- Umat Muslim wajib mengganti (qadha) puasa Ramadan meskipun lupa jumlah pastinya berdasarkan panduan ulama.
- Jika jumlah hari puasa yang ditinggalkan tidak diketahui, gunakan perkiraan maksimal yang diyakini pernah ditinggalkan.
- Ulama membolehkan niat qadha puasa dilakukan secara umum dalam hati tanpa menyebutkan angka tertentu setiap hari.
SuaraJakarta.id - Tidak sedikit umat Muslim yang mengalami hal ini: memiliki utang puasa Ramadan, tetapi lupa jumlah pastinya. Entah karena sudah lama berlalu, atau tidak pernah mencatat sejak awal.
Pertanyaannya, apakah puasa tetap bisa diganti? Dan bagaimana cara meniatkannya jika jumlah hari tidak diketahui secara pasti?
Kondisi ini sering menimbulkan kegelisahan. Namun, para ulama telah memberikan solusi yang praktis dan menenangkan.
Apakah Puasa Tetap Wajib Diganti Jika Lupa Jumlahnya? Jawabannya: tetap wajib diganti (qadha).
Dalam Islam, kewajiban puasa Ramadan tidak gugur hanya karena lupa jumlahnya. Selama yakin pernah meninggalkan puasa, maka kewajiban tersebut tetap harus ditunaikan.
Para ulama memberikan panduan yang cukup jelas dalam kondisi ini.
Jika lupa jumlah pasti, maka:
- Gunakan perkiraan yang paling mendekati
- Jika ragu, ambil jumlah maksimal yang diyakini pernah ditinggalkan
Misalnya:
Jika ragu antara 3 atau 5 hari, maka ambil 5 hari
Jika benar-benar lupa maka gunakan perkiraan yang paling aman
Pendekatan ini bertujuan agar kewajiban benar-benar tertunaikan dan tidak menyisakan keraguan.
Baca Juga: Lebaran Asyik di Jakarta: Keliling Dunia dalam Satu Kawasan, Tanpa Macet-macetan Keluar Kota
Bolehkah Niat Qadha Secara Umum?
Dalam kondisi lupa jumlah, ulama juga membolehkan niat qadha secara umum, tanpa harus menyebut angka tertentu setiap hari.
Contohnya cukup dalam hati: “Saya niat mengganti puasa Ramadan yang saya tinggalkan karena Allah Ta’ala.”
Tidak perlu menyebut “hari ke-1, ke-2, dan seterusnya”, yang terpenting adalah niat mengganti utang puasa.
Secara umum, pelaksanaan qadha puasa sama seperti puasa Ramadan:
- Dilakukan di luar bulan Ramadan
- Dimulai sebelum fajar
- Menahan diri hingga magrib
- Tidak harus berturut-turut
Yang penting, jumlah hari yang diganti sesuai dengan kewajiban yang diyakini.
Tips Agar Tidak Bingung di Masa Depan
Berita Terkait
-
Utang Puasa atau Syawal Dulu? Ini Jawaban Ulama yang Banyak Dicari Umat Muslim
-
Jadwal Imsak Jakarta Hari Ini 24 Februari 2026: Catat Waktu Sahur, Subuh & Buka Puasa
-
Waktu Imsak Jakarta 23 Februari 2026 Hari Ini, Lengkap Niat Puasa Ramadan
-
Hukum dan Bacaan Niat Puasa Sebulan Penuh Ramadan, Lengkap Arab Latin dan Penjelasannya
-
Niat Puasa Ramadhan 2026 untuk Sebulan dan Harian Lengkap Arab Latin serta Hukum Mazhab
Terpopuler
- Urutan Elemen Shio Paling Terkuat dan Paling Dominan dalam Feng Shui, Kenali 5 Unsurnya
- Transjakarta Resmi Hapus 3 Rute Bus Penghubung Rusun, Warga Diminta Pakai Rute Alternatif
- Guruh Soekarnoputra Sakit Apa? Wafat di Usia 73 Tahun usai Dirawat Intensif
- Urutan Pemakaian Air Mawar, Moisturizer, dan Sunscreen di Pagi Hari yang Tepat
- 5 Novel Sejarah untuk Menelusuri Jejak G30S/PKI, Jangan Lupakan Masa Lalu!
Pilihan
-
Hasil Rapat Haji di Istana, Masa Tunggu Jadi 14 Tahun
-
Hasil Investigasi di Lapas Cibinong: Kulkas Berisi Miras hingga Perabotan Mewah Milik Kasi Kamtib
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
Terkini
-
Swiss-Belresidences Kalibata Hadirkan Semangat Local Heart Lewat CSR dengan Sahabat Anak Cijantung
-
Sepeda dari BRI Peduli Ini Antar Mahesa ke Sekolah, Tidak Lagi Terhalang Banjir Rob
-
Gus Ipul Tegaskan Fitnah Harus Diuji melalui Proses Hukum
-
Bukan Sekadar Nobar, Momen Kaesang Pangarep Berbincang dan Berfoto Bersama Anak Disabilitas
-
Pestapora 2026 Hadirkan Ragam Keseruan, Ada Promo dan Hadiah dari BRI