- Akun Facebook Udin Sanjaya menyebarkan hoaks terkait warga Indonesia yang memberikan bantuan ratusan triliun rupiah kepada Iran.
- Hasil pemeriksaan fakta menyatakan klaim tersebut tidak memiliki sumber kredibel dan bukti transaksi yang dapat dipertanggungjawabkan.
- Foto yang digunakan sebagai bukti pendukung klaim tersebut terdeteksi sebagai hasil rekayasa teknologi kecerdasan buatan atau AI.
SuaraJakarta.id - Jagat media sosial kembali dihebohkan dengan klaim fantastis: seorang warga Indonesia disebut-sebut menyumbangkan uang hingga ratusan miliar rupiah ke Iran.
Narasi ini langsung menyebar cepat. Bahkan, tak sedikit warganet yang percaya dan ikut membagikannya, seolah-olah ini adalah bentuk solidaritas besar dari Indonesia ke negara konflik tersebut.
Namun, benarkah kabar itu?
Narasinya: Pada Sabtu (28/4/2026) akun Facebook “Udin Sanjaya” mengunggah foto [arsip] yang mengklaim warga Indonesia bernama M Hasbi Al-Khairi menyumbangkan bantuan uang miliaran Rupiah ke Iran.
“DEMI ISLAM!! Seorang Pengusaha Bernama M. Hasbi Al-Khairi Asal ATB Memberikan Bantuan Uang Sebanyak 548 Triliun Kepada Iran”
Hingga Rabu (8/4/2026) unggahan tersebut disukai lebih dari 70 ribu kali, menuai lebih dari 7 ribu komentar, dan dibagikan ulang lebih dari 1,9 ribu.
Dalam unggahan yang viral, disebutkan seorang pengusaha asal Indonesia memberikan bantuan dalam jumlah luar biasa besar bahkan mencapai ratusan triliun rupiah.
Angkanya bukan hanya mengejutkan, tapi juga sulit dipercaya.
Tanpa sumber jelas, tanpa bukti transaksi, dan tanpa konfirmasi dari pihak mana pun—narasi ini justru menyebar seperti fakta.
Baca Juga: Jarang Diketahui! Cara Hemat Naik LRT & MRT Jakarta, Bisa Irit Ratusan Ribu Sebulan
Di sinilah banyak orang mulai terjebak.
Fakta Terungkap: Tidak Ada Bukti Kredibel
Hasil penelusuran tim pemeriksa fakta menunjukkan tidak ada satu pun sumber terpercaya yang membenarkan klaim tersebut.
Tak hanya itu, gambar yang dijadikan “bukti” dalam unggahan ternyata bermasalah.
Setelah dianalisis menggunakan alat pendeteksi kecerdasan buatan, foto tersebut justru terindikasi sebagai hasil rekayasa AI, dengan tingkat probabilitas tinggi sebagai konten buatan.
Artinya, bukan hanya narasinya yang meragukan—visual pendukungnya pun tidak bisa dipercaya.
Berita Terkait
-
Cek Fakta: Benarkah Serangan Iran Hancurkan Kilang Israel? Ini Faktanya
-
Cek Fakta: Viral Video Wanita Filipina Terserang Rudal Saat Live di Dubai, Benarkah?
-
Cek Fakta: Viral Kabar 2 Siswa SD di Aceh Meninggal Keracunan MBG, Benarkah?
-
Cek Fakta: Benarkah AC Masjid Meledak Saat Sholat Subuh hingga 20 Jamaah Meninggal Dunia?
-
Cek Fakta: Benarkah Klaim Jokowi Resmi Jadi Wantimpres?
Terpopuler
- 6 Motor Listrik Paling Kuat di Tanjakan 2026, Anti Ngeden dan Tetap Bertenaga
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- Therese Halasa, Perempuan Palestina yang Tembak Benjamin Netanyahu
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
Pilihan
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
-
Regime Change! Kongres AS Usul Donald Trump dan Menteri Perang Dicopot Pekan Depan
-
Kebakaran di Gedung Satreskrim Polres Jakarta Barat, 13 Mobil Damkar Dikerahkan
-
90 Menit yang Menentukan! Trump Tak Jadi Pakai Senjata Nuklir ke Iran karena Ditekan?
-
Donald Trump Umumkan Gencatan Senjata Perang Iran Selama Dua Pekan
Terkini
-
Cek Fakta: Heboh Donasi Fantastis ke Iran dari Warga RI, Benarkah atau Hoaks?
-
Review Jujur Sepatu Lari Murah di Decathlon, Layakkah Dipakai Lari 5 Km Setiap Pagi di 2026?
-
Cara Memilih Sunscreen Spray yang Tidak Merusak Makeup di 2026, Lengkap dengan Rekomendasi Produknya
-
Bahas Flyover Mengkreng, Mas Dhito Bertemu Bupati Nganjuk dan Jombang
-
Mas Dhito Tekankan Profesionalitas Pengelolaan KDKMP agar Berkelanjutan