SuaraJakarta.id - Warta Ekonomi menghelat konferensi yang bertema keberlanjutan lingkungan dan inklusivitas yang memiliki dampak pada perekonomian negara melalui acara Sustainability & Inclusivity Conference 2023 di Kuningan, Jakarta, Selasa (29/8/2023).
Acara yang bertajuk “Refocusing and Reintegrating Sustainability Frameworks Toward Inclusive Economies and Resilient Growth” tersebut didukung oleh Bank Mandiri, Telkom Indonesia, BCA, dan Pertamina, serta dikelola oleh Quadrant1 Komunika.
Acara Sustainability & Inclusivity Conference 2023 dihadiri oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Sakti Wahyu Trenggono, Staf Ahli Bidang Iklim dan Investasi Kementerian Perindustrian RI, Andi Rizaldi, dan narasumber-narasumber lainnya.
Secara umum, pemerintah Indonesia telah berkomitmen untuk memitigasi perubahan iklim dengan menurunkan emisi gas rumah kaca dalam Enhanced National Determined Contribution (NDC). Target penurunan emisi gas rumah kaca Indonesia dengan kemampuan sendiri meningkat ke 31,89%, sedangkan target dengan dukungan internasional meningkat ke 43,20%.
Baca Juga: Gegara Perubahan Iklim RI Bisa Tekor Rp544 Triliun, Bappenas: Kita Menghadapi Krisis Planet Ganda
Salah satu cara memitigasi perubahan iklim dan mencapai misi netral karbon tersebut adalah dengan transisi energi yang berkeadilan. Sekretariat Just Energy Transition Partnership (JETP) telah diresmikan sebagai tindak lanjut hasil konkret Presidensi G20 Indonesia. Sementara itu, JETP sendiri adalah kemitraan pendanaan perubahan iklim dan transisi energi dari negara G7 bersama Norwegia dan Denmark untuk pengembangan kendaraan listrik, teknologi, dan penghentian dini pembangkit listrik berbasis fosil. Mengenai transisi energi yang berkeadilan, hal ini mempertimbangkan aspek kehidupan masyarakat terdampak agar tidak ada yang tertinggal dalam kemitraan ini.
Hadirnya Sustainability & Inclusivity Conference 2023 yang dihelat Warta Ekonomi bertujuan untuk menjadi wadah bagi sektor publik dan swasta, pembuat kebijakan, lembaga pemerintah, pemimpin bisnis dan akademisi untuk membangun ‘transformasi absolut’ kerangka kerja keberlanjutan di Indonesia menuju ekonomi yang lebih inklusif dan pertumbuhan yang tangguh. Acara ini juga mendukung komitmen Indonesia sebagai Ketua dalam ASEAN Summit 2023, implementasi hasil Presidensi G20 2022, transisi energi berkeadilan dan juga mendukung upaya pemerintah untuk mencapai karbon netral pada tahun 2060 atau lebih cepat.
CEO dan Chief Editor Warta Ekonomi, Muhamad Ihsan sempat mengatakan bahwa JETP mengalokasikan dana sebesar US$20 miliar (Rp304 triliun) untuk Indonesia demi mendukung transisi energi berkeadilan.
“Transisi energi yang berkeadilan dengan mempertimbangkan aspek kehidupan masyarakat terdampak agar no one leave behind, itu dari SDGs US$20 miliar alokasi pemerintah ini didapatkan Indonesia untuk mendukung energi dalam kerangka JETP ini,” ujar Ihsan saat membuka acara Sustainability & Inclusivity Conference 2023 bertema “Refocusing and Reintegrating Sustainability Frameworks Toward Inclusive Economies and Resilient Growth” di Jakarta, Selasa (29/8/2023).
Sementara itu, Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono selaku keynote speaker mengatakan, pihaknya tengah menjalankan 5 kebijakan demi ketahanan dan kesehatan laut Indonesia, mulai dari perluasan kawasan konservasi laut, penangkapan ikan terukur berbasis kuota, pengembangan budidaya laut pesisir dan darat yang berkelanjutan, pengawasan dan pengendalian kawasan pesisir dan pulau kecil, serta pembersihan sampah plastik melalui partisipasi nelayan.
Baca Juga: Andi F. Noya: Bukan Hanya Pembiayaan, PNM Juga Memberikan Pendampingan Usaha
“Dalam konteks pentingnya menjaga kesehatan laut sebagai upaya menunjukkan ketahanan terhadap perubahan iklim, ketahanan untuk memenuhi kebutuhan sumber pangan dunia dan ketahanan untuk masa depan bagi umat manusia yang sejalan dengan upaya pencapaian target SDGs ke-14 yaitu Life below Water,” ujar Sakti dalam pemaparannya.
Berita Terkait
-
Subholding Pertamina Lakukan Program Kelestarian Lingkungan Laut di NTB
-
El Nino Ancam Lukisan Gua Berusia 50.000 Tahun: Studi Ungkap Dampak Mengerikan Perubahan Iklim pada Warisan Budaya
-
Merawat Lingkungan dengan Cara Kekinian, Begini Cara Ajak Anak Muda Menjaga Kearifan Lokal
-
Melihat Proses Pembongkaran Hibisc Park di Bogor
-
Deforestasi dan Krisis Iklim: Mengapa Hutan Adalah Harapan Terakhir Kita?
Terpopuler
- Dedi Mulyadi Sebut Masjid Al Jabbar Dibangun dari Dana Pinjaman, Kini Jadi Perdebatan Publik
- Baru Sekali Bela Timnas Indonesia, Dean James Dibidik Jawara Liga Champions
- Terungkap, Ini Alasan Ruben Onsu Rayakan Idul Fitri dengan "Keluarga" yang Tak Dikenal
- Yamaha NMAX Kalah Ganteng, Mesin Lebih Beringas: Intip Pesona Skuter Premium dari Aprilia
- JakOne Mobile Bank DKI Bermasalah, PSI: Gangguan Ini Menimbulkan Tanda Tanya
Pilihan
-
Hasil Liga Thailand: Bangkok United Menang Berkat Aksi Pratama Arhan
-
Prediksi Madura United vs Persija Jakarta: Jaminan Duel Panas Usai Lebaran!
-
Persib Bandung Menuju Back to Back Juara BRI Liga 1, Ini Jadwal Lengkap di Bulan April
-
Bocoran dari FC Dallas, Maarten Paes Bisa Tampil Lawan China
-
Almere City Surati Pemain untuk Perpanjang Kontrak, Thom Haye Tak Masuk!
Terkini
-
Tak Ada Operasi Yustisi, Pemprov DKI Prediksi Jumlah Pendatang Baru Menurun Dibandingkan Tahun Lalu
-
Bakal Ada Dermaga Baru dari PIK, Wisatawan Kepulauan Seribu Diyakini Bakal Meroket
-
Penjualan Mainan Pasar Gembrong Merosot hingga 90 Persen, Pedagang Salahkan Pemerintah
-
Pemprov DKI Ingatkan Pendatang Baru Tak Bisa Langsung Dapat Bansos, Harus Tinggal 10 Tahun Dulu
-
Jakarta Tak Sepi Lebaran Ini, Bang Doel Ungkap Hikmah Tak Terduga