- Perkumpulan Indonesia Raya Menggambar mengusulkan bulan Mei sebagai Bulan Indonesia Menggambar kepada Kementerian Kebudayaan secara resmi.
- Usulan ini bertujuan mengangkat menggambar sebagai praktik budaya strategis yang edukatif, historis, dan relevan di era modern.
- Pameran nasional melibatkan 303 komunitas direncanakan berlangsung di Galeri RJ Katamsi Yogyakarta pada pertengahan Mei 2026.
SuaraJakarta.id - Upaya menjadikan menggambar sebagai bagian dari gerakan budaya nasional mulai menguat. Sejumlah seniman dan pegiat seni rupa mendorong pemerintah menetapkan bulan Mei sebagai Bulan Indonesia Menggambar, sebuah momentum yang diharapkan mampu mengangkat praktik menggambar ke level yang lebih luas di tengah masyarakat.
Usulan tersebut telah disampaikan secara resmi kepada Kementerian Kebudayaan melalui naskah akademik yang disusun oleh Perkumpulan Indonesia Raya Menggambar.
Langkah ini tidak berhenti pada pengajuan dokumen. Para penggagas juga telah melakukan audiensi dengan Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, untuk memperkuat dorongan agar menggambar diakui sebagai praktik budaya yang strategis.
Ketua Indonesia Raya Menggambar sekaligus perumus naskah akademik, EdoPop, menegaskan bahwa menggambar selama ini sering dipersepsikan terlalu sempit.
“Selama ini menggambar hanya dianggap keterampilan dasar atau aktivitas teknis. Padahal, ia memiliki dimensi edukatif, historis, hingga sosial yang sangat kuat dalam kehidupan masyarakat,” ujarnya.
Pandangan serupa disampaikan oleh akademisi seni yang juga terlibat dalam penyusunan kajian, Hajar Pamadhi. Ia menilai menggambar memiliki peran penting dalam pengembangan kemampuan berpikir.
“Dalam konteks pendidikan, menggambar mampu mendorong kreativitas, kemampuan berpikir tingkat tinggi, sekaligus menjadi media ekspresi emosional yang sehat,” jelasnya.
Kajian yang diajukan menempatkan menggambar sebagai bagian dari literasi visual yang semakin penting di era modern. Di tengah perkembangan teknologi seperti kecerdasan buatan, Internet of Things, hingga realitas virtual, kemampuan memahami dan menciptakan visual dinilai menjadi kebutuhan dasar masyarakat.
Secara historis, praktik menggambar di Indonesia juga memiliki akar panjang. Lukisan gua yang ditemukan di berbagai wilayah Nusantara, seperti di Kalimantan dan Sulawesi, menjadi bukti bahwa aktivitas ini telah menjadi bagian dari cara manusia berkomunikasi sejak ribuan tahun lalu.
Baca Juga: Pekan Boedaja Dorong Aktivasi Kawasan Batavia Lewat Event Berbasis Budaya
Pemilihan bulan Mei sebagai momentum nasional pun bukan tanpa alasan. Bulan ini beririsan dengan sejumlah peringatan penting, mulai dari Hari Pendidikan Nasional hingga Hari Kebangkitan Nasional. Selain itu, Mei juga berkaitan dengan sejarah seni rupa Indonesia, termasuk kelahiran pelukis besar Raden Saleh Syarif Bustaman.
Gagasan Bulan Indonesia Menggambar sebenarnya telah tumbuh dari bawah. Sejak 2022, berbagai komunitas seni di seluruh Indonesia telah menginisiasi kegiatan menggambar secara kolektif di bulan Mei. Kegiatan tersebut mencakup pameran, workshop, kelas edukasi, hingga aktivasi ruang publik yang melibatkan masyarakat luas.
Kurator Pameran Nasional Indonesia Menggambar 2026, Dio Pamola, menyebutkan bahwa gerakan ini akan diperluas dalam skala nasional.
“Kami merencanakan pameran nasional yang melibatkan 303 komunitas dari seluruh Indonesia sebagai ruang pertemuan lintas generasi dan lintas pendekatan dalam praktik menggambar,” katanya.
Pameran tersebut direncanakan berlangsung di Galeri RJ Katamsi ISI Yogyakarta pada pertengahan Mei 2026.
Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyampaikan dukungan terhadap inisiatif tersebut. Ia mendorong agar kegiatan menggambar tidak hanya dilakukan oleh kalangan seniman, tetapi juga melibatkan masyarakat luas di berbagai sektor kehidupan.
Tag
Berita Terkait
-
Jarang Diketahui! Cara Hemat Naik LRT & MRT Jakarta, Bisa Irit Ratusan Ribu Sebulan
-
April Paling Ajib di NOYA, Saat Musik Global Menyatu dengan Gaya Hidup Urban Jakarta
-
Lebaran Asyik di Jakarta: Keliling Dunia dalam Satu Kawasan, Tanpa Macet-macetan Keluar Kota
-
Jadwal Imsak Jakarta 20 Maret 2026: Batas Sahur di Akhir Ramadan, Catat Waktu Subuh Hari Ini
-
Cek Lokasi Salat Id Muhammadiyah Jakarta 2026, Ini yang Paling Dekat dari Rumah
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- 3 Klub Pemain Timnas Indonesia Berhasil Raih Tiket Promosi Musim Ini
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- HP Vivo yang Bagus Seri Apa? Ini Rekomendasi Seri X, V, dan Y Sesuai Kebutuhan
- 4 Rekomendasi Sampo Urang-Aring untuk Menghitamkan dan Menyuburkan Rambut
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
Terkini
-
Adopsi AI Indonesia Tertinggi se-Asia Tenggara, SML Luncurkan AI Entrepreneurship di BSD City
-
Mitsubishi Destinator Andalkan Kenyamanan Premium dan Performa Turbo di Kelas SUV Keluarga
-
5 Sepatu Lari untuk Traveling yang Ringan, Empuk, dan Tidak Bikin Koper Cepat Penuh
-
7 Sepatu Lari Lokal yang Tetap Keren Dipakai Pakai Jeans, Cocok Buat Ngantor WFO
-
LRT Jakarta Diwacanakan Tembus PIK 2 dan Soetta, Solusi Ampuh Kurangi Mobil Pribadi?