SuaraJakarta.id - Pernahkah Anda melihat dinding dengan tekstur kasar yang unik, memberikan kesan natural namun tetap modern?
Bisa jadi itu adalah dinding kamprot. Dinding kamprot, atau yang sering juga disebut dengan plesteran acian kasar, semakin populer dalam desain interior dan eksterior karena karakternya yang kuat dan perawatannya yang relatif mudah.
Dinding kamprot adalah teknik finishing dinding yang menciptakan tekstur kasar, berpasir, dan tidak rata pada permukaan plesteran.
Berbeda dengan plesteran halus yang memberikan tampilan mulus, dinding kamprot sengaja dibuat bertekstur untuk menonjolkan kesan alami, industrial, atau rustic.
Tekstur ini dihasilkan dari campuran semen, pasir, dan air dengan proporsi tertentu, serta teknik pengaplikasian yang khusus.
Istilah "kamprot" sendiri berasal dari cara pengerjaannya yang "dikamprotkan" atau disemprotkan/dilemparkan secara manual ke permukaan dinding, menghasilkan butiran-butiran kasar yang menempel.
Meskipun terlihat sederhana, teknik ini membutuhkan keahlian khusus agar tekstur yang dihasilkan merata dan estetik.
Mengapa Dinding Kamprot Populer?
Baca Juga: Lengkap, Syarat & Cara Daftar KPR BTN Sejahtera FLPP 2024: Tenor 20 Tahun
Popularitas dinding kamprot tidak lepas dari kemampuannya untuk menciptakan suasana yang berbeda dalam ruangan.
Bagi Anda yang bosan dengan dinding polos, kamprot bisa menjadi solusi untuk menghadirkan dimensi dan karakter.
Gaya industrial, skandinavia, hingga tradisional dapat dipadukan dengan dinding kamprot.
Selain itu, tampilan alaminya juga cocok untuk Anda yang menginginkan sentuhan "back to nature" di hunian perkotaan.
Cara Membuat Dinding Kamprot: Panduan Langkah Demi Langkah
Membuat dinding kamprot membutuhkan ketelitian dan kesabaran.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
Pilihan
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
Terkini
-
10 Rute Sepeda Pagi di Jakarta dengan View Gedung Mewah, Favorit Pesepeda Dalkot
-
5 Sepatu Lari Minimalis yang Cocok Dipadukan dengan Celana Chino Kantor, Nyaman dan Tetap Rapi
-
5 Sepatu Running All White yang Nyaman Dipakai Seharian, Tetap Stylish untuk Nongkrong
-
Gratis Sepatu Lari? Ini Cara Ikut Giveaway Komunitas Running Jakarta April 2026
-
Kenapa Humor Betawi Tak Pernah Mati? Ini Bedanya Lenong dan Stand-Up Comedy