Hairul Alwan
Selasa, 27 Januari 2026 | 17:00 WIB
Pelaksanaan JKT Fit Block Party di Cikajang, Jakarta Selatan. [Istimewa]
Baca 10 detik
  • JKT Fit Block Party 2026 di Jalan Cikajang mengubah olahraga menjadi festival budaya pop meleburkan lari, fashion, dan komunitas.
  • Kompetisi Sprint Race menggunakan format relay antar komunitas, menggeser fokus dari performa individu menuju kekompakan bersama.
  • Acara ini merupakan pemanasan yang diadakan Move for More menuju Indonesia Fit Festival pada Mei 2026.

SuaraJakarta.id - Lupakan citra olahraga yang identik dengan kompetisi kaku dan fokus pada performa individu. JKT Fit Block Party 2026 (JFBP) yang baru saja digelar di Jalan Cikajang telah menjadi bukti nyata pergeseran tren besar.

Olahraga kini telah berevolusi menjadi sebuah festival budaya pop. Dengan menyulap jalan raya menjadi arena perayaan yang cair, acara ini secara gamblang menunjukkan bahwa lari, fashion, musik, dan komunitas kini bisa melebur menjadi satu pengalaman yang utuh dan inklusif.

Puncak dari pergeseran paradigma ini terlihat jelas pada segmen The Catrun dalam JFBP 2026. Alih-alih menggelar fashion show di panggung konvensional, agenda tersebut justru menjadikannya peragaan busana activewear lokal yang digelar di tengah lintasan lari.

Kolaborasi dengan Luxcrime menghadirkan konsep teatrikal yang jarang ditemui, membuktikan bahwa dunia fitness dan fashion kini saling beririsan.

Ini adalah pernyataan kuat pakaian olahraga bukan lagi hanya soal fungsi, tetapi juga bagian dari ekspresi gaya dan identitas, layaknya item fashion lainnya.

JFBP tetap menonjolkan semangat komunal. Kompetisi Sprint Race Cikajang tidak dirancang sebagai adu cepat perorangan, melainkan menggunakan format relay race antar komunitas lari.

Pilihan format ini sangat strategis, lantaran menggeser fokus dari siapa pelari tercepat menjadi komunitas mana yang paling solid, memperlihatkan "wajah baru olahraga jalanan yang legal, aman, dan penuh gengsi" namun tetap mengedepankan kebersamaan.

Evolusi ini bukanlah sebuah kebetulan, melainkan sebuah visi yang dirancang secara sadar oleh para inisiatornya.

Event Director dari Move for More, Randitia Putrabagus, menegaskan bahwa ini adalah bagian dari sebuah gerakan yang lebih besar.

Baca Juga: 5 Tren Fashion Pengganti Gorpcore Setelah Salomon, Dari Retro Skate hingga Gaya Anti Mainstream

"Move for More adalah inisiator gerakan gaya hidup sehat yang berfokus pada penciptaan event olahraga kreatif dan berdampak. Kami percaya bahwa olahraga harus menyenangkan, inklusif, dan menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya pop modern," kata Randitia.

Randitia menjelaskan visi event tersebut yakni menciptakan ekosistem. "Kami ingin menciptakan ekosistem di mana komunitas, pelaku hobi, dan sportpreneur bertemu dalam satu frekuensi," ujarnya.

Bagi para peserta dan komunitas yang hadir, energi yang tercipta di Jalan Cikajang hanyalah sebuah awal. JFBP secara resmi menjadi pre-event atau pemanasan menuju panggung yang jauh lebih masif.

"JFBP di Cikajang hanyalah pemanasan. Energi yang kita bangun di jalanan ini akan kita bawa ke panggung yang jauh lebih besar di Indonesia Fit Festival pada 9-10 Mei 2026 nanti," pungkasRanditia.

Dengan menyatukan semua elemen, mulai dari kelas yoga yang non-kompetitif, pasar preloved, hingga kuliner. JKT Fit Block Party berhasil meletakkan fondasi dan menjadi cetak biru masa depan event olahraga di Indonesia, di mana perayaan gaya hidup menjadi jauh lebih penting daripada sekadar catatan waktu.

Load More