SuaraJakarta.id - PT Pos Indonesia (Persero) diberi target pemerintah untuk menyalurkan BLT BBM selama dua minggu di seluruh Indonesia. Hingga saat ini per hari Rabu (21/9/2022), BLT BBM telah disalurkan kepada 18.287.755 keluarga penerima manfaat (KPM) dari total 20,21 juta KPM.
"Alhamdulillah belum mencapai dua minggu, penyaluran telah mencapai 78,44 persen dari total 20,65 juta KPM. Penyaluran ini menuai apresiasi karena sistemnya baik, langsung dirasakan oleh masyarakat, dan membantu meningkatkan daya beli," kata Plt Direktur Bisnis, Jaringan dan Layanan Keuangan PT Pos Indonesia (Persero), Tonggo Marbun, di Bandung, Sabtu (17/9/2022).
Untuk mengejar sisa target penyaluran, saat ini Pos Indonesia fokus pada penyaluran di daerah 3T (tertinggal, terdepan, terpencil). Bukan hal mudah tentunya, sebab petugas juru bayar Pos menghadapi medan topografi dalam konteks geografis, dan tentu faktor alam yang bisa mengancam keselamatan.
"Kami sudah mulai penyaluran di daerah 3T. Penyaluran di sana bergantung pada cuaca, juga ada yang menggunakan dua moda transportasi darat dan air (sungai/laut). Begitu ada perubahan cuaca, mereka mengubah jadwal, berkoordinasi dengan pemda setempat," kata Tonggo.
Dalam menyalurkan BLT BBM di daerah 3T, Pos Indonesia menerjunkan tim khusus. Mengingat harus berhadapan dengan medan yang berat dan menantang, petugas juru bayar tentu mengalami suka dan duka.
"Kami menggunakan tim khusus karena berkaitan dengan daya tahan. Ada tim yang kehabisan bekal, mereka menahan lapar dan dahaga dalam waktu cukup lama. Luar biasa teman-teman pejuang bansos mengantarkan ke KPM di daerah 3T. Syukur, teman-teman bersemangat karena begitu melihat wajah penuh syukur KPM yang menerima bantuan, mereka ikut senang," tutur Tonggo.
Salah satu daerah 3T yang cukup menantang yaitu wilayah Papua. Lantaran kondisi topografi yang terdiri atas lereng, lembah, daratan, dan gunung, penyaluran BLT BBM di Papua memerlukan penanganan tersendiri.
"Telah dilakukan mapping atau identifikasi data lokasi tempat tinggal KPM, kemudian mengumpulkan KPM di titik dekat lokasi. Hal itu efektif di penyaluran 2-3 hari lalu. Kami sempat menyelesaikan penyaluran untuk 2,9 juta KPM dalam sehari. Hal itu sangat positif di progress kita. Sekarang sisa yang 21 persen. Beberapa kabupaten di Papua, Papua Barat, dan provinsi yang masuk kategori 3T, penyaluran tidak bisa dilakukan di kantor pos maupun komunitas," katanya.
Lebih lanjut Tonggo menegaskan Pos Indonesia memegang teguh komitmen menyalurkan BLT BBM tepat waktu dan tepat sasaran.
Baca Juga: Warga Karawang Terdampak Harga BBM Naik Bakal Dapat Bantuan Dari Pemkab, Ini Penjelasan Dinas Sosial
"Kami memastikan penyaluran secepatnya agar KPM bisa segera menerima manfaatnya dan meningkatkan daya beli," ucapnya.
Pos Indonesia juga terus mengedukasi para penerima BLT BBM bahwa uang yang diberikan tanpa potongan sepeser pun. Termasuk menginformasikan BLT BBM tidak diperuntukkan membeli rokok, minuman keras, maupun pulsa.
"Dalam setiap penyaluran kami membuat spanduk bertuliskan 'Penyaluran BLT BBM tidak ada potongan dan tidak ada kewajiban membeli di sana.' Kami sosialisasikan kepada KPM bahwa bantuan yang diberikan ini adalah untuk membantu kehidupan, serta larangan penggunaan untuk membeli rokok, minuman keras, pulsa. Pos Indonesia juga membantu saat penyaluran di kantor pos dan titik komunitas, kami melibatkan aparat setempat untuk memastikan tidak ada oknum yang berjualan di lokasi penyaluran dan mengarahkan KPM membeli sembako di situ," katanya.
Salah satu penerima BLT BBM yaitu Sriani. Ia merasa bersyukur dengan adanya bantuan dari pemerintah di tengah kenaikan harga BBM.
Warga Desa Pekuncen Kecamatan Panggungrejo Pasuruan, Jawa Timur, ini hanya bisa berbaring di tempat tidur akibat sakit yang dideritanya. Wanita 85 tahun ini hidup sebatang kara setelah sang suami meninggal 10 tahun silam. Untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, ia mengandalkan bantuan dan pemberian tetangga.
Pos Indonesia hadir untuk mengantarkan langsung BLT BBM dan bansos sembako sejumlah Rp500 ribu ke rumah wanita yang akrab di sapa Mbah Sri ini. Tampak raut bahagia dan terharu terpancar dari wajahnya.
Berita Terkait
-
Jokowi Minta Timnas Sepak Bola Amputasi Indonesia Main Lepas di Piala Dunia
-
Rekam Jejak Annisa Pohan, Istri AHY yang Klaim Gaji PNS Era SBY Naik 9 Kali Lipat
-
Pengamat: Jokowi Jangan Dilihat Sebagai Sosok yang Tak Bisa Digantikan
-
Yenny Wahid Temui Jokowi di Istana, Laporkan Kesiapan Kejuaraan Dunia Panjat Tebing di Jakarta
-
Hacker Putih Ungkap Siapa Bjorka, Ambisi Olah Big Data dengan Budget Miliaran
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Rekomendasi Sepatu Jalan Kaki dengan Sol Karet Anti Slip Terbaik, Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas di Bawah 60 Juta, Pilihan Terbaik per Januari 2026
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
Pilihan
-
Sita Si Buruh Belia: Upah Minim dan Harapan yang Dijahit Perlahan
-
Investor Besar Tak Ada Jaminan, Pinjol Milik Grup Astra Resmi Gulung Tikar
-
5 HP Infinix Memori 256 GB Paling Murah untuk Gaming Lancar dan Simpan Foto Lega
-
John Herdman Teratas Soal Pelatih ASEAN dengan Bayaran Tertinggi
-
Coca-Cola Umumkan PHK Karyawan
Terkini
-
7 Fakta Terbaru Pramugari Gadungan Batik Air, Terbongkar di Pesawat hingga Minta Maaf
-
Cek Fakta: Klaim Presiden Sementara Venezuela Tegaskan Bakal Lawan AS, Ini Faktanya
-
Harga Avanza, Xpander, dan Stargazer Bekas di 2026: Siapa Paling Jatuh?
-
Terungkap, Alasan di Balik Aksi Perempuan Palembang Nyamar Jadi Pramugari Batik Air
-
Filter Air Toren untuk Rumahan: Rekomendasi Terbaik 2026 Agar Air Selalu Jernih