Chandra Iswinarno
Senin, 08 Agustus 2022 | 12:25 WIB
Ilustrasi penganiayaan santri. [Antara]

SuaraJakarta.id - Kabar miris datang dari Pondok Pesantren (Ponpes) Dasar El Qolam di Kecamatan Jayanti, Kabupaten Tangerang, Banten. Seorang santri yang masih berusia 15 tahun berinisial BD meninggal dunia pada Minggu (7/8/2022).

BD diduga tewas karena dianiaya sesama santri.

"Jadi berdasarkan informasi yang kami terima sore kemarin, sekitar pukul 17.00 WIB bahwa pihak RSUD Balaraja, menerima korban meninggal dunia diantar oleh guru dan pengasuh pondok," kata Kapolsek Cisoka AKP Nur Rokhman di Tangerang pada Senin (8/8/2022).

Informasi meninggalnya BD berasal dari laporan rumah sakit daerah setempat yang menyampaikan adanya seorang santri yang meninggal.

Santri tersebut diantar pengasuh Ponpes Dasar El Qolam.

"Lalu polisi mendatangi RSUD Balaraja, dan melakukan penyelidikan," katanya.

Dari hasil penyelidikan awal didapat dari keterangan dan guru ponpes, korban meninggal dunia akibat perkelahian sesama santri.

"Berdasarkan keterangan guru dan pengasuh yang mengantar, korban meninggal diduga karena berkelahi sesama santri," ujarnya.

Setelah berkelahi, santri asal Tanjung Burung, Teluknaga dilaporkan tidak sadarkan diri ke pengasuh pesantren.

Baca Juga: Menparekraf Ajak Santri di Bondowoso Go Digital

Laporan tersebut disampaikan sekitar pukul 13.30 WIB oleh teman satu kamar BD. Kemudian, pengasuh ponpes langsung membawanya ke salah satu klinik terdekat.

"Kemudian oleh saksi IS, mengecek ke kamar santri dan setelah di cek benar anak BD sudah tidak sadarkan diri, dan dibawa langsung oleh pengasuhnya ke klinik Gita Farma," tuturnya.

Setelah diperiksa di klinik, BD sudah dalam keadaan meninggal dunia. Mengetahui hal tersebut, pengasuh ponpes membawanya ke RSUD Balaraja untuk memastikan lebih lanjut mengenai kondisi korban.

"Pengasuh Ponpes langsung membawa korban ke RSUD Balaraja," katanya.

Kekinian, pihak kepolisian masih mendalami keterangan saksi-saksi dan hasil pemeriksaan medis terhadap tewasnya santri Pondok Pesantren modern Dasar El Qolam, Tangerang tersebut.

"Kami sudah menghimpun satu saksi, dan kita sudah mendapat saksi enam orang," katanya. (Antara)

Load More