SuaraJakarta.id - Wali Kota Jakarta Barat, Yani Wahyu Purwoko mengungkapkan, satu keluarga yang tewas di Kalideres diduga karena kelaparan itu sangat tertutup. Bahkan diduga antisosial.
Hal ini lantaran keluarga tersebut tidak berinteraksi sosial dengan warga sekitar kediaman mereka di Citra Garden 1 Extension RT 07 RW 15 Blok AC5/7, Kalideres, Jakarta Barat.
"Saya dapat dari lingkungan sekitar, RT RW bahwa memang keluarga ini tertutup, tidak berinteraksi," ujar Yani usai menyambangi rumah satu keluarga tewas tersebut..
"Boleh dikatakan dugaannya ini dia antisosial. Padahal interaksi sosial itu penting," tegasnya.
Terkait hal itu, Yani menekankan soal sosialiasi antarwarga yang semestinya dibangun. Dia pun berharap agar interaksi sesama warga terus dipupuk guna menghindari hal-hal semacam ini terulang di kemudian hari.
"Penting sekali interaksi sosial di lingkungan masyarakat, apalagi minimal interaksi sosial itu pada tetangga terdekat. Agama saja kan juga menekankan pentingnya silaturahmi. Karena itu saya mengharapkan tentunya bahwa peran RT, RW, Jumantik, Dasawisma ini sangat penting, sangat vital sebetulnya," tegas dia.
Diksi Tewas Kelaparan
Di samping itu, Wali Kota Jakbar ini juga meminta agar publik tak terjebak dengan narasi bahwa empat jenazah satu keluarga itu tewas karena kelaparan.
"Terkait dengan adanya stetmen seperti itu tentu perlu kami luruskan ya. Kita ini jangan sampai terjebak oleh diksi tentang kelaparan ya. Memang hasil pemeriksaan oleh dokter itu memang, dokter itu di Laboratorim autopsi itu kan memeriksa dalam rangka untuk mengetahui dengan jelas dengan terang apa yang menjadi sebabnya, kan gitu," kata Yani Wahyu di lokasi, Sabtu (12/11/2022).
Yani juga terus berkomunikasi dengan Polres Metro Jakarta Barat dan Polsek Kalideres yang menyelidiki kasus ini. Dia juga mendapat kabar kalau tidak ditemukan bahan-bahan pangan di lokasi kejadian.
Berita Terkait
-
Seporsi Nasi Gratis, Sejuta Makna: Kisah Rumah Makan yang Jadi Penyelamat Warga
-
"Situasi Sangat Genting", Pengungsi Palestina di Tepi Barat Terlantar Akibat Operasi Israel
-
Kelaparan Resmi Melanda Gaza: Pasar Kosong, Toko Roti Tutup, Air Langka
-
PBB: Israel Gunakan Kelaparan Sebagai Senjata di Gaza, Ini Pelanggaran Hukum!
-
Darurat! PBB Butuh Rp93 Triliun untuk Cegah Bencana Kelaparan di Sudan
Tag
Terpopuler
- Kode Redeem FF SG2 Gurun Pasir yang Aktif, Langsung Klaim Sekarang Hadiahnya
- Pemain Keturunan Indonesia Statusnya Berubah Jadi WNI, Miliki Prestasi Mentereng
- Pemain Keturunan Indonesia Bikin Malu Raksasa Liga Jepang, Bakal Dipanggil Kluivert?
- Jika Lolos Babak Keempat, Timnas Indonesia Tak Bisa Jadi Tuan Rumah
- Ryan Flamingo Kasih Kode Keras Gabung Timnas Indonesia
Pilihan
-
Masjid Agung Sleman: Pusat Ibadah, Kajian, dan Kemakmuran Umat
-
Ranking FIFA Terbaru: Timnas Indonesia Meroket, Malaysia Semakin Ketinggalan
-
Duel Kevin Diks vs Laurin Ulrich, Pemain Keturunan Indonesia di Bundesliga
-
Daftar Lengkap 180 Negara Perang Dagang Trump, Indonesia Kena Tarif 32 Persen
-
Detik-detik Jose Mourinho Remas Hidung Pelatih Galatasaray: Tito Vilanova Jilid II
Terkini
-
Bakal Ada Dermaga Baru dari PIK, Wisatawan Kepulauan Seribu Diyakini Bakal Meroket
-
Penjualan Mainan Pasar Gembrong Merosot hingga 90 Persen, Pedagang Salahkan Pemerintah
-
Pemprov DKI Ingatkan Pendatang Baru Tak Bisa Langsung Dapat Bansos, Harus Tinggal 10 Tahun Dulu
-
Jakarta Tak Sepi Lebaran Ini, Bang Doel Ungkap Hikmah Tak Terduga
-
Pramono Teken Pergub Syarat PPSU: Cukup Ijazah SD, Kontrak Kerja Tiap 3 Tahun