- Promo paylater seperti "Bayar Nanti" dan cicilan ringan memicu belanja impulsif, mengaburkan kesadaran pengeluaran nyata.
- Diskon khusus platform mendorong pembelian tidak esensial, membuat total tagihan menumpuk saat jatuh tempo tiba.
- Akumulasi cicilan ini menyebabkan Tunjangan Hari Raya (THR) sering terpakai untuk melunasi utang konsumtif masa lalu.
Alih-alih menjadi dana tambahan untuk kebutuhan Lebaran atau tabungan, THR justru habis untuk membayar utang konsumtif yang dibuat beberapa bulan sebelumnya.
Akibatnya, tujuan awal menerima THR sebagai penopang keuangan menjelang hari raya tidak tercapai.
5. Gagal Nabung karena “Utang Masa Lalu”
Masalah terbesar dari paylater bukan sekadar bunga atau biaya layanan.
Yang lebih berbahaya adalah beban finansial dari masa lalu yang terus mengikuti penghasilan saat ini.
Ketika sebagian penghasilan harus dipakai membayar cicilan paylater, ruang untuk menabung otomatis menjadi lebih kecil.
Dalam jangka panjang, kebiasaan ini bisa membuat seseorang terjebak dalam siklus konsumsi tanpa tabungan.
Cara Aman Menggunakan THR Agar Tidak Habis Duluan
Agar THR tidak langsung menguap, ada beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan:
1. Sisihkan tabungan lebih dulu
Begitu THR diterima, langsung pisahkan minimal 20–30 persen untuk tabungan.
Baca Juga: Buka Puasa Jakarta dan Sekitarnya Hari Ini 15 Maret 2026 Jam Berapa? Cek Waktu Magrib
2. Hindari belanja menggunakan paylater
Jika tidak benar-benar diperlukan, lebih baik menunda pembelian.
3. Gunakan prinsip kebutuhan, bukan keinginan
Tanyakan pada diri sendiri: apakah barang ini benar-benar dibutuhkan setelah Lebaran?
4. Batasi cicilan
Total cicilan idealnya tidak lebih dari 30 persen penghasilan bulanan.
Pada akhirnya, paylater bukan sepenuhnya buruk jika digunakan secara bijak. Namun tanpa pengendalian, fitur ini bisa menjadi jebakan konsumtif yang membuat THR hanya lewat sebentar di rekening.
Karena itu, sebelum tergoda promo “bayar nanti”, mungkin ada baiknya bertanya pada diri sendiri satu hal sederhana:
Apakah ini kebutuhan, atau hanya godaan diskon sesaat?
Tag
Berita Terkait
-
Akselerasi Livin by Mandiri memudahkan transaksi sekaligus memperluas akses keuangan masyarakat.
-
5 Keunggulan Bank Digital untuk Atur Keuangan Tanpa Ribet bagi Anak Muda
-
Cek Fakta: Viral Gaji Guru Setara DPR, Benarkah Menteri Keuangan Purbaya Mengusulkan Itu?
-
Bank Mandiri Gandeng IKA UII Terbitkan Kartu Debit Co-Brand GPN untuk Perkuat Inklusi Keuangan
-
Si 'Koboy' Purbaya Dinilai Akan Jadi Menteri Keuangan Yang Langgeng di Era Prabowo
Terpopuler
- 5 Mobil Bekas Irit Bensin Pajak Murah dengan Mesin 1000cc: Masa Pakai Lama, Harga Mulai 50 Jutaan
- 45 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 Maret 2026: Kesempatan Raih ShopeePay dan Bundel Joker
- 65 Kode Redeem FF Terbaru 14 Maret 2026: Sikat Evo Scorpio, THR Diamond, dan AK47 Golden
- 26 Kode Redeem FF 13 Maret 2026: Bocoran Rilis SG2 Lumut, Garena Bagi Magic Cube Gratis
- 5 Rekomendasi Parfum di Indomaret yang Tahan Lama untuk Salat Id
Pilihan
-
Dulu Nostalgia, Sekarang Pamer Karir: Mengapa Gen Z Pilih Skip Bukber Alumni?
-
Tutorial S3 Marketing Jalur Asbun: Cara Aldi Taher Jualan Burger Sampe Masuk Trending Topic
-
Dilema Window Shopping: Ketika Mal Cuma Jadi Katalog Fisik Buat Belanja Online
-
Kabar Duka, Jurgen Habermas Filsuf Terakhir Mazhab Frankfurt Meninggal Dunia
-
Korut Tembakkan 10 Rudal Tak Dikenal ke Laut Jepang, Respons Provokasi Freedom Shield
Terkini
-
Imsak Jakarta Hari Ini 16 Maret 2026 Jam Berapa? Catat Batas Sahur dan Jadwal Salatnya
-
THR Baru Cair Sudah Habis? Ternyata Ini Jebakan Promo Paylater yang Banyak Orang Tak Sadar
-
Buka Puasa Jakarta dan Sekitarnya Hari Ini 15 Maret 2026 Jam Berapa? Cek Waktu Magrib
-
Update Harga Minyak Goreng 2 Liter Jelang Lebaran: Filma, Sunco, dan Tropical Sekarang Berapa?
-
Tips Nikmati Ramadan Tanpa Boros lewat Promo Spesial BRI