SuaraJakarta.id - Ajang Formula E yang akan digelar pada 4 Juni 2022 mendatang disambut antusiasme warga Jakarta. Bahkan, mereka berharap balapan yang menggunakan kendaraan listrik tersebut bisa disiarkan secara langsung di layar kaca.
Antusiasme warga tergambar dari salah satu pengunjung Taman Impian Jaya Ancol Lia Hikmatussolihah (25). Ia mengaku sangat mengapresiasi hasil karya yang disajikan dalam bentuk Formula E.
"Kayak kita tuh mengapresiasi hasil karya mereka, mendukung juga, kan? Nah terus kalau misalnya terbuka untuk umum, agak enggak kondusif, apalagi mobil balap begitu, jadi lebih baik ya terbatas," kata Lia seperti dikutip Antara pada Kamis (26/5/2022).
Ia sendiri mengaku tidak masalah dengan kebijakan manajemen Ancol yang hanya membuka kunjungan khusus pemegang tiket Formula E pada 4 Juni mendatang. Hanya saja, ia berharap panitia bisa menyiarkan ajang balapan mobil listrik tersebut melalui televisi.
"Ya (enggak masalah), tapi kalau bisa sih live TV juga ya. Jadi yang di rumah bisa menonton juga. Keinginan nonton langsung ada, tapi enggak begitu suka dan begitu paham ya tentang mobil balap begitu," katanya.
Sementara pengunjung Ancol lainnya, Rifqi Ibnumasy mengatakan tidak masalah jika diharuskan membeli tiket masuk Ancol seharga Rp250.000 khusus pada hari penyelenggaraan Formula E.
"Menurut saya enggak masalah ya, kan Rp250 ribu itu bukan cuma buat nonton Formula E saja. Nanti kan bisa sambil naik roller coaster di Dufan, terus main seluncuran di Atlantis," ujar Rifqi.
Sebelumnya diberitakan, tiket Gelaran Formula E yang akan digelar 4 Juni 2022 mendatang di Sirkuit Jakarta International E-Prix Circuit (JIEC), Ancol, Jakarta Utara baru terjual 45 persen untuk kelas festival kategori 4. Kondisi tersebut berbeda dengan kelas VIP, VVIP, dan Deluxe Suite yang hanya menyisakan beberapa tiket saja.
Meski baru terjual 45 persen, Ketua Panitia Pelaksana Formula E Jakarta Ahmad Sahroni berharap menjelang Formula E digelar tiket yang masih ada bakal ludes terjual.
Baca Juga: Tiket Formula E Jakarta Paling Murah Dijual Rp250 Ribu, Baru Laku 45 Persen
"Jadi sekitar 45 persen kayaknya baru terjual, mungkin nanti pas hari-H itu di akhir pekan. Apalagi ada konser di sana, semoga semua terjual di sana," ujarnya kepada wartawan di Jakarta International Velodrome, Rawamangun, Jakarta Timur, Kamis (26/5/2022).
Tiket kelas festival kategori 4 dihargai Rp287.500 per orang. Namun untuk tiket dengan tempat duduk di dalam sirkuit sudah habis terjual.
"Nah itu, di kita ini yang mahal malah cepat habis. Yang murah malah enggak," ujar Sahroni.
Untuk diketahui, tiket untuk tempat duduk di dalam sirkuit terbagi dalam beberapa kelas, yaitu VIP, VVIP, dan Deluxe Suite.
Untuk Kelas VIP Segarra Suite 1C dijual seharga Rp3.450.000 per orang, kemudian Jimbaran Suite 1D Rp3.450.000 per orang, dan Ombak Laut Suite 1E Rp2.300.000 per orang.
Sedangkan untuk kelas VVIP Jakarta Deluxe Suite 1B dijual dengan harga Rp8.625.000 per orang. Kelas VVIP Jakarta Royal Suite 1A dijual seharga Rp11.500.000 per orang.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- 3 Rekomendasi Helm Half Face Rp200 Ribuan yang Paling Dicari Bikers, Nyaman Buat Harian
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
- Defisit APBN 'Cuma' 0,91 Persen, Purbaya Khawatir Kementerian-Lembaga Minta Anggaran Tambahan
Pilihan
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
-
Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
-
Ada Pelantikan di Istana Sore Ini, Pratikno Ngaku Dapat Undangan Mendadak
Terkini
-
5 Tahun Holding UMi, BRI Perkuat Pembiayaan dan Pemberdayaan Usaha Ultra Mikro
-
Dari Cirebon ke Taipei, Tati Purwanti Bawa Kuliner Lokal dan Tumbuh Bersama BRI
-
Wajah Baru Museum Kediri, Kini Jadi Pusat Layanan Budaya Terpadu
-
Raih Penghargaan IDX Channel 2026, BRImo Taiwan Jadi Solusi Keuangan Diaspora dan PMI
-
Kasus Dolar Singapura Palsu, Kuasa Hukum Ungkap Janji Imbalan 1.500 SGD Per Lembar