SuaraJakarta.id - Hujan lebat mengakibatkan sejumlah wilayah di Jakarta Barat terendam banjir, Rabu (13/7/2022). Salah satunya ruas Jalan Patra Raya, Duri Kepa, Kebon Jeruk yang digenangi air sekitar 30 cm.
Sejumlah warga yang hendak melintas di Jalan Patra Raya, Duri Kepa tak bisa melintas. Salah seorang warga, Susanto (44) mengaku bingung lantaran rutenya pulang terendam banjir. Warga Ciledug itu mengaku setiap hari melintasi jalan itu.
“Biasanya kalau di sini banjir, di sana deket kelurahan lebih parah. Soalnya kalau di sini gak banjir di sana banjir,” katanya di lokasi.
Susanto terpaksa mencari jalan alternatif lain, meski jalannya memutar dan jarak tempuhnya lebih jauh. “Paling muter lewat Joglo,” ungkapnya.
Pantauan Suara.com di lokasi, banjir di Jalan Patra Raya sekira 30 cm. Banjir terjadi lantaran curah hujan yang cukup deras sejak sore.
Belasan motor juga terpantau mogok lantaran nekat melintasi banjir. Mereka yang mogok rata-rata sepeda motor jenis skuter matic.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- 3 Rekomendasi Helm Half Face Rp200 Ribuan yang Paling Dicari Bikers, Nyaman Buat Harian
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
- Defisit APBN 'Cuma' 0,91 Persen, Purbaya Khawatir Kementerian-Lembaga Minta Anggaran Tambahan
Pilihan
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
Terkini
-
5 Tahun Holding UMi, BRI Perkuat Pembiayaan dan Pemberdayaan Usaha Ultra Mikro
-
Dari Cirebon ke Taipei, Tati Purwanti Bawa Kuliner Lokal dan Tumbuh Bersama BRI
-
Wajah Baru Museum Kediri, Kini Jadi Pusat Layanan Budaya Terpadu
-
Raih Penghargaan IDX Channel 2026, BRImo Taiwan Jadi Solusi Keuangan Diaspora dan PMI
-
Kasus Dolar Singapura Palsu, Kuasa Hukum Ungkap Janji Imbalan 1.500 SGD Per Lembar