- Pekerja kantoran di Jakarta kini menggunakan layanan catering diet berbasis teknologi AI untuk mencapai target penurunan berat badan.
- Sistem AI menyusun menu harian yang dipersonalisasi berdasarkan data fisik, preferensi makanan, serta kebutuhan kalori spesifik setiap pelanggan.
- Layanan ini memudahkan masyarakat urban menjaga pola makan disiplin secara praktis melalui pengiriman makanan yang terukur dan variatif.
SuaraJakarta.id - Menurunkan berat badan kini tak lagi identik dengan menahan lapar atau repot menghitung kalori sendiri setiap hari. Di Jakarta, tren baru mulai diminati banyak pekerja kantoran dan anak muda: diet catering sehat berbasis AI.
Layanan ini menawarkan menu harian yang dirancang menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) untuk menyesuaikan kebutuhan kalori, preferensi makanan, hingga target penurunan berat badan setiap pelanggan.
Tak heran, konsep ini mulai ramai dibicarakan di media sosial karena dianggap lebih praktis, terukur, dan cocok untuk gaya hidup masyarakat urban yang serba cepat.
Lalu, bagaimana cara kerja diet catering sehat berbasis AI ini?
AI Menghitung Kebutuhan Kalori Secara Personal
Sebelum berlangganan, pengguna biasanya diminta mengisi data seperti:
- usia
- tinggi dan berat badan
- aktivitas harian
- target diet
- preferensi makanan
- alergi makanan tertentu
Dari data tersebut, sistem AI akan menghitung kebutuhan kalori harian dan merekomendasikan paket makanan yang sesuai.
Misalnya, seseorang dengan target turun 4 kilogram dalam dua bulan akan mendapatkan defisit kalori yang sudah diatur otomatis.
Menu Disesuaikan agar Tidak Bosan
Salah satu alasan diet sering gagal adalah bosan dengan menu yang itu-itu saja. Catering sehat berbasis AI biasanya memiliki rotasi menu otomatis berdasarkan kebiasaan pengguna.
Baca Juga: 5 Lip Tint Tahan Lama untuk Makan Makanan Berminyak agar Warna Tetap On
Hari ini salad ayam panggang, besok nasi shirataki dengan salmon, lalu smoothie bowl atau wrap sehat. Variasi menu ini membantu diet lebih konsisten.
Beberapa layanan menyediakan aplikasi untuk memantau perkembangan berat badan, asupan kalori, bahkan memberi notifikasi jika target meleset.
AI juga bisa melakukan penyesuaian menu jika progres penurunan berat badan terlalu lambat atau terlalu cepat.
Bagi pekerja di Jakarta yang tak sempat meal prep atau memasak sendiri, layanan ini sangat membantu.
Makanan biasanya diantar langsung ke rumah atau kantor sesuai jadwal. Praktis tanpa perlu hitung kalori manual.
Tips Memilih Catering Diet Berbasis AI
Tag
Berita Terkait
-
Tips Hemat Belanja Ramadan dan Lebaran, Maksimalkan Promo Menarik dari BRI
-
THR Baru Cair Sudah Habis? Ternyata Ini Jebakan Promo Paylater yang Banyak Orang Tak Sadar
-
Tips Nikmati Ramadan Tanpa Boros lewat Promo Spesial BRI
-
Perang Harga Sirup Marjan & ABC: Duel Promo Alfamart vs Indomaret Minggu Ini
-
Mudik dan Liburan Lebaran Lebih Hemat dengan Promo Spesial BRI
Terpopuler
- 4 HP realme dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- HP Rp1,5 Jutaan yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik David GadgetIn
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
Pilihan
-
Susunan Pemain Timnas Indonesia vs Mozambik di FIFA Matchday Malam Ini
-
Menkes Budi Gunadi Sadikin Susul Chatib Basri dan Luhut ke Istana
-
Bupati Muara Enim Resmi Pakai Rompi Oranye KPK
-
Luhut Bawa Chatib Basri ke Istana, Ini Tujuannya
-
Di Mana Menkeu Purbaya saat Chatib Basri Dipanggil Prabowo ke Istana
Terkini
-
5 Fakta Mengapa Persija Memilih Shin Tae yong, Nomor 3 Paling Ditunggu Jakmania
-
Apa Itu Jakarta Urban Knowledge Hub? Inisiatif yang Disiapkan untuk Masa Depan Jakarta
-
Ke Mana Uang Jamaah Hanania Group Mengalir? Polisi Telusuri Jejak Aset dan Rekening
-
Perubahan Nasib Dadan Hindayana dalam 48 Jam: Dari Pimpinan BGN hingga Berompi Tahanan
-
Mengapa Jakarta Masih Berpotensi Hujan Saat Musim Kemarau? BMKG Jelaskan Penyebabnya