Rizki Nurmansyah
Jum'at, 09 September 2022 | 20:16 WIB
Pimpinan Pondok Modern Gontor 1 Pusat Ponorogo, Jawa Timur KH M. Akrim Mariyat (tengah) beserta rombongan bertakziah ke makam almarhum santri mereka, AM (17) di TPU Sei Selayur, Kalidoni, Palelmbang, Sumatera Selatan, Jumat (9/9/2022). [ANTARA/M Riezko Bima Elko P]

SuaraJakarta.id - Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor 1 Pusat, Ponorogo, Jawa Timur, bertakziah ke makam almarhum santri mereka, AM (17), di Tempat Pemakaman Umum Sei Selayur, Kalidoni, Palelmbang, Sumatera Selatan, Jumat (9/9/2022). Diketahui, AM tewas dianiaya kakak kelas.

"Dari Ponorogo ke Palembang ini pokok agendanya adalah bertakziah bersama, karena AM ini adalah alumni kami, dan murid kami, keluarga kami," kata salah satu Pimpinan Pondok Modern Gontor 1 Pusat Ponorogo, KH M. Akrim Mariyat kepada wartawan.

Menurut dia, selain bertakziah ke makam, para pimpinan Pondok Gontor juga melangsungkan tahlilan atau doa bersama di rumah orang tua almarhum, Siti Soimah, yang berlokasi tidak jauh dari tempat pemakaman.

"Bersama keluarga ananda AM sebagai sesama umat Muslim kita diwajibkan membina silaturahim, sampai besok kami akan kembali lagi ke Ponorogo," kata dia yang turut didampingi ustadz dari Masjid Agung Sultan Mahmud Badaruddin I Jayo Wikromo Palembang.

Akrim dan rombongan lainnya memastikan, pada kunjungan tersebut bukan membahas urusan terkait peristiwa hukum terhadap almarhum siswa kelas 5i Pondok Modern Darussalam Gontor, Ponorogo.

Namun, melainkan benar-benar untuk bersilaturahmi dan memunajadkan doa memohon yang terbaik untuk almarhum beserta keluarga sebagaimana yang telah diagendakan.

Sebab, kata dia, sebagaimana kepercayaan umat Muslim melalui doa bersama dapat semakin mendekatkan almarhum untuk diterima di sisi Allah SWT.

Autopsi tim forensik jenazah Albar Mahdi santri Pondok Gontor [Foto: ANTARA]

"Untuk bertakziah memunajadkan doa, kami sangat percaya anak yang sedang belajar kemudian meninggal dunia itu sama dengan mati sahid. (Untuk peristiwa hukumnya) itu bukanlah tujuan kami karena ada juru bicara yang menanganinya," ujarnya.

Bongkar Kekejian di Ponpes Gontor

Baca Juga: Santrinya Tewas Dianiaya Senior, Pimpinan Gontor Takziah ke Makam AM: Dia Mati Syahid

Kasus kematian AM, santri tewas dianiaya kakak kelas, turut menyita perhatian salah satu mantan santri Gontor. Ia membongkar bagaimana kejinya perlakuan di sekolah pendidikan agama tersebut.

Cerita tersebut dibeberkan oleh akun Twitter @FadhilFirdausi dalam sebuah utas. Awalnya ia me-retweet salah satu akun yang mengunggah sebuah artikel soal alasan kenapa Gontor tidak membawa pelaku ke ranah hukum.

"Waktu mondok di sini semua santri didoktrin kayak gini: 'Sesuatu yang tidak membuatmu mati akan membuatmu semakin kuat'."

"Haha gila gak tuh batasnya mati. Dan sekarang pas udah ada yang mati tanggung jawabnya gak ada bahkan ditutup tutupi," cuitnya.

Cuitan mantan santri di Ponpes Gontor membongkar kekerasan di Ponpes Gontor. [Twitter @FadhilFirdausi]

Ia lantas menceritakan pengalamannya saat menjadi santri di Ponpes Gontor.

"Aku inget banget pas pertama kali nyampe di sana sebagai calon santri, langsung kerasa ketidakmanusiawiannya. Itu masih calon santri, yang masih dikalem-kalemin," ujarnya.

Load More