SuaraJakarta.id - Lima operator situs judi online yang diringkus Polsek Cengkareng mengaku mendapat info lowongan kerja dari pasar online atau market place. Mereka mengaku tak tahu jika loker yang dilamar terkait situs judi online.
Para pelaku baru mengetahui jika pekerjaan yang bakal dijalani terkait perjudian online saat bertemu manajemen situs tersebut. Adapun kelima operator yang diringkus polisi yakni berinisial DI (24), SH (22), SFR (41), GS (21) dan RFW (20).
Kapolsek Cengkareng, Kompol Ardhie Demastyo menjelaska, tugas para pelaku yakni menyisipkan iklan platform judi berupa iklan di beberapa sosial media.
"Rata-rata karyawan ini memang background IT (teknologi informasi) di tempat kerja sebelumnya," kata Ardhie saat dikonfirmasi Senin (10/10/2022).
Adapun upah yang dijanjikan kepada para tersangka, kata Ardhie, setara Upah Minimum Regional (UMR) atau senilai Rp 4,6 juta.
Meski demikian, para pelaku belum menikmati uang gaji mereka lantaran keburu keciduk petugas.
"Gaji UMR, tapi belum dibayarkan. Soalnya belum satu bulan bekerja," katanya.
Sementara itu, Ardhie mengatakan, pihaknya saat ini masih memburu pemilik situs judi online tersebut yang berinisial H. Usai sebelumnya, petugas menggerebek usaha illegalnya yang berlokasi di ruko Taman Palem Cengkareng, Jakarta Barat, pada Sabtu (8/10/2022) kemarin.
Saat melakukan penggerebekan, aparat meringkus lima orang yang berperan sebagai operator pemasaran. Sementara, pemilik akun slot tersebut tidak berada di tempat.
Baca Juga: Dijanjikan Gaji UMR, 5 Marketing Judi Online yang Diciduk Polisi Belum Sebulan Bekerja
"Pas digerebek (pemilik) gak ada, gak ada di situ bosnya. Saya lagi lidik nih, nomornya juga gak bisa di-tracking," kata Ardhie.
Ardhie menyebut, penggerebekan ini bermula dari laporan masyarakat yang curiga dengan aktivitas yang dijalankan di dalam salah satu ruko yang berada di kawasan Taman Palem Cengkareng.
"Memang awalnya dicurigakan. Ada laporan ke saya langsung, akhirnya kita lidik kita memastikan. Saya coba masuk eh ternyata bener lagi mengoperasikan (judi online)," jelasnya.
Dari pengakuan pelaku kepada petugas, usaha illegal ini telah berjalan selama sebulan terakhir. Hingga saat ini petugas juga belum mengetahui jumlah pasti tentang nilai transaksi dari situs judi online ini.
"Iya belum ada sebulan. (Keuntungan) gak tahu juga karena dia (operator) bukan bagian yang memainkan itu," jelasnya.
Dari tangan pelaku, petugas juga menyita beberapa unit laptop dan komputer yang digunakan pelaku dalam memasarkan situs judi online tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
- Cara Aktifkan Fitur End-to-End Encryption WhatsApp, Pastikan Obrolan Rahasiamu Bebas Sadap
- Jokowi: Saya Disadap, Tapi Saya Diam Saja
- Sejumlah Jenderal Diperiksa Propam, Ini Respons Mabes
- Jenderal Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo
Pilihan
-
Seskab Teddy Dikabarkan Diperiksa POM TNI, Soal Penyadapan Prabowo?
-
Jokowi Tak Banyak Komentar Soal Penyadapan Prabowo: Kita Hormati Proses Hukum
-
Dicecar soal Listyo Sigit Prabowo, Jokowi: Semua Orang juga Sudah Tahu
-
Jokowi Ngaku Lupa Nama 3 Temannya yang Wisuda Bareng di UGM
-
Hakim Potong Omongan Jokowi yang Melebar: Jawab Saja Pertanyaannya!
Terkini
-
Investor Pasar Modal RI Tembus 32,7 Juta, BEI Hadirkan Edukasi Saham hingga ETF Emas
-
Tak Sekadar Membaca, Kreativitas Anak di Pesisir Jakarta Didorong Lewat Pojok Literasi
-
Perkuat Tata Kelola, Akses Layanan UMKM di Jakarta Kian Diperluas
-
Truk Molen Tabrak 12 Orang di Halte Bekasi, Enam Tewas dan Kelayakan Kendaraan Disorot
-
Sidang Febrie Adriansyah Berlanjut, Maphi Soroti Dugaan Intervensi Kasus BTS 4G