Tasmalinda
Kamis, 19 Maret 2026 | 23:42 WIB
ucapan minal aidin wal faizin
Baca 10 detik
  • Ucapan "Minal Aidin wal Faizin" berarti doa kembali suci dan menjadi orang yang menang setelah Idul Fitri.
  • Berbagai daerah Nusantara memiliki variasi ucapan selamat Lebaran serupa yang memperkaya tradisi lokal.
  • Penggunaan bahasa daerah saat Idul Fitri bertujuan menguatkan identitas dan mempererat hubungan personal antar sesama.

SuaraJakarta.id - Ucapan Minal Aidin wal Faizin sudah menjadi tradisi yang hampir tak terpisahkan dari Hari Raya Idul Fitri di Indonesia. Namun, tahukah Anda bahwa semangat dan makna dari ucapan tersebut juga hidup dalam berbagai bahasa daerah di Nusantara?

Tidak hanya memperkaya tradisi, mengucapkan selamat Lebaran dalam bahasa daerah juga membuat suasana terasa lebih hangat, dekat, dan penuh makna. Apa Arti “Minal Aidin”?

Sebelum masuk ke berbagai bahasa daerah, penting memahami maknanya. “Minal Aidin” secara sederhana sering dimaknai sebagai kembali ke fitrah atau kembali suci

Biasanya dipadukan dengan kata “Wal Faizin” (orang-orang yang menang) yang sehingga menjadi doa yakni “Semoga kita kembali suci dan termasuk orang yang menang.”

Ucapan “Minal Aidin” dalam Berbagai Bahasa Daerah

Berikut beberapa contoh ucapan Lebaran yang memiliki makna serupa di berbagai daerah di Indonesia:

1. Bahasa Jawa

“Sugeng Riyadi, nyuwun pangapunten lahir lan batin.”

Arti:

Baca Juga: Daftar 74 Lokasi Salat Id Muhammadiyah di Jakarta 2026 per Wilayah, Cek yang Terdekat dari Rumah

Selamat Hari Raya
Mohon maaf lahir dan batin
Digunakan secara luas di Jawa Tengah dan Yogyakarta, ucapan ini terasa sangat halus dan penuh sopan santun.

2. Bahasa Sunda

“Wilujeng Boboran Siam, hapunten lahir sareng batin.”

Arti:

Selamat selesai puasa
Mohon maaf lahir dan batin
Kata hapunten menegaskan sikap rendah hati dalam budaya Sunda.

3. Bahasa Palembang

Load More