SuaraJakarta.id - PT Pos Indonesia (Persero) mulai menyalurkan bantuan subsidi upah (BSU) 2022. Hingga saat ini, penyaluran BSU 2022 sudah mencapai 34,69% atau 1.247.339 orang penerima dari jumlah alokasi 3.595.612 orang penerima.
Direktur Utama PT Pos Indonesia, Faizal Rochmad Djoemadi menjelaskan, pihaknya menyalurkan BSU 2022 dengan tiga cara. Cara pertama, para penerima BSU 2022 dapat mengambil langsung ke Kantor Pos.
"Ini tidak tergantung di mana lokasi dia bekerja. Bisa cair di kantor pos manapun. Syaratnya cukup membawa KTP asli," tutur Faizal Rochmad Djoemadi di Kantor Pos Rawamangun, Jakarta Timur, Rabu, (9/11/2022).
Kedua, dilakukan secara kolektif oleh HRD perusahaan atau tempat penerima BSU bekerja. Ketiga, PT Pos Indonesia mengantarkan langsung ke rumah penerima. Namun, ini hanya dilakukan kepada para penerima yang sedang sakit atau dalam kondisi tidak memungkinkan untuk datang ke Kantor Pos atau perusahaannya.
"Maka, PT Pos langsung datang ke rumah atau rumah sakit yang bersangkutan," imbuhnya.
Selain itu, untuk mempercepat penyaluran BSU sekaligus memberi kemudahan kepada paran penerima, Kantor Pos memperpanjang waktu pelayanan, dari yang semula Senin-Sabtu menjadi Senin-Minggu hingga hingga pukul 20.00 WIB.
"Jadi kalau bapak/ibu baru pulang kerja jam 18.00, bisa mampir dulu ke Kantor Pos untuk ambil BSU karena tutupnya sampai jam 20.00," imbuhnya.
Sementara itu, Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Ida Fauziyah menjelaskan, hingga saat ini, penyaluran BSU 2022 sudah mencapai 80,30% atau 10.321.436 orang penerima.
"Untuk penyaluran yang 3,6 juta yang melalui PT Pos itu, alhamdulillah sampai hari tersalurkan kepada 34%, jadi sudah 1,2 juta. Mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa tersalurkan 100% yang melalui PT Pos Indonesia," ucap Ida.
Baca Juga: Pos Indonesia dan PP Muhammadiyah Tanda Tangani Nota Kerjasama Pemanfaatan Produk Layanan Pos
Pada kesempatan tersebut, Ida juga memaparkan alasan Pemerintah melibatkan PT Pos Indonesia dalam penyaluran BSU 2022.
"Belajar dari pengalaman penyaluran BSU 2021 yang tidak bisa tercover 100% karena banyak di antara para penerima BSU ini yang tidak memiliki rekening Bank Himbara. Waktu itu, kami sudah burekol (buka rekening kolektif), tapi ternyata sampai akhir tahun juga tidak bisa terserap 100%. Belajar dari itu, maka untuk tahun 2022 ini, setelah Bank Himbara selesai, kami turut salurkan juga melalui PT Pos Indonesia," pungkas Ida.
Berita Terkait
-
Menaker: Penyaluran BSU 2022 Sudah Mencapai 80,30%
-
Kantor Pos Mataram Terapkan 3 Metode Penyaluran BSU, Demi Selesaikan Target 14 Hari Penyaluran
-
Bantuan Rp 600 Ribu Segera Cair, Simak Cara Cek BSU Lewat Aplikasi Pospay
-
Antusias Terima BSU, Pekerja Rela Datang Pagi ke Kantor Pos
-
Komisi IX DPR RI Apresiasi Lima Pilar Kebijakan Kemnaker Hadapi Ancaman Resesi Global
Terpopuler
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- 3 Sepatu Puma Tanpa Tali yang Nyaman Buat Jalan, Bergaya hingga Lari
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- 5 HP OPPO Terbaru di Indonesia, dari Midrange Tangguh hingga Flagship Superior
- Buntut Panjang RI Pangkas Ekspor Gas, Bahlil Kini Ketakutan Impor Pertalite Distop Singapura
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
BRI Permudah Persetujuan Transaksi Bisnis Kapan Saja Lewat Qlola Mobile
-
BRI Kartu Kredit & Kartu BRI Debit Promo Spesial Sumpah Pemuda, Ada Cashback & Diskon Belanja Hemat
-
Belajar Geologi Tak Cukup dari Buku, Mahasiswa UGM Bedah Sampel Batuan Proyek Huu
-
Polda Metro Jaya Hentikan Penyelidikan Kasus Dugaan Penipuan Kripto Timothy Ronald
-
Kualitas Pendidikan Nasional Makin Kuat, Revitalisasi Sekolah dan Digitalisasi Terus Diperluas