SuaraJakarta.id - Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Latif Usman menyebut sudah tidak ada rekayasa lalu lintas (lalin) lagi pada hari ini, Jumat (8/9/2023).
Hal ini menyusul rangkaian kegiatan KTT ASEAN ke-43 di Jakarta telah rampung.
"Iya sudah selesai, enggak ada rekayasa, nanti kita tinggal mengantar kepulangan mereka dari akomodasi ke bandara saja, " kata Latif, Kamis (7/9/2023).
Latif menjelaskan lalu lintas di Jakarta akan kembali normal. Namun tetap ada pengaturan khusus.
"Normal kembali. Tapi ada pengaturan-pengaturan nanti tinggal prioritas tamu (delegasi) yang akan ke bandara saja," jelasnya.
Latif menambahkan sejumlah delegasi ada yang telah kembali ke negara asalnya pada Kamis dan ada juga yang hari Jumat.
Sebelumnya, banyak masyarakat yang mengeluhkan kemacetan parah akibat rekayasa lalin terkait kegiatan KTT ASEAN di Jakarta.
Indonesia menyerahkan tongkat estafet Keketuaan ASEAN kepada Laos setelah Jakarta resmi menyelesaikan KTT ke-43 ASEAN 2023 dan KTT lainnya di Jakarta, Kamis (7/9).
Serah terima Keketuaan dilakukan Presiden Joko Widodo kepada Perdana Menteri Laos Sonexay Siphandone dalam upacara penutupan KTT ASEAN 2023.
Baca Juga: Megawati Menjamu Ibu Negara 'Cantik' Korsel di Istana Batu Tulis
Presiden Jokowi mengatakan bahwa KTT ASEAN 2023 yang digelar selama tiga hari itu menghasilkan 90 dokumen dan sejumlah kesepakatan konkret dengan negara mitra.
Jokowi menyebut peserta KTT ASEAN 2023 juga menunjukkan optimisme dan energi yang positif selama kegiatan yang berlangsung selama tiga hari itu.
“Ini menguatkan harapan dan semangat untuk terus melanjutkan perjuangan, mewujudkan kawasan yang damai, stabil, dan sejahtera," ujar Jokowi.
Berita Terkait
-
Kasus Sutrimo Jadi Ujian Negara, Koalisi Sipil Desak Usut Tuntas Kaitan dengan Eks Jampidsus
-
Teka-teki Kematian Sutrimo, DPR Minta Polisi Tak Sisakan Spekulasi
-
Dua Kelompok Bentrok Matraman Sepakat Damai
-
Tim Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Buka Suara Soal Kematian Sutrismo
-
Ekshumasi Jadi Opsi! Polisi Bakal Bongkar Makam Sutrimo Demi Ungkap Tabir Kematian
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
Terkini
-
Transformasi Digital BRI Dongkrak Transaksi QRIS hingga Rp30,5 Triliun
-
Rehabilitasi Mangrove Berkelanjutan, 21.060 Bibit Ditanam di Pesisir Jakarta
-
Dari Parenting hingga Drone, Dua Kreator Ungkap Pesona Pesisir Jakarta
-
BRI Peduli Tanam 24.000 Mangrove untuk Pulihkan Pesisir di Jawa Barat
-
Tolak Rencana Pembatasan Kadar Nikotin dan Tar, APTI Minta Perlindungan Presiden