Scroll untuk membaca artikel
Erick Tanjung | Fakhri Fuadi Muflih
Kamis, 14 April 2022 | 18:03 WIB
Jakarta International Stadium (JIS) di Tanjung Priok, Jakarta. ANTARA/Muhammad Adimaja

SuaraJakarta.id - Ketua fraksi PSI DPRD DKI Jakarta Anggara Wicitra Sastroamidjojo menyayangkan tidak dihadirkannya klub sepak bola Persija Jakarta ke laga perdana di Jakarta International Stadium/JIS. Anggara menganggap Gubernur Anies Baswedan telah mengkhianati pendukung Persija, Jakmania.

Apalagi, kata Anggara, JIS dibangun dengan menggunakan APBD yang merupakan uang warga Jakarta. Seharusnya, Persija menjadi representasi dalam kompetisi International Youth Championship (IYC) sebagai bentuk penghargaan.

"Ini tidak bisa diterima, berdirinya (JIS) di atas tanah Jakarta, dibayar pakai uang pajak masyarakat Jakarta, tetapi tim kebanggaan Jakarta tidak diutamakan," ujar Anggara kepada wartawan, Kamis (14/4/2022).

Karena itu, Anggara meminta Anies segera mengukuhkan lebih dulu status JIS sebagai kandang dari Persija Jakarta. Apalagi, sudah sejak lama tim berjuluk Macan Kemayoran itu tak memiliki stadion kandang.

Baca Juga: Politisi PSI Sayangkan Laga Pertama di JIS Tanpa Persija Jakarta

Pasalnya, stadion Lebak Bulus yang merupakan kandang sebelumnya sudah menjadi depo kereta Moda Raya Terpadu (MRT). Stadion Utama Gelora Bung Karno atau SUGBK pun tidak selalu bisa dipakai sebagai tempat laga kandang.

"Jadi sudah sewajarnya saya pribadi sebagai salah satu fans fanatik Persija merasa marah ketika Persija tidak diprioritaskan di rumahnya sendiri," tuturnya.

Sebelumnya, kompetisi sepak bola International Youth Championship (IYC) 2021 akan bergulir di JIS pada 13-19 April 2022. Meski berlangsung di Jakarta, tim ibu kota Persija Jakarta justru tidak ikut.

Kondisi itu sempat menimbulkan pertanyaan. Kini, panitia IYC 2021 membeberkan alasannya ketika menghadiri konferensi pers di JIS, Selasa (12/4).

Seperti diketahui, IYC 2021 akan diikuti empat tim kelompok usia yakni Indonesia All Star U-20, Barcelona U-18, Atletico Madrid U-18 dan Bali United U-18.

Baca Juga: Tak Terima Pertandingan Perdana di JIS Tanpa Persija, PSI: Dibayar Pakai Duit Rakyat Tapi Tim Kebanggaan Tak Diutamakan

Klub yang disebut terakhir diajak menjadi peserta setelah Real Madrid U-18 berhalangan datang karena tengah menjalani sebuah turnamen di Spanyol.

Penunjukkan Bali United U-18 sempat menjadi perdebatan mengingat JIS berada di Jakarta yang memiliki tim tuan rumah. Apalagi, JIS digadang-gadang bakal menjadi home base Persija.

Chairman Pancoran Soccer Field Gede Widiade selaku penggagas acara pun angkat bicara. Dia menyebut pihaknya sudah mengajak Persija, tetapi tim yang bersangkutan tak dapat hadir.

Tim muda Persija Jakarta disebut kekurangan pemain karena sebagian penggawa mereka tengah menjalani pemusatan latihan nasional (Pelatnas) bersama timnas Indonesia U-19 di Korea Selatan dan U-23 di Jakarta.

Meski begitu, dalam skuad Indonesia All Star ada dua pemain Persija Jakarta yang akan ikut bertanding. Salah satunya adalah Salman Alfarid.

"Persija sudah kami minta. Persija yang bagus-bagus pemainnya ke Korea Selatan. Tapi, mereka berikan dua pemain terbaik di EPA (Elite Pro Academy)," kata Gede Widiade dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (12/4).

Selain itu, ada kriteria dari promotor acara untuk tim yang menggantikan Real Madrid. Paling tidak dia harus menjadi juara dalam turnamen, sehingga Bali United dianggap cocok.

"Bali United itu juara dua musim di Liga 1. Untuk Persija sampai hari ini menyertakan dua pemain yang dilihat bagus di EPA," pungkasnya.

Load More