Scroll untuk membaca artikel
Rizki Nurmansyah
Selasa, 08 November 2022 | 15:51 WIB
Ilustrasi salat berjamaah - Puncak Gerhana Bulan Total di DKI Jakarta Pukul 18.00 WIB, Ini Tata Cara dan Niat Shalat Gerhana. [Dok. Istimewa]

Kemudian, rukuk kembali dan dilanjutkan i’tidal. Shalat ini bisa dilakukan secara berjamaah dengan bacaan jahar (keras) ataupun dilakukan secara sendiri (munfarid).

Niat Shalat Gerhana

Adapun niat shalat gerhana bulan sebagai berikut:

Ushalli sunnatal khusuf rak'ataini imaman/makmuman lillahi ta'ala

Baca Juga: Bakal Berlangsung Selama Tiga Jam, Malam Ini Bisa Lihat Gerhana Bulan di Jawa Tengah

Artinya: "Saya shalat sunah gerhana bulan dua rakaat sebagai imam/makmum karena Allah SWT."

Tata Cara Shalat Gerhana Bulan

Adapun tata cara shalat gerhana bulan atau shalat khusuf, sebagai berikut:

  1. Niat di dalam hati ketika takbiratul ihram
  2. Mengucap takbir ketika takbiratul ihram sambil niat di dalam hati
  3. Baca taawudz dan Surat Al-Fatihah. Setelah itu baca Surat Al-Baqarah atau selama surat itu dibaca dengan jahar (lantang)
  4. Rukuk dengan membaca tasbih selama membaca 100 ayat Surat Al-Baqarah
  5. Itidal, bukan baca doa i’tidal, tetapi baca Surat Al-Fatihah. Setelah itu baca Surat Ali Imran atau selama surat itu
  6. Rukuk dengan membaca tasbih selama membaca 80 ayat Surat Al-Baqarah Itidal.
  7. Baca doa i’tidal
  8. Sujud dengan membaca tasbih selama rukuk pertama
  9. Duduk di antara dua sujud
  10. Sujud kedua dengan membaca tasbih selama rukuk kedua
  11. Duduk istirahat atau duduk sejenak sebelum bangkit untuk mengerjakan rakaat kedua
  12. Bangkit dari duduk, lalu mengerjakan rakaat kedua dengan gerakan yang sama dengan rakaat pertama. Hanya saja bedanya, pada rakaat kedua pada berdiri pertama dianjurkan membaca surat An-Nisa, sedangkan pada berdiri kedua dianjurkan membaca Surat Al-Maidah
  13. Salam
  14. Imam atau orang yang diberi wewenang menyampaikan dua khutbah shalat gerhana dengan tausiyah agar jamaah beristighfar, semakin takwa kepada Allah, bertaubat, sedekah, memerdekakan budak (pembelaan terhadap kelompok masyarakat marjinal), dan lain sebagainya.

Sunah Shalat Gerhana

Shalat gerhana sangatlah disunnahkan. Hal ini berdasarkan hadits Nabi Muhammad SAW: "Jika kalian melihat gerhana tersebut, maka sholatlah." (HR. Bukhari no. 1043)

Baca Juga: Catat! Jadwal Gerhana Bulan Total di DKI Jakarta Sore Ini

Adapun hadist lain diriwayatkan oleh Aisyah radhiyallahu ‘anha sebagai berikut.

Load More