Fabiola Febrinastri | RR Ukirsari Manggalani
Jum'at, 20 Februari 2026 | 14:15 WIB
Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana berjabat tangan dengan Presiden RI Prabowo Subianto (Dok: Pemkab Kediri)

SuaraJakarta.id - 17 program prioritas yang diusung Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana di periode kedua secara bertahap langsung dijalankan di tahun pertama pemerintahannya. Bahkan, sebagian besar telah direalisasikan.

Program-program itu meliputi, pupuk tersedia, petani bahagia yang telah direalisasikan dengan pemberian tambahan alokasi pupuk bersubsidi pada tahun 2025. Begitu pula dengan program kesehatan gratis bagi warga kurang mampu yang ditandai dengan capaian Universal Health Coverage (UHC) Kabupaten Kediri 98,72 persen di 2025.

Bidang kesehatan ini, diperluas dengan program peningkatan Puskesmas rawat inap dan pembangunan Rumah Sakit di kawasan Aerotropolis. Sampai penghujung 2025 Pemkab Kediri telah berhasil menambah 6 Puskesmas rawat inap dan hingga Februari ini tercatat sudah terdapat 13 Puskesmas rawat inap di Kabupaten Kediri.

Mas Dhito melihat dalam kondisi keterbatasan ruang fiskal karena kebijakan efisiensi dari pemerintah pusat saat ini, berat untuk membangun rumah sakit yang memerlukan anggaran besar. Adapun strategi yang dilakukan yakni mencoba membangun kerjasama dengan swasta.

"Yang kita lakukan adalah kita komunikasi dengan beberapa rumah sakit, ada tiga rumah sakit," katanya.

Program prioritas lain yang telah direalisasikan yakni insentif bagi 17 ribu Guru, Tenaga Pendidik (GTK), guru ngaji, dan guru agama. Untuk guru ngaji dan agama, penerima manfaat bisyaroh di tahun 2025 bahkan mencapai 9.500 orang dan tahun 2026 direncanakan bertambah menjadi 12.000 orang.

Bidang pendidikan ini juga termasuk program beasiswa Kediri Berbudaya Rp 30 miliar per tahun. Kemudian, program bantuan stimulus fasilitas untuk mushola, masjid, ponpes, tempat ibadah, dan pendidikan keagamaan.

Selanjutnya, program pemberian insentif untuk kader seperti posyandu dan KB, peningkatan insentif RT/RW, Halo Masbup 2.0, Gercep Sahaja administrasi kependudukan, peningkatan Alokasi Dana Desa (ADD) dan pemberian Bantuan Keuangan Khusus (BKK) untuk desa sejahtera juga telah direalisasikan di 2025.

Dalam pemerintahannya, Mas Dhito juga berkomitmen untuk melanjutkan program revitalisasi pasar tradisional. Setelah sebelumnya berhasil merevitalisasi Pasar Wates, awal periode kedua Mas Dhito melakukan revitalisasi Pasar Ngadiluwih.

Baca Juga: BGN Dorong Peran Masyarakat dan UMKM Perkuat Rantai Pasok Program MBG

Program lain yang secara bertahap mulai dijalankan yakni 30.000 lapangan pekerjaan baru. Pada tahun 2025 dimulai dengan 6.000 lebih lapangan pekerjaan baru untuk masyarakat kabupaten kediri yang akan terus dilanjutkan tahun berikutnya.

Di sector pariwisata, Mas Dhito juga mulai melakukan pengembangan wisata dengan gebrakan membuka wisata Ubalan di akhir tahun 2025 dan tahun 2026 ini melanjutkan pembangunan akses jalan ke wisata Gunung Kelud.

“Kelud ini tahun 2026 saya mau selesaikan akses jalan sampai ke kawah, kemudian yang kedua (terkait) safetynya,” ungkap Mas Dhito.

Bidang infrastruktur yang menjadi bagian program prioritasnya, menurut Mas Dhito, saat ini keluhan masyarakat banyak pada jalan, terutama jalan desa. Adapun skema untuk pembangunan jalan desa yakni dengan pemberian BKK dimana pengerjaannya dilakukan desa. Hanya saja, untuk saat ini belum memungkinkan dengan kondisi keterbatasan ruang fiskal daerah.***

Load More