SuaraJakarta.id - Warga Jalan Daan Mogot KM 16 RW 07, Semanan, Kalideres, Jakarta Barat, digegerkan dengan penemuan mayat bayi di Kali Mookervart.
Mayat bayi berjenis kelamin perempuan itu ditemukan oleh petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU), Rabu (6/9/2023) pagi.
Kapolsek Kalideres, Kompol Abdul Jana mengatakan, mayat bayi tersebut ditemukan saat sedang dilakukan pembersihan sampah di kali itu menggunakan alat berat.
"Dari keterangan mereka, mayat bayi tersebut ikut terangkat di penyekat sampah dalam kondisi sudah meninggal dunia," ujar Abdul.
Ia juga mengaku, awalnya informasi itu diperoleh dari laporan masyarakat tentang penemuan mayat bayi berjenis kelamin perempuan di kali itu.
Setelah menerima informasi tersebut, lanjut Abdul, anggota Polsek Kalideres langsung menuju ke lokasi.
Kemudian, setelah dievakuasi mayat bayi tersebut di bawa ke RSCM untuk dilakukan proses pemeriksaan lebih lanjut.
Berita Terkait
-
Lawan Banjir Daan Mogot, Pramono Anung Siapkan Pompa Stasioner Berkapasitas 7 Kali Lipat
-
Geger Penemuan Mayat Pria Tanpa Identitas di Tumpukan Sampah Kali Mookervart
-
Kejinya Sejoli di Karawang Pembunuh Bayi: Mulut Ditutup Lakban, Dibuang Pakai Tas Ransel
-
Bikin Gempar Warga Cipayung, Polisi Buru Orang Tua Pembuang Bayi di Waduk Cilangkap
-
Gaya Jebir Saat Mencuri Terekam CCTV! Begini Akhir Nasib Maling di Minimarket Kalideres
Terpopuler
- 4 HP realme dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- HP Rp1,5 Jutaan yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik David GadgetIn
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
Pilihan
Terkini
-
5 Fakta Mengapa Persija Memilih Shin Tae yong, Nomor 3 Paling Ditunggu Jakmania
-
Apa Itu Jakarta Urban Knowledge Hub? Inisiatif yang Disiapkan untuk Masa Depan Jakarta
-
Ke Mana Uang Jamaah Hanania Group Mengalir? Polisi Telusuri Jejak Aset dan Rekening
-
Perubahan Nasib Dadan Hindayana dalam 48 Jam: Dari Pimpinan BGN hingga Berompi Tahanan
-
Mengapa Jakarta Masih Berpotensi Hujan Saat Musim Kemarau? BMKG Jelaskan Penyebabnya