SuaraJakarta.id - CONTAINDER, sebuah startup inovatif di bidang pengelolaan sampah dengan teknologi AI, resmi menjalin kemitraan strategis dengan PT SUCOFINDO (Persero), perusahaan inspeksi dan sertifikasi terkemuka di Indonesia untuk melalukan pengelolaan sampah dan perdagangan karbon yang direduksi dari pengurangan sampah plastik. Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) ini dilakukan oleh Bapak Budi Utomo, selaku Direktur Layanan Industri SUCOFINDO, dan Billy Mambrasar, CEO & Founder CONTAINDER, di Kantor Pusat, Graha Sucofindo, Jakarta beberapa saat lalu.
Kemitraan ini menandai tonggak penting bagi CONTAINDER sebagai satu-satunya startup pengelolaan sampah, yang ditunjuk menjadi mitra SUCOFINDO untuk untuk layanan pengumpulan dan pengelolaan sampah plastik, yang kemudian dikonversi dan disertifikasi oleh SUCOFINDO, menjadi sejumlah CO2 yang dikurangi (Carbon Offset) dari pengelolaan sampah plastik tersebut. CO2 tersebut akan kemudian diperdagangkan di bursa karbon nasional dan internasional.
“Kemitraan ini menunjukkan semangat SUCOFINDO dalam memberikan solusi pengelolaan sampah yang berkelanjutan di Indonesia, dengan transparan, dan berbasis teknologi, sejalan dengan visi SUCOFINDO dalam mendukung industri hijau dan praktik bisnis berkelanjutan di Indonesia,” kata Budi Utomo, yang terus berusaha mengembangkan bisnis-bisnis turunan Sucofindo dan selalu sukses.
Adapun SUCOFINDO dan CONTAINDER sudah resmi bekerja sama walaupun secara tidak langsung, sejak 2022, walaupun penanda tanganan MOU baru dilakukan pada 2025.
“Sejak 2022, dengan kemitraan terpadu antara UNILEVER dan SUCOFINDO, kami telah ditunjuk untuk melakukan pengelolaan sampah di Kota Biak, Provinsi Papua, dimana SUCOFINDO menjadi mitra yang melakukan assessment terhadap dampak program ini. Bahkan program CONTAINDER ini diluncurkan langsung oleh Presiden Joko Widodo pada 2022 di Papua, dengan disaksikan langsung Presiden Prabowo yang kala itu masih menjabat sebagai Menteri Pertahanan,” jelas Billy Mambrasar.
Sementara itu, Budi Utomo menambahkan, "SUCOFINDO berkomitmen mendukung inovasi di sektor waste management, dan kolaborasi dengan CONTAINDER menjadi langkah nyata dalam mewujudkan ekonomi sirkular serta pembangunan berkelanjutan."
Awal 2025, CONTAINDER kembali digandeng SUCOFINDO, untuk melakukan pengumpulan dan pengelolaan sampah bersama di Provinsi Bali. Dalam gerak aksi pengumpulan sampah ini, sebanyak 3 ton sampah dikumpulkan masyarakat hanya bilangan tiga jam.
Sekarang CONTAINDER telah memiliki sebuah unit pengelolaan dan pemrosesan sampah di Buleleng, Provinsi Bali, dan melibatkan masyarakat lokal dalam pengelolaan tersebut, sebagai penghasilan tambahan untuk mereka.
MOU ini menandakan bahwa CONTAINDER dan SUCOFINDO akan terus berkolaborasi menjangkau seluruh provinsi, kota, dan kabupaten di seluruh Indonesia.***
Baca Juga: Indonesia-Kyrgyzstan Perkuat Kerja Sama Kekayaan Intelektual lewat MoU
Berita Terkait
-
Indonesia-Kyrgyzstan Perkuat Kerja Sama Kekayaan Intelektual lewat MoU
-
Kurangi Jejak Karbon, Pelita Air Tanam 10 Ribu Tanaman
-
Sustainable Loan Capai Rp253 T, Bank Mandiri Makin Gaspol Terapkan ESG
-
Kembangkan Ekosistem Ramah Lingkungan, Bupati Kediri Jalin MoU dengan PT Sumitomo Indonesia
-
Dukung Indonesia Capai Netral Karbon, Signify Luncurkan Inisiatif Green Switch
Terpopuler
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- 5 HP dengan Kamera Telefoto Terbaik untuk Konten Media Sosial
Pilihan
-
Mengejutkan! Ini Pesan Terakhir Wamen Imipas Silmy Karim Sebelum Dicari KPK Terkait OTT Imigrasi
-
Siasat Dadan Hindayana Cs Korupsi MBG: Pakai Yayasan Sendiri, Sedot Miliaran Rupiah Tiap Hari!
-
Momen Unik Penahanan Dadan Cs, Satu Tersangka Tertinggal Mobil Tahanan hingga 'Dikepung' Wartawan
-
Pakai Rompi Pink dan Diborgol, Kejagung Resmi Tahan Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Cs
-
Drama 'Penjemputan' Dadan Hindayana Cs, Ada yang Sempat Lari ke Jabar
Terkini
-
Perubahan Nasib Dadan Hindayana dalam 48 Jam: Dari Pimpinan BGN hingga Berompi Tahanan
-
Mengapa Jakarta Masih Berpotensi Hujan Saat Musim Kemarau? BMKG Jelaskan Penyebabnya
-
7 Sepatu Lari Daily Trainer Paling Awet: Tetap Nyaman Meski Sudah Menempuh Ribuan Kilometer
-
Pajak Motor Mati 5 Tahun di Jakarta? Segini yang Bisa Dihemat Selama Pemutihan 2026
-
Pemutihan Pajak Kendaraan Jakarta 2026, Denda Dihapus hingga 31 Agustus