“Memang AI mempermudah pekerjaan digital marketing. Tetapi tentu saja peran manusia masih penting,” ujar Ihsan dalam pemaparannya. Dalam arti, AI tetap dapat membantu pemasar digital (digital marketer) dalam menganalisis data, membuat rekomendasi, dan meningkatkan targeting iklan. Hasilnya, dapat mempercepat proses dan meningkatkan efektivitas kampanye.
“Berdasarkan data dari BPS tahun 2022 diperkirakan terdapat 85,82 juta pemuda Indonesia atau setara dengan 24% dari total penduduk di tanah air merupakan kelompok terbesar dan memiliki pengaruh signifikan terhadap budaya dan perekonomian," tambahnya.
Sekretaris Jenderal Kementerian Perdagangan RI, Suhanto yang hadir menjadi keynote speaker juga menyebutkan adanya budaya tech savvy, khususnya pada generasi milenial, yang ditunjukkan dengan peningkatan penggunaan ponsel pintar dan media sosial.
“Berdasarkan hasil survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia periode 2022-2023, penggunaan internet di Indonesia mencapai 215,62 juta orang atau 78,19% dari total populasi di Indonesia. Jumlah tersebut meningkat 2,67% dibandingkan periode sebelumnya yaitu 210,03 juta pengguna.”
Baca Juga: Optimistis Tingkatkan SDM di 2023, PNM Gelar Leaders Forum & Excellence Award 2023
Adanya peningkatan ini, generasi milenial makin mengadopsi budaya tech savvy dalam kehidupan sehari-hari, salah satunya belanja online.
Generasi milenial menjadi target pasar potensial bagi e-commerce. Startup dan e-commerce berkembang, dan menciptakan lapangan pekerjaan, serta menggerakkan roda perekonomian.
Di samping itu, adanya hal tersebut mempengaruhi perilaku generasi milenial, salah satunya komunikasi dengan media sosial di lingkungan sosial dan profesional. Mereka mengakses konten digital seperti film, buku elektronik, hingga menciptakan konten di media sosial.
“Hal ini mengembangkan kreativitas dan inovasi dalam menciptakan budaya di Indonesia,” tambah Suhatno. Suhatno juga menyebutkan, kontribusi ekonomi digital di Indonesia menurut laporan dari Indonesia SEA Economy Report tahun 2022, diprediksi mencapai “US$77 miliar pada tahun 2022 dan diproyeksikan mencapai US$130 miliar pada tahun 2025,” ujarnya.
Bank Indonesia mencatat, nilai transaksi e-commerce sepanjang tahun 2022 sebesar Rp476,3 triliun. “Meningkat 18,7% dibandingkan tahun lalu, dengan volume 3,48 juta transaksi.”
Baca Juga: Marshanda Akui Pernah Kesulitan Ekonomi, Sebut Sempat Berutang untuk Biaya Berobat
Sektor e-commerce akan tumbuh secara konsisten sekitar 17%-22% pada tahun 2025 seiring dengan akseptasi dan preferensi masyarakat dalam belanja online. Dibantu dengan pemasaran digital, hal ini akan membuat jangkauan pasar makin efisien, bahkan membangun merek baru dengan biaya lebih murah.
Berita Terkait
-
Dear Kelas Menengah, Jangan Dulu Beli 5 Barang Ini Saat Ekonomi Lesu
-
Harga Emas Naik, Alarm Krisis Ekonomi di Depan Mata
-
3 Gebrakan Prabowo Selamatkan Ekonomi RI dari Gempuran Tarif Donald Trump, Apa Saja?
-
Ekspor Bisa Turun dan Berujung Badai PHK, Hanif Dhakiri: Tarif AS Alarm Serius, Pemerintah Harus...
-
Konsisten Terapkan Prinsip ESG untuk Bisnis Berkelanjutan, BRI Raih 2 Penghargaan Internasional
Terpopuler
- Dedi Mulyadi Sebut Masjid Al Jabbar Dibangun dari Dana Pinjaman, Kini Jadi Perdebatan Publik
- Baru Sekali Bela Timnas Indonesia, Dean James Dibidik Jawara Liga Champions
- Terungkap, Ini Alasan Ruben Onsu Rayakan Idul Fitri dengan "Keluarga" yang Tak Dikenal
- Yamaha NMAX Kalah Ganteng, Mesin Lebih Beringas: Intip Pesona Skuter Premium dari Aprilia
- JakOne Mobile Bank DKI Bermasalah, PSI: Gangguan Ini Menimbulkan Tanda Tanya
Pilihan
-
Hasil Liga Thailand: Bangkok United Menang Berkat Aksi Pratama Arhan
-
Prediksi Madura United vs Persija Jakarta: Jaminan Duel Panas Usai Lebaran!
-
Persib Bandung Menuju Back to Back Juara BRI Liga 1, Ini Jadwal Lengkap di Bulan April
-
Bocoran dari FC Dallas, Maarten Paes Bisa Tampil Lawan China
-
Almere City Surati Pemain untuk Perpanjang Kontrak, Thom Haye Tak Masuk!
Terkini
-
Tak Ada Operasi Yustisi, Pemprov DKI Prediksi Jumlah Pendatang Baru Menurun Dibandingkan Tahun Lalu
-
Bakal Ada Dermaga Baru dari PIK, Wisatawan Kepulauan Seribu Diyakini Bakal Meroket
-
Penjualan Mainan Pasar Gembrong Merosot hingga 90 Persen, Pedagang Salahkan Pemerintah
-
Pemprov DKI Ingatkan Pendatang Baru Tak Bisa Langsung Dapat Bansos, Harus Tinggal 10 Tahun Dulu
-
Jakarta Tak Sepi Lebaran Ini, Bang Doel Ungkap Hikmah Tak Terduga