Dwi Bowo Raharjo | Yaumal Asri Adi Hutasuhut
Senin, 10 Oktober 2022 | 13:02 WIB
Sejumlah warga yang terdampak banjir di kawasan Kebo Pala, Kampung Melayu, Jatinegara, Jakarta Timur, lebih memilih bertahan di rumahnya saat air mulai menggenang. (Suara.com/Yaumal)

SuaraJakarta.id - Sejumlah warga yang terdampak banjir di Kebon Pala, Kampung Melayu, Jatinegara, Jakarta Timur, lebih memilih bertahan di rumahnya saat air mulai menggenang. Mereka beralasan banjir akan surut dengan cepat.

Hal itu diungkapkan Jono, warga setempat. Dari pengalaman sebelumnya, kata dia saat banjir datang pada dinihari, diprediksinya sore akan surut.

"Tergantung datangnya, kalau datangnya malam, siang bangsa jam sembilan sudah surut. Ini kan datangnya pagi, kemungkinan sore sudah surut," ujarnya saat ditemui wartawan di lokasi, Senin (10/10/2022).

Pada banjir kali ini, air mulai menggenang sekitar pukul 03.00 dini hari. Hanya butuh beberapa waktu, air sempat mencapai ketinggian 175 cm. Namun kekinian perlahan sudah mulai surut.

Warga berjalan melintasi banjir di permukiman penduduk kawasan Rawajati, Jakarta, Senin (10/10/2022). [NTARA FOTO/Aprillio Akbar/aww]

Kekinian semua barang-barang yang rentan rusak karena air sudah diamankan. Sebab sebelum air memasuki wilayah tempat tinggalnya, sudah ada peringatan dari pemerintah.

"Jam 3 kan belum masuk, masih dibelakang setengah 4 langsung gede, kita buru-buru berbenah deh. Orang-orang pada keluar semua, orang gede begitu air. Benda-benda, TV, kulkas, angkut semua ke atas," paparnya.

Sementara itu berdasarkan pantauan Suara.com, banjir perlahan sudah mulai surut. Sebelumnya pada pukul 11.00 WIB ketinggian air mencapai sekitar 160 cm. Namun pada pukul 12.00 sudah berada disekitar angka 130-140 cm.

Load More