SuaraJakarta.id - Sejumlah tuntutan dibawa massa buruh dari organisasi Federasi Perjuangan Buruh Indonesia (FPBI) saat melakukan aksi unjuk rasa di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, Sabtu (28/5/2022).
Setidaknya ada 12 tuntutan yang dibawa massa FPBI. Aksi tersebut dilakukan dalam momentum peringatan Hari Buruh International atau May Day 2022.
Berikut ini 12 tuntutan buruh FPBI dalam aksi di Patung Kuda:
- Cabut Undang-Undang Cipta Kerja nomor 11 tahun 2020 karena inkonstitusional.
- Cabut Undang-Undang Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan hasil revisi.
- Tolak dwifungsi TNI-Polri dalam jabatan sipil.
- Berikan akses partisipasi publik seluas-luasnya dalam rencana revisi Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional.
- Hentikan kriminalisasi gerakan rakyat dan bebaskan pelanggaran HAM.
- Turunkan harga BBM, minyak goreng, listrik, dan lain-lain.
- Tangkap, adili, dan penjarakan seluruh pelaku koruptor.
- Tolak revisi Undang-Undang Nomor 21 tahun 2000 tentang serikat pekerja.
- Jalanlan upah layak nasional.
- Wujudkan perlindungan buruh.
- Berikan jaminan sosial atas pendidikan, kesehatan, rumah, fasilitas publik dan lain-lain.
- Berlakukan 6 jam kerja dalam sehari.
Ketua FPBI Herman Abdulrohman dalam orasinya menyampaikan, kondisi Indonesia saat ini sudah dibajak oleh oligarki. Tidak hanya itu, negara telah menjadi kepanjangan tangan dari kepentingan korporasi.
"Begitupun partai politik elit borjuasi yang hari ini bagian dari perampok rakyat. Mereka berlomba-lomba mengatasnamakan nasib rakyat dan menjual rakyat untuk memperkaya diri dan golongannya," kata dia dalam orasinya dari atas mobil komando.
Atas sejumlah permasalahan tersebut, Herman berpendapat bahwa rakyat harus bersatu dan membangun kekuatan politik yang progresif. Sebab, perjuangan rakyat harus terus digelorakan.
"Perlawanan harus terus dikobarkan. Api semangat harus tetap dihidupkan dan perjuangan harus kita menangkan di pabrik, di desa, di pantai, di kampus, di kota, hingga nasional," ucap Herman.
Terkait aksi buruh tersebut, kepolisian melalukuan pengamanan dengan memasang kawat berduri di Jalan Medan Merdeka Barat.
Atas hal itu, arus lalu lintas menuju Istana ditutup. Sedangkan arah sebaliknya terpantau ramai lancar.
Baca Juga: Gelar Aksi di Patung Kuda, Massa Buruh: Api Semangat Harus Tetap Dihidupkan
Tidak hanya itu, tepat di bawah jembatan penyeberangan orang (JPO) di Patung Kuda juga dipasang kawat berduri dan garis polisi. Pemasangan kawat berduri dilakukan guna mencegah peserta aksi naik ke atas jembatan.
Aksi berlangsung pada pukul 13.00 WIB. Hingga pada pukul 16.00 WIB, massa buruh membubarkan diri sehingga akses jalan telah dibuka oleh aparat kepolisian.
Berita Terkait
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Ramai Tren Downgrade Lifestyle, Desainer Pilih Bedakan Produk Retail dan Wastra
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
TEI 2026 Perkuat Ekspor, Ketahanan Energi, dan Ketahanan Pangan Melalui Sinergi dengan BPDP
-
BWH Hotels Satukan Portofolio Global WorldHotels, Hadirkan Pengalaman Menginap Khas di Indonesia
-
BRI Permudah Persetujuan Transaksi Bisnis Kapan Saja Lewat Qlola Mobile
-
BRI Kartu Kredit & Kartu BRI Debit Promo Spesial Sumpah Pemuda, Ada Cashback & Diskon Belanja Hemat
-
Belajar Geologi Tak Cukup dari Buku, Mahasiswa UGM Bedah Sampel Batuan Proyek Huu