lagi.
"Sudah tahu kan arahnya ke mana," tutur akun @syukasyuka**.
"Pantes dia pengen ada perpanjangan masa jabatan Presiden. Ternyata dia lagi nyiapin diri jadi capres," kata akun @arikarbe**.
Kontributor : Faqih Fathurrahman
Baca Juga: Kesaksian Warga soal Spanduk Luhut Capres 2026 di Rawamangun: Sudah Seminggu Terpasang
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- 3 Rekomendasi Helm Half Face Rp200 Ribuan yang Paling Dicari Bikers, Nyaman Buat Harian
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
- Defisit APBN 'Cuma' 0,91 Persen, Purbaya Khawatir Kementerian-Lembaga Minta Anggaran Tambahan
Pilihan
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
Terkini
-
5 Tahun Holding UMi, BRI Perkuat Pembiayaan dan Pemberdayaan Usaha Ultra Mikro
-
Dari Cirebon ke Taipei, Tati Purwanti Bawa Kuliner Lokal dan Tumbuh Bersama BRI
-
Wajah Baru Museum Kediri, Kini Jadi Pusat Layanan Budaya Terpadu
-
Raih Penghargaan IDX Channel 2026, BRImo Taiwan Jadi Solusi Keuangan Diaspora dan PMI
-
Kasus Dolar Singapura Palsu, Kuasa Hukum Ungkap Janji Imbalan 1.500 SGD Per Lembar