SuaraJakarta.id - Era baru komunikasi digital telah tiba dengan hadirnya aplikasi perpesanan yang mampu berfungsi tanpa koneksi internet. Salah satu yang paling menonjol adalah Bitchat, sebuah aplikasi yang digagas oleh pendiri Twitter, Jack Dorsey.
Aplikasi ini menawarkan solusi revolusioner bagi pengguna yang kerap terkendala sinyal atau ingin berkomunikasi di luar jangkauan infrastruktur internet konvensional.
Berbeda secara fundamental dari WhatsApp atau Telegram yang bergantung pada server pusat dan koneksi data, Bitchat mengusung teknologi jaringan mesh (mesh network) berbasis Bluetooth.
Konsep ini memungkinkan setiap perangkat pengguna untuk bertindak sebagai simpul atau node dalam sebuah jaringan lokal yang terdesentralisasi.
Pesan yang dikirim akan 'melompat' dari satu perangkat ke perangkat lain hingga mencapai tujuan, memperluas jangkauan komunikasi secara organik.
"Aplikasi ini tidak memerlukan internet, server pusat, bahkan nomor telepon atau email," tulis Dorsey dalam pengumuman resminya di platform X (dulu Twitter).
Teknologi ini bukan tanpa preseden. Sistem serupa pernah menjadi andalan bagi para demonstran di Hong Kong pada 2019 untuk menjaga koordinasi saat akses internet dibatasi oleh otoritas.
Hal ini menyoroti potensi besar aplikasi seperti Bitchat sebagai alat komunikasi alternatif dalam situasi darurat, bencana alam, atau di wilayah dengan sensor internet yang ketat.
Cara Kerja dan Keunggulan Teknologi Mesh
Baca Juga: Kenali Apa Saja Fitur GB WA Terbaru 2023 Ini
Jaringan mesh pada dasarnya menciptakan 'jaring' komunikasi nirkabel. Setiap ponsel yang menjalankan aplikasi seperti Bitchat menjadi bagian dari infrastruktur jaringan itu sendiri, berfungsi sebagai pemancar dan penerima sekaligus.
Pesan dapat melakukan beberapa 'lompatan' (multi-hop relay) antar perangkat untuk mencapai penerima yang berada di luar jangkauan Bluetooth langsung.[4] Dorsey mengklaim Bitchat dapat menjangkau hingga 300 meter, tergantung pada kepadatan pengguna di suatu area.
Keunggulan utama dari pendekatan ini adalah ketahanannya terhadap gangguan. Jika satu node atau perangkat nonaktif, pesan secara otomatis akan mencari rute alternatif melalui node lain yang aktif.
Selain itu, dari segi privasi, Bitchat menawarkan anonimitas tingkat tinggi. Aplikasi ini tidak memerlukan pendaftaran akun, nomor telepon, atau data pribadi lainnya. Pesan yang dikirim pun bersifat sementara, terenkripsi end-to-end, dan hanya tersimpan di perangkat pengguna, bukan di server pusat mana pun.
Untuk mengatasi kendala pengguna yang sedang luring (offline), Bitchat mengimplementasikan sistem store-and-forward. Fitur ini memungkinkan pesan untuk disimpan sementara di perangkat perantara (friend node) dan akan diteruskan ke penerima saat perangkatnya kembali terhubung ke jaringan mesh.
Selain Bitchat, beberapa aplikasi lain seperti Bridgefy dan FireChat juga memanfaatkan teknologi serupa untuk menyediakan layanan perpesanan offline.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- 5 Motor Irit tapi Bukan Honda BeAT, Mesin Awet untuk Jangka Panjang, Cocok untuk Pejuang Nafkah
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
Pilihan
-
Negara Tetangga RI Mulai Alami Krisis BBM
-
Danantara Tunjuk Teman Seangkatan Menko AHY di SMA Taruna Nusantara jadi Bos PT Pos
-
Kronologi Kecelakaan Bus vs Minibus di Pekanbaru, Tewaskan Bocah Perempuan
-
Diduga Kurang Berhati-hati, Minibus Nyemplung di Bundaran HI Usai Tabrak Pembatas Jalan
-
Usai Lebaran, Para Bos Anak Usaha Astra Kompak Mundur
Terkini
-
Sentuhan Klasik di Destinasi Modern: Cerita dari Flea Market Indonesia Design District
-
'Maaf, Nggak Open House', Benarkah Gen Z Kini Pilih Privasi Saat Lebaran?
-
THR Tak Lagi Pakai Amplop, Transfer Digital Kini Geser Tradisi Lebaran?
-
THR Gen Z Tak Lagi Habis untuk Baju Baru, Kini Ramai-ramai Dipakai untuk Upgrade Skill
-
Tak Semua Bisa Mudik, Anak Rantau Ini Rayakan Lebaran Lewat Video Call: Cuma Bisa Lihat dari Layar