SuaraJakarta.id - Kasubdit I Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Kombes Calvijn Simanjuntak menyebut warga negara asing (WNA) asal Iran berinisial AK (25) memasak atau mengolah sabu di Apartemen Casa Grande Residence, Casablanca, Tebet, Jakarta Selatan. Dia belajar memasak sabu dari temannya berinisial S lewat video call.
Menurut penuturan Calvijn, tersangka AK awalnya diiming-imingi S bekerja sebagai mekanik di Indonesia. Namun, setibanya di Jakarta, dia ternyata disuruh mengolah bahan sabu setengah jadi yang telah dikirim S dari Jerman.
"Lewat video prescon dengan S, di situ disampaikan bahwa itu narkotika. Responsnya, tersangka AK mengatakan kenapa narkotika? Saya tidak bisa bekerja seperti ini," tutur Calvijn di Apartemen Casa Grande Residence, Casablanca, Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (11/11/2022).
Adapun, kata Calvijn, alasan AK akhirnya mengikuti perintah S karena faktor ekonomi.
"Tapi karena kebutuhan ekonomi sehingga tetap dilakukan. Dengan cara di-guide (dipandu memasak sabu) melalui komunikasi via HP," beber Calvijn.
Masak Sabu di Apartemen
Sebelumnya diberitakan, Bareskrim Polri mengungkap jaringan narkotika Jerman dan Iran yang bekerja sama membuat narkotic kitchen lab atau laboratorium narkoba di Apartemen Case Grande Residence, Casablanca, Tebet, Jakarta Selatan. Mereka mengolah sabu setengah jadi yang dikirim dari Jerman dengan modus sampel keramik.
Wakil Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Kombes Jayadi menyebut, dua WNA Iran berhasil ditangkap dalam kasus ini. Masing-masing berinisial MHD (35) dan AK.
"Narkotic kitchen lab yang berhasil kita ungkap ini merupakan jaringan dari Iran yang bekerja sama dengan jaringan dari Jerman," kata Jayadi di Case Grande Residence, Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (11/11/2022).
Baca Juga: Polri Ungkap Lab Dapur Sabu di Apartemen Casa Grande Residence, 2 WN Iran Jadi Tersangka
Berdasar hasil penyelidikan, kata Jayadi, tersangka MHD menerima bahan sabu setengah jadi dalam bentuk serbuk dari tersangka S yang kekinian berstatus buronan. S merupakan WNA asal Iran.
Sabu setengah jadi tersebut dikirm S dari Jerman menggunakan jasa kantor pos. Untuk mengelabui petugas, sabu berbentuk serbuk itu diselipkan di balik sampel keramik.
"Total barang bukti ada 9,3 kilogram. Kemudian modus operandinya mereka menyelundupkan barang bukti dengan menyembunyikan barang bukti jenis sabu itu di dalam atau di sela-sela contoh keramik seperti ini, di bawahnya itu diselipkan narkotika jenis sabu," jelas Jayadi.
Sedangkan peran dari tersangka AK, yakni sebagai koki alias juru masak sabu. Dia mengelola sabu setengah jadi tersebut hingga menjadi kristal di narkotic kitchen lab yang telah disiapkan di Apartemen Casa Grande Residence oleh tersangka S.
"Melakukan proses penyempurnaan yang tadinya berupa serbuk atau bubuk kemudian diproses menjadi bahan setengah jadi, kemudian hingga menjadi bahan jadi berupa kristal jenis narkotika sabu-sabu," ungkap Jayadi.
Kekinian penyidik masih memburu tersangka S selaku pengendali. Sedangkan, tersangka MHD dan AK kekinian telah ditahan dan dijerat Pasal 114 Ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Selain itu, para mereka juga dijerat Pasal 112 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
7 Sepatu Lari Lokal Carbon Plate Termurah: Bisa Ngebut Tanpa Bikin Dompet Menjerit
-
5 Fakta Senggol Berujung Maut di Cengkareng, Pegawai Toko Roti Tewas Dibacok
-
7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
-
Izin Makan Jadi Celah, Bagaimana Anggota TNI AD Kabur Saat Diperiksa Kasus Kekerasan Seksual Anak?
-
Recap Gaya Lari Sudirman: 7 Tren Sepatu Paling Mencuri Perhatian Bulan Ini, Stylish & Nyaman