SuaraJakarta.id - Massa sopir taksi online se-Jabodetabek memadati depan kantor Gojek di kawasan Pasaraya Blok M, Jakarta Selatan, Senin (12/9/2022). Mereka menuntut kenaikan tarif imbas harga BBM naik.
Massa mulai berkumpul sekitar pukul 12.45 WIB. Terlihat ada 11 orang yang menaiki mobil komando menyampaikan orasi. Mereka dikelilingi oleh ratusan massa pendukung.
Adapun tuntutan massa yang diketuai oleh Apih Edi ini adalah menuntut penyesuaian tarif taksi online (taksol) imbas kenaikan harga BBM.
Puluhan polisi membuat barikade dan memasang pembatas jalan berwarna oranye untuk menghalangi massa masuk ke dalam kantor pusat Gojek.
Pukul 13.33 WIB, para orator mengeluarkan sejumlah asap berwarna merah (smoke bomb) dalam aksi tersebut.
Sementara itu, arus lalu lintas di sekitar kawasan Blok M lancar dan tidak ada kemacetan.
Namun di bawah flyover para sopir taksi online memarkirkan sejumlah mobilnya.
Sejumlah bus TransJakarta terlihat bebas keluar masuk dari Terminal Blok M menuju akses jalan raya.
Hingga pukul 14.10 WIB, massa masih bersemangat berunjuk rasa di bawah derasnya hujan dan polisi tetap berjaga menghalangi massa masuk ke dalam pusat perbelanjaan kawasan Blok M tersebut.
Baca Juga: Pemerintah Resmi Naikkan Tarif Ojek Online
Sebelumnya, Polsek Kebayoran Baru menyiagakan 100 personel untuk antisipasi demo sopir taksi online.
"Kami menyiapkan 100 personel untuk rencana demo ojol nanti," kata Kapolsek Kebayoran Baru Kompol Donni Bagus W.
Berita Terkait
-
Gojek Luncurkan Fitur Jalan Jajan di Aplikasi, Permudah Wisata dan Kuliner Saat Libur Sekolah 2026
-
Kisah di Balik Angka 8%: Saat Suara Driver Ojol Akhirnya Didengar Istana
-
Driver Sambut Potongan Komisi Ojol 8 Persen, Berharap Tak Muncul Biaya Baru yang Kurangi Pendapatan
-
Komisi Ojol Turun Jadi 8 Persen, Suara Pengguna: Tarif Jangan Naik!
-
Komisi Ojol Turun Jadi 8 Persen, Gojek dan Grab Terapkan Kebijakan Baru Mulai 1 Juli 2026
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Salah Satu Bupati di Jambi Diduga Palsukan Akta Perusahaan Saat Jadi Notaris
-
Sambut World Ocean Day, Novotel Greater Jakarta Menggelar Ciliwung River Education & Cleanup
-
Swiss-Belresidences Kalibata Hadirkan Liburan Sekolah Lebih Ceria bersama SBEC Juniors
-
FIFGROUP Raih Penghargaan CSR Nasional Berkat Program Berkelanjutan dan Berdampak
-
Mas Dhito Lepas 126 Siswa Boarding School Passing Grade Terbaik untuk Masuk Perguruan Tinggi