SuaraJakarta.id - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan bantuan langsung tunai (BLT) BBM dan bantuan subsidi upah (BSU) kepada 200 perwakilan penerima bantuan di Kantor Pos Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim), Selasa, (25/10/2022).
"Hari ini menyampaikan bantuan subsidi upah dan BLT BBM," kata Presiden Jokowi.
Penyerahan bantuan tersebut dilakukan di sela kunjungan kerja Presiden Jokowi di Balikpapan dan IKN Nusantara. Turut hadir pada penyaluran bantuan tersebut Menteri Tenaga Kerja Ida Fauziyah, Direktur BPJS Ketenagakerjaan Anggoro Eko Cahyono, dan Gubernur Kaltim Isran Noor.
Adapun bantuan yang diberikan yakni BLT BBM Rp300 ribu per orang, dan BSU sebesar Rp600 ribu per orang. Di Balikpapan jumlah peneriman BLT BBM sebanyak 13 ribu orang, dan penerima BSU 49 ribu orang.
Baca Juga: Presiden Jokowi Batal Resmikan Proyek Kereta Api di Sulawesi Selatan
Di sela menyerahkan bantuan, Presiden Jokowi menyempatkan berdialog dengan warga Balikpapan penerima BLT BBM.
"Bantuan yang diberikan ini agar dapat digunakan sebaik-baiknya, untuk membeli keperluan bahan pokok, anak sekolah, dan kebutuhan lainnya," tutur Presiden Jokowi.
Tak hanya menyerahkan BLT BBM dan BSU, Presiden Jokowi juga memberikan bantuan modal kerja (BMK) sebesar Rp1,2 juta.
Terkait progress penyaluran BLT BBM, Presiden menyebutkan hampir rampung seluruhnya.
"Sampai saat ini BLT BBM sudah tersalurkan sebesar 99,7 persen. Jadi, hampir selesai. Sedangkan untuk subsidi upah sudah tersalurkan sebesar 72 persen, sisanya terus akan dikebut. Diharapkan dengan bantuan ini tingkat konsumsi dan daya beli masyarakat tetap terjaga, sehingga akan memengaruhi pertumbuhan ekonomi di daerah maupun secara nasional," kata Presiden Jokowi.
Baca Juga: Profil Dede Budhyarto, Komisaris PT Pelni Ribut dengan Fadli Zon Gegara Khilafah
Sementara itu, Menteri Tenaga Kerja (Menaker) Ida Fauziyah menyebutkan penyaluran BSU sudah di tahap ke enam melalui Hank Himbara dengan total 71,46 persen.
"Sisanya mereka yang tidak memiliki rekening bank akan disalurkan melalui PT Pos Indonesia dan akan disalurkan dalam dua hari ke depan," kata Menaker Ida.
Untuk BSU, pemerintah menganggarkan Rp8,8 triliun yang akan diberikan kepada 12,8 juta pekerja. BSU yang sudah tersalurkan sebesar Rp5,5 triliun. Khusus di Kaltim, calon penerima 393.819 orang, dan telah tersalur 251.300 orang, atau 63,81 persen.
BLT BBM dan BSU disalurkan melalui PT Pos Indonesia (Persero). Eksekutif General Manger Kantor Pos cabang Balikpapan Wendy Nugroho mengatakan pemberian bantuan di Balikpapan dilakukan langsungkan oleh Presiden, yaitu BLT BBM untuk 100 keluarga penerima manfaat (KPM) dan penerima BSU sebanyak 100 pekerja.
"Teknisnya penerima bantuan membawa undangan dan diverifikasi datanya, kemudian baru bisa mendapatkan bantuan," ujar Wendy.
Berita Terkait
-
Wisata Jokowi, Rasa Cinta di Antara Suara Kritis Kita
-
Belum Lebaran ke Megawati, Jokowi Disebut Masih Komunikasi dengan PDIP Lewat Puan
-
Ada 'Wisata Jokowi' di Solo yang Sempat Bikin Wamendagri Penasaran, Apa Itu?
-
Belum Ada Ucapan Maaf Lebaran dari Jokowi-Gibran ke Megawati, Guntur Romli PDIP: Tak Diharapkan Juga
-
Jokowi-Megawati Belum Terlihat Berlebaran, Analis: Luka Konfliknya Cukup Mendalam, Tak Ada Obatnya
Terpopuler
- Dedi Mulyadi Sebut Masjid Al Jabbar Dibangun dari Dana Pinjaman, Kini Jadi Perdebatan Publik
- Baru Sekali Bela Timnas Indonesia, Dean James Dibidik Jawara Liga Champions
- Terungkap, Ini Alasan Ruben Onsu Rayakan Idul Fitri dengan "Keluarga" yang Tak Dikenal
- Yamaha NMAX Kalah Ganteng, Mesin Lebih Beringas: Intip Pesona Skuter Premium dari Aprilia
- JakOne Mobile Bank DKI Bermasalah, PSI: Gangguan Ini Menimbulkan Tanda Tanya
Pilihan
-
Hasil Liga Thailand: Bangkok United Menang Berkat Aksi Pratama Arhan
-
Prediksi Madura United vs Persija Jakarta: Jaminan Duel Panas Usai Lebaran!
-
Persib Bandung Menuju Back to Back Juara BRI Liga 1, Ini Jadwal Lengkap di Bulan April
-
Bocoran dari FC Dallas, Maarten Paes Bisa Tampil Lawan China
-
Almere City Surati Pemain untuk Perpanjang Kontrak, Thom Haye Tak Masuk!
Terkini
-
Tak Ada Operasi Yustisi, Pemprov DKI Prediksi Jumlah Pendatang Baru Menurun Dibandingkan Tahun Lalu
-
Bakal Ada Dermaga Baru dari PIK, Wisatawan Kepulauan Seribu Diyakini Bakal Meroket
-
Penjualan Mainan Pasar Gembrong Merosot hingga 90 Persen, Pedagang Salahkan Pemerintah
-
Pemprov DKI Ingatkan Pendatang Baru Tak Bisa Langsung Dapat Bansos, Harus Tinggal 10 Tahun Dulu
-
Jakarta Tak Sepi Lebaran Ini, Bang Doel Ungkap Hikmah Tak Terduga