SuaraJakarta.id - Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKS DKI Jakarta mengaku belum mau bicara banyak mengenai dukungan terhadap Gubernur Anies Baswedan untuk menjadi Calon Presiden dalam Pemilu 2024 mendatang. PKS DKI mengaku masih menunggu keputusan dari Majelis Syuro PKS.
Ketua Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta, Achmad Yani mengatakan pihaknya tak mau mengambil sikap mendahului Majelis Syuro. Ia menyatakan akan menunggu sampai ada keputusan lebih lanjut mengenai dukungan terhadap Anies itu.
"Mengenai masalah pencalonan presiden di PKS itu kewenangannya ada di Majelis Syuro. Jadi dari Majelis Syuro yang kita tahu memang belum menetapkan calon siapa Calon Presidennya," ujar Yani kepada wartawan, Rabu (21/9/2022).
Yani juga menyebut PKS DKI sampai saat ini masih belum menyinggung soal dukungan terhadap Anies untuk Pilpres mendatang. Pihaknya lebih memilih untuk fokus mengantarkan Anies sampai akhir masa jabatannya yang akan habis pada 16 Oktober mendatang.
PKS sendiri diketahui memang merupakan partai pengusung Anies dalam Pilkada 2017 bersama Gerindra.
Yani menyatakan pihaknya di legislatif ibu kota masih sepenuhnya mendukung Anies dalam menjalankan roda pemerintahan daerah Jakarta.
"Kami kan sebagai pengusung pak Anies ya, kami ingin mengantarkan pak Anies sampai selesai dia masa tugasnya di DKI. Adapun selanjutnya kita serahkan pada pimpinan tingkat pusat," tuturnya.
Mengenai dukungan untuk kandidat Capres, Yani menyebut PKS DKI akan melakukan pengumpulan aspirasi. Jika memang masyarakat dan kader PKS di segala lapisan menginginkan Anies maju, maka pihaknya akan memberikan dukungan.
Baca Juga: Pengamat: Tak Ada Pilihan Lagi, NasDem Harus Kunci Demokrat dan PKS
"Kami memandang ya pertama ya tentang suara dari masyrakat, dukungan dari masyarakat. Ya sifatnya adalah kami menyampaikan bagaimana keinginan dari masyarakat, dari calon-calon Presiden yang ada," pungkasnya.
Sebelumnya, Anies menyatakan siap menjadi Capres dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 mendatang. Namun, Anies menyatakan masih menunggu ada partai politik yang mengusungnya.
Berita Terkait
-
Pengamat: Tak Ada Pilihan Lagi, NasDem Harus Kunci Demokrat dan PKS
-
Pastikan Jakarta Jadi Bagian dari Perbaikan Iklim Dunia, Anies: Ini Bukan Sekadar soal Kompetisi, Tapi...
-
Diisukan akan Diendorse untuk 2024, Gerindra Soal Hubungan Jokowi-Prabowo: Cuma Hubungan Antara Presiden dan Pembantunya
-
Presiden Jokowi Sebut Banyak Kriteria yang Harus Dipenuhi Calon Penjabat Gubernur DKI Jakarta
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
Pilihan
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
Terkini
-
5 Tahun Holding UMi, BRI Perkuat Pembiayaan dan Pemberdayaan Usaha Ultra Mikro
-
Dari Cirebon ke Taipei, Tati Purwanti Bawa Kuliner Lokal dan Tumbuh Bersama BRI
-
Wajah Baru Museum Kediri, Kini Jadi Pusat Layanan Budaya Terpadu
-
Raih Penghargaan IDX Channel 2026, BRImo Taiwan Jadi Solusi Keuangan Diaspora dan PMI
-
Kasus Dolar Singapura Palsu, Kuasa Hukum Ungkap Janji Imbalan 1.500 SGD Per Lembar