SuaraJakarta.id - Pernahkah kamu merasa frustrasi saat video di YouTube terus-menerus buffering? Atau ketika harus menunggu lama hanya untuk membuka satu halaman website?
Nah, bisa jadi itu karena kamu belum menggunakan internet berkecepatan tinggi.
Jadi, apa itu kecepatan internet tinggi?
Secara sederhana, kecepatan internet tinggi adalah kemampuan jaringan internet untuk mengirim dan menerima data dengan sangat cepat.
Kecepatan ini biasanya diukur dalam satuan Mbps (Megabit per second). Semakin tinggi angka Mbps, semakin cepat pula kamu bisa mengakses berbagai layanan online.
Sebagai gambaran:
- Kecepatan 1-5 Mbps cocok untuk browsing ringan dan media sosial.
- Kecepatan 10-25 Mbps ideal untuk streaming video HD dan meeting online.
- Kecepatan 50 Mbps ke atas termasuk kategori internet cepat, sangat cocok untuk gaming, streaming 4K, atau kerja remote dengan banyak perangkat.
Baca Juga: Yuk, Klaim Saldo DANA Kaget Hari Ini! 3 Link Siap Ngasih Cuan Buat Kamu
Kenapa Kecepatan Internet Tinggi Penting?
Di era digital seperti sekarang, aktivitas sehari-hari sangat tergantung pada koneksi internet.
Baik itu belajar daring, bekerja dari rumah, menonton film, atau sekadar berselancar di media sosial. Dengan internet cepat, semua aktivitas itu bisa dilakukan tanpa hambatan.
Bayangkan jika kamu sedang ikut ujian online, lalu tiba-tiba koneksi lemot dan halaman error. Atau sedang meeting penting via Zoom dan suaramu putus-putus.
Tentu sangat mengganggu, bukan?
Apa yang Mempengaruhi Kecepatan Internet?
Beberapa faktor yang memengaruhi kecepatan internet antara lain:
- Jenis koneksi: Fiber optik biasanya jauh lebih cepat dibanding ADSL atau koneksi nirkabel biasa.
- Jumlah perangkat yang terhubung: Semakin banyak perangkat, semakin terbagi pula kecepatannya.
- Jarak dari router/modem: Semakin jauh, sinyal WiFi bisa melemah.
- Paket layanan dari penyedia internet: Pastikan kamu memilih paket sesuai kebutuhan.
Internet berkecepatan tinggi bukan lagi kebutuhan mewah, melainkan kebutuhan dasar di zaman sekarang.
Dengan koneksi cepat dan stabil, produktivitas meningkat, hiburan makin lancar, dan semua terasa lebih menyenangkan.
Jadi, kalau kamu merasa sering ngadat saat online, mungkin sudah waktunya upgrade ke internet cepat!
Internet Murah
Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) terus mengupayakan agar layanan akses internet murah dengan kecepatan lebih dari 100 Mbps tersedia di daerah pelosok yang sudah terjangkau jaringan fixed broadband.
Sekretaris Jenderal Kemkomdigi Ismail di Jakarta, Kamis 26 Juni 2025, menyampaikan bahwa saat ini baru sekitar 20 persen rumah tangga di Indonesia yang terjangkau jaringan fixed broadband.
Layanan internet yang menggunakan infrastruktur fisik seperti kabel serat optik, DSL, atau kabel koaksial.
"Baru kisaran 20 sekian persen rumah yang sudah dikoneksi, harus ada terobosan, selain ketersediaan juga tarifnya supaya terjangkau buat masyarakat. Hilirnya kita dorong fixed broadband untuk menjadi internet murah buat masyarakat," kata dia.
Jaringan fixed broadband menyediakan koneksi internet di rumah, kantor, dan lokasi tetap lain.
Guna menyediakan layanan akses internet fixed broadband dengan kecepatan 100 Mbps.
Kemkomdigi mengalokasikan spektrum baru dan skema jaringan terbuka yang mendorong keterlibatan banyak pihak dan memungkinkan penyediaan layanan dengan harga terjangkau.
"Komdigi akan merilis spektrum frekuensi yang disiapkan di 1,4 GHz, itu benar-benar fixed, tidak boleh digunakan untuk mobile. Jadi, ini memang betul-betul untuk mengejar gap tadi dan harga terjangkau," kata Ismail.
Ismail mengatakan bahwa pemerintah mengupayakan penggunaan teknologi nirkabel untuk menyediakan layanan akses internet di rumah-rumah yang sulit dijangkau jaringan fiber optik seperti area permukiman padat di gang-gang sempit.
Namun, tulang punggung jaringan tetap menggunakan serat optik agar kecepatan koneksi bisa sampai 100 Mbps.
Kemkomdigi sudah meminta para operator seluler di Indonesia untuk membantu menghadirkan layanan akses internet dengan kecepatan hingga 100 Mbps di wilayah tanpa jaringan serat optik di wilayah perkotaan maupun pelosok.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
- PLTS 100 GW Diproyeksikan Serap 1,4 Juta Green Jobs, Energi Surya Jadi Mesin Ekonomi Baru
- 4 HP Motorola Harga Rp1 Jutaan, Baterai Jumbo hingga 7.000 mAh
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
Pilihan
-
Wafat di Usia 74 Tahun, Ini 7 Kontroversi Alex Noerdin: Kasus Korupsi hingga Dana Bagi Hasil Migas
-
Sadis! Pria di Bantul Tewas Ditebas Parang di Depan Anak Istri Saat Tertidur
-
Minta Restu Jokowi, Mantan Bupati Indramayu Nina Agustina Bachtiar Gabung PSI
-
Sumsel Berduka, Mantan Gubernur Alex Noerdin Meninggal Dunia
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
Terkini
-
Waktu Buka Puasa Jakarta Hari Ini, 25 Februari 2026: Catat Jam Magrib & Doa Berbuka Lengkap
-
Jadwal Imsak dan Buka Puasa Jakarta Rabu, 25 Februari 2026: Lengkap Waktu Sahur hingga Magrib
-
Mudik Gratis Pemprov DKI Jakarta 2026 Resmi Dibuka, Cek Syarat dan Cara Daftar Sebelum Kuota Habis
-
Jadwal Buka Puasa Hari Ini Selasa, 24 Februari 2026 di Jakarta dan Sekitarnya
-
Rebut Tahta: OOKLA Speed Test Nobatkan XL Ultra 5G+ Sebagai Jaringan Tercepat di Indonesia!