SuaraJakarta.id - Polres Metro Jakarta Timur menenetapkan MS (19), mahasiswi pembuang bayi di tepi Kali Ciliwung, Kampung Melayu, Jakarta Timur, sebagai tersangka.
Kekinian, MS telah resmi ditahan atas kasusnya itu. Namun MS masih mendapat perawatan di RS Polri Kramat Jati.
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Timur AKBP Ahsanul Muqaffi mengatakan, MS sebelumnya dirawat di RSCM.
"Sudah kita periksa. Setelah dilakukan penangkapan, kita lakukan penahanan. Kita bawa ke rumah sakit," ujar Ahsanul.
Atas perbuatannya, MS disangkakan dengan Pasal 306 dan atau 308 KUHP, serta Pasal 80 ayat 2 dan ayat 4 terkait perlindungan anak.
Diberitakan sebelumnya, warga RT 01/03 Kampung Melayu, Jakarta Timur, digegerkan dengan penemuan bayi perempuan di bantaran Kali Ciliwung. Peristiwa itu viral di media sosial.
Dalam rekaman video amatir, terlihat bayi malang tersebut berada di dalam kantong plastik berwarna hitam.
Fathullah (42), Ketua RT 01/03 Kampung Melayu mengatakan, penemuan bayi malang ini pada Rabu (1/6/2022) dinihari sekitar pukul 02.00 WIB.
Saat itu, kata Fathullah, bayi perempuan tersebut ditemukan oleh pencari ikan sapu-sapu yang sedang melintas.
Baca Juga: Tawuran 2 Kelompok Pemuda Pecah di Flyover Kampung Melayu, Polisi Tangkap 2 Orang Pembawa Sajam
Fathullah menceritakan, melihat ada plastik yang bergerak dan mengeluarkan suara tangis lalu, pencari ikan sapu-sapu itu kemudian menghampirinya.
"Yang temuin awal itu, ada orang yang biasa nyari ikan sapu-sapu di pinggiran kali. Ada kantong kresek gerak-gerak awalnya dikira kucing," kata Fathullah saat ditemui di sekitar lokasi, Kamis (2/6/2022).
Begitu ia dekati ternyata plastik tersebut samar-samar terdengar suara tangis. Saat dibuka ia pun terkejut dengan adanya sosok bayi perempuan tersebut.
Fathullah juga menuturkan, bayi malang ini sempat dilarikan ke Puskesmas terdekat. Namun pihak Puskesmas sempat menolak.
Kemudian bersama petugas kepolisian bayi tersebut langsung dibawa ke RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, guna mendapatkan perawatan medis.
"Sebelum dibawa ke rumah sakit, sempat dulu dibawa ke Puskesmas Balimester tapi gak terima. Alasannya saya kurang paham. Terus langsung ke RS Polri," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Hadapi Polusi yang Makin Kompleks, Aturan Kualitas Udara Jakarta Bakal Direvisi
-
BRI Consumer Expo 2026 Goes to PIK2: Banyak Promo Menarik untuk Pembelian Rumah dan Mobil Baru
-
Mas Dhito Kembali Salurkan 216 Bantuan Pertanian Bagi Petani Guna Dukung Peningkatan Produksi
-
Teknologi AI Wearable Makin Berkembang, Rokid Hadir di DTI-CX 2026
-
5 Penyebab Masih Takut Speaking Meski Sudah Lama Belajar