SuaraJakarta.id - Sebuah bus antarkota antarprovinsi (AKAP) di Terminal Pulo Gebang, Jakarta Timur, terbakar pada Rabu sekitar pukul 12.37 WIB.
Kepala Seksi (Kasi) Operasional Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Timur, Gatot Sulaeman mengatakan, belum mengetahui penyebab kebakaran bus itu.
"Keterangannya mesin mobil dalam keadaan mati, tiba-tiba terlihat asap dan api sudah membesar," kata Gatot, Rabu (6/4/2022).
Gatot menambahkan, badan bus AKAP berpelat B 7213 VGA yang sedang diparkir tersebut langsung dilahap api.
Dua unit mobil pompa dengan total 10 personel dikerahkan guna memadamkan amuk si jago merah.
Pemadaman pukul 12.38 dan selesai pukul 13.10 WIB. Gatot menjelaskan, untuk kerugian materi akibat kebakaran bus tersebut diperkirakan mencapai Rp 500 juta.
"Alhamdulillah tidak ada korban dan operasional Terminal Pulo Gebang tidak sampai terganggu akibat kejadian," ujar Gatot.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
Pilihan
-
Dari Aceh hingga Nusa Tenggara, Membaca Peta Ancaman Megathrust Indonesia
-
Kabar Buruk dari Italia: Jay Idzes Cedera 30-35 Hari Absen Bela Timnas Indonesia
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
Terkini
-
Tukar Sampah dengan Air Bersih, Program SULAP Bantu Kebutuhan Warga
-
Raisa, Nadin Amizah hingga Sal Priadi Siap Ramaikan Sunset di Pantai 2026
-
BRI Raih Penghargaan Industri Olahraga di Indonesia Sports Summit 2026
-
Siapkan Dana Pensiun Dengan BRI DPLK, Ada Bonus Saldo Rp81.000
-
5 Tahun Holding UMi, BRI Perkuat Pembiayaan dan Pemberdayaan Usaha Ultra Mikro