Scroll untuk membaca artikel
Reky Kalumata | Fakhri Fuadi Muflih
Jum'at, 28 Februari 2025 | 12:08 WIB
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI, Asep Kuswanto. (Suara.com/Fakhri)

SuaraJakarta.id - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta masih belum menentukan nasib pembangunan fasilitas pengolahan sampah, Intermediate Treatment Facility (ITF) di Sunter, Jakarta Utara. Proyek ini sempat dinyatakan tak dilanjutkan pada tahun 2023 lalu karena beratnya syarat pembayaran tipping fee.

Kini, Pemprov lebih memilih membangun fasilitas pengolahan sampah dengan teknologi Refuse Derived Fuel (RDF) yang sudah ada di Bantargebang Bekasi dan Rorotan Jakarta Utara.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta, Asep Kuswanto mengatakan, sebenarnya PT Jakarta Propertindo (Jakpro) yang sudah ditunjuk untuk membangun ITF sudah menyewa lahan di Sunter untuk proyek itu selama 28 tahun.

"Pemanfaatannya itu memang karena beberapa tahun yang lalu akan dijadikan ITF, maka lahan itu sudah disewa oleh Jakpro kalau nggak salah selama 28 tahun, disewanya sejak 3 tahun yang lalu itu," ujar Asep kepada wartawan, Jumat (28/2/2025).

Baca Juga: Polisi Tangkap Dua Spesialis Pencuri Motor dan Penadah di Jakarta Utara

Karena kini belum ada kepastian soal proyek ITF, Asep menyebut Jakpro bebas menggunakan lahan di Sunter untuk keperluan lainnya.

"Nah pada saat ITF terhenti saat ini, maka pengelolaan lahannya menjadi kewenangan Jakpro," ucap Asep.

Sebelumnya, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno mengaku ingin menambah fasilitas Refuse Derived Fuel (RDF) di Jakarta. Ia memperkirakan setidaknya pengolah sampa jadi energi alternatif ini dibangun di empat wilayah.

Hal ini disampaikannya usai menghadiri acara peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) di Jakarta, Minggu (23/2/2025). Menurut Rano, dengan adanya empat RDF, maka Jakarta akan lebih mandiri dalam mengelola sampah.

Saat ini, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta sudah memiliki dua RDF di Rorotan dan Bantargebang. RDF Rorotan masih dalam tahap uji coba tapi dikeluhkan warga karena bau yang mengganggu.

Baca Juga: Pelaku Cor Jasad Pemilik Ruko di Jakarta Timur adalah Orang Kepercayaan Korban

"Yang pasti sekarang kita sudah bangun itu RDF di Rorotan, itu salah satu usaha. Kemudian memang kurang, harus minimal di 4 wilayah," ujar Rano.

Rano mengatakan, sampah yang dihasilkan di Jakarta dalam satu harinya bisa mencapai 7.500 ton. Sementara, RDF Rorotan bisa menampung 2.500 ton.

"Karena anda bisa bayangkan yang tadi saya katakan, rorotan itu cuma punya daya tampung 1 hari barangkali 2500 ton sementara sampah kita 7500 ton," ucapnya.

Selain itu dengan memperbanyak RDF, maka pengantaran sampah tak perlu menempuh jarak yang jauh hingga melintas kota.

"Nah artinya harus dibuat di tempat yang lain supaya sampah itu tidak melintas kota. Misal gini, sampah utara di proses di sana, sampah barat di proses di barat, supaya apa daya tampung bisa selesai, kalau ga gitu kita akan menghadapi masalah," jelas Rano.

Load More