SuaraJakarta.id - Kesehatan dan kesejahteraan mental para pengajar akan sangat mempengaruhi proses belajar mengajar dan kualitas pendidikan yang diberikan kepada anak didik. Hanya saja, belum banyak yang menaruh fokus pada kesehatan mental pengajar.
Melihat hal tersebut, pada perayaan Hari Guru Nasional, Sampoerna Schools System sebagai jalur pendidikan terpadu dan terlengkap di Indonesia dari anak usia dini hingga universitas melalui Sampoerna Academy dan Sampoerna University memprakarsai kampanye “Guru adalah Manusia” untuk merayakan esensi manusia dari guru tidak hanya sebagai seorang profesional tetapi juga sebagai makhluk utuh, secara pikiran, tubuh, jiwa, dan roh.
Profesi guru atau pengajar menjadi aspek penting dalam proses belajar mengajar, mengingat peran utama seorang pengajar tidak hanya mengajar namun membangun pemahaman serta memberikan arti dan nilai dalam membangun karakter siswa. Apalagi bila mengacu dari penelitian yang dilakukan oleh The Organization for Economic Co-operation and Development (OECD), bekerja sama dengan UNESCO, UNICEF, dan World Bank ditemukan dampak pandemi terhadap dunia pendidikan, khususnya terkait kesehatan dan kesejahteraan mental para pengajar.
Wulan Septiandari, National Principal of Sampoerna Academy L’Avenue menjelaskan Isu kesehatan mental ini sudah menjadi konsentrasi utama Sampoerna Academy, pihaknya percaya guru yang sehat dan sejahtera akan menghasilkan proses belajar lebih maksimal.
“Proses belajar dan mengajar yang berbeda saat ini pra-pandemi telah ‘memaksa’ para guru harus lebih resilient dan ulet dalam menghadapi berbagai tantangan baru, seperti adaptif manfaatkan teknologi serta memperbanyak ide dan kreativitas dalam mengajar,” ungkapnya.
Sampoerna Academy yang terdiri dari tingkat Early Learning hingga High School menggunakan pedagogi Science, Technology, Engineering, Arts, Mathematics (STEAM) berfokus pada pengembangan 5C (Critical Thinking, Communication, Collaboration, Creativity, and Character) yang memandu siswa untuk memiliki ketangguhan dan keahlian abad 21 sehingga mampu menghadapi tantangan masa depan, serta berkontribusi bagi lingkungan dan negaranya. Hal ini berarti, selain memperhatikan pencapaian akademis, Sampoerna Academy juga berfokus pada pengembangan karakter dan kepribadian murid, sehingga dapat membuat proses belajar mengajar menjadi lebih efisien, efektif, relevan, dan tentunya menyenangkan bagi para murid dan pengajar.
Kegiatan workshop ini mengajak para guru dari berbagai sekolah di Jakarta dan sekitarnya untuk bersama mengikuti sesi “Manajemen Stres untuk Kesehatan dan Kesejahteraan Guru” serta berpartisipasi dalam aktivitas kesehatan mental bersama Stress Management Specialist.
“Aspek kesehatan mental tentu sangat penting bagi seorang pengajar mengingat tugas dan tanggung jawabnya yang besar sehingga rentan akan stres. Oleh karena itu, penting bagi para pengajar untuk bisa mengelola stres pada dirinya sendiri. Misalnya dengan mengizinkan diri untuk beristirahat, melatih teknik mindfulness, serta menyadari pentingnya akan kesehatan mental yang mereka miliki,” jelas Bagia Arif Saputra, Stress Management Specialist.
Acara ini juga didukung oleh Sampoerna University yang merupakan satu-satunya universitas di Indonesia yang menawarkan pengalaman pendidikan tinggi ala Amerika serta memberikan kesempatan credit transfer sebagai bagian dari kerjasama sinergis bersama University of Arizona sehingga membuka kesempatan lebih besar bagi generasi muda untuk mengejar impiannya dalam bekerja dan berkarya.
Baca Juga: Geger Penemuan Mayat Anak di Cinambo, Polisi Ingatkan Hal Ini ke para Orang Tua
Sampoerna University melalui Program Studi Pendidikan berkomitmen untuk menghasilkan future educators atau pendidik masa depan yang paham akan akan isu-isu terkini, seperti terkait kesehatan mental pada pengajar dan mahasiswa.
“Kegiatan ini juga merupakan apresiasi kami terhadap para pengajar Indonesia yang telah berdedikasi tinggi dalam membangun generasi masa depan unggul. Harapannya melalui program ini akan semakin mendukung kesehatan dan kesejahteraan mental bagi seluruh pengajar, sehingga lingkungan pendidikan sehat dan sejahtera akan selalu terwujud. Karena, kami percaya pendidikan berkualitas akan tercipta ketika lingkungan serta komunitas pendidikan memiliki kesehatan dan kesejahteraan, baik secara fisik maupun mental,” tutup Susilowaty, Lecturer & Faculty Member of Faculty of Education, Sampoerna University.
Berita Terkait
-
Kenali Call of The Void, Rasa Tiba-tiba Ingin Mencelakai Diri
-
Politisi Asal Golkar, Yod Mintaraga Berharap OPD di Jabar Tidak Tambah Tenaga Honorer
-
Benarkah Liburan Bisa Bikin Healing Kondisi Kesehatan Mental? Begini Kata Pakar
-
4 Manfaat Menerapkan Gaya Hidup Minimalis dalam Menjaga Kesehatan Mental
-
Kunci Jawaban Post Test Modul 3 '5 Posisi Kontrol Guru' Topik Disiplin Positif Platform Merdeka Mengajar
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
Tragedi di Stasiun Bekasi Timur: 3 Penumpang KRL Tewas dan 38 Korban Luka-luka Dilarikan ke 4 RS
-
KAI Fokus Evakuasi dan Normalisasi Jalur Pasca KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL di Bekasi Timur
-
Tabrakan Hebat di Stasiun Bekasi Timur: KRL vs Argo Bromo Anggrek, Jeritan Penumpang Pecah!
-
Rekam Jejak Jenderal Dudung Abdurachman: Dari Pencopot Baliho Kini Jadi Tangan Kanan Presiden
-
Reshuffle Kabinet: Qodari Geser dari KSP ke Bakom, Dudung Ambil Alih Peran Strategis di Istana
Terkini
-
Cek Fakta: Benarkah Megawati Sebut Guru Honorer Sampah Negara? Ini Fakta Sebenarnya
-
6 Fakta Tabrakan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Timur, Gerbong Rusak Parah
-
Saat Dompet Menipis, 7 Warteg di Jakarta Pusat Ini Jadi Tempat Pulang Banyak Orang
-
Lantik PNS dan Pejabat Fungsional, Dhito Tegaskan Larangan Penyalahgunaan Wewenang
-
Rahasia Pendidikan Kelas Dunia di BSD City, Siap Hadapi Indonesia Emas 2045?