Scroll untuk membaca artikel
Rizki Nurmansyah | Faqih Fathurrahman
Selasa, 22 November 2022 | 20:52 WIB
Musliyudin (46), warga Kampung Lengkowang, Desa Gasol, Kecamatan Cugenang, pasrah warung dan rumahnya ambruk akibat gempa Cianjur, Selasa (22/11/2022). [Suara.com/Faqih Fathurrahman]

SuaraJakarta.id - Sebagian besar rumah warga ambruk terdampak gempa Cianjur magnitudo 5,6 pada Senin (21/11/2022) kemarin. Salah satunya milik Musliyudin (46).

Rumah serta warung miliknya di Kampung Longkewang, Desa Gasol, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, ambruk hampir rata dengan tanah akibat gempa siang kemarin.

"Ya Allah, gak tahu harus gimana lagi lah," ujar Mus pasrah melihat kondisi warungnya yang ambruk akibat gempa, saat ditemui di lokasi, Selasa (22/11/2022) malam.

Baca Juga: Sembilan Santri Asal Brebes Jadi Korban Gempa Cianjur, Tiga Meninggal Dunia

Mus mengungkapkan, selain warung, rumah pribadinya juga ambruk. Ia belum bisa mengevakuasi barang-barang miliknya karena khawatir ada gempa susulan.

"Belum ada barang-barang yang diselamatkan. Ada motor dan lain-lain di rumah yang ambruk. Barang dagangan tertimbun, belum dievakuasi. Takut ada (gempa) susulan," ungkapnya.

Mus menceritakan, saat gempa magnitudo 5,6 terjadi sekitar pukul 13.21 WIB siang kemarin, ia sedang keluar rumah berbelanja. Ia lantas ditelepon oleh anaknya agar segera pulang.

Sesampainya di rumah, Mus terkaget tak menyangka karena rumah dan warungnya ambruk hingga terlihat hampir rata dengan tanah.

"Dikira gak (akan) seperti ini (rusaknya). Pas pulang malah parah (ternyata). Istri luka di bagian tangan kanan," tuturnya.

Baca Juga: Keluarga Jadi Korban Gempa Cianjur, Lesti Kejora: Ya Allah Lindungi

Kekinian, Mus beserta istri dan empat anaknya untuk sementara tinggal di posko pengungsian yang tidak terlalu jauh dari tempat tinggalnya.

Load More