SuaraJakarta.id - Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana melantik dan memimpin pengambilan sumpah/janji 156 Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kediri, Kamis (2/4/2026).
Berlokasi di Gedung Bagawanta Bhari, pelantikan dan pengambilan sumpah/janji ini sekaligus menandai peralihan status 138 CPNS angkatan 2025 menjadi PNS. Dalam kesempatan yang sama, dari 138 orang PNS, 40 diantaranya termasuk 18 PNS lain yang telah lolos uji kompetensi dilantik dan menerima SK pejabat fungsional.
Mas Dhito sapaan akrab Bupati Kediri dalam arahannya menyampaikan, ditengah kondisi daerah yang tengah mengalami efisiensi, tidak ada alasan bagi tiap PNS untuk tidak bekerja secara profesional.
Sebagai bagian dari keluarga besar Pemerintah Kabupaten Kediri, Mas Dhito mengingatkan kepada keseluruhan 156 PNS tersebut, untuk tidak terlintas melakukan tindak pidana korupsi.
"Saya titip pesan jangan menyalahgunakan kewenangan," kata Mas Dhito.
Menurut Mas Dhito, setiap pekerjaan yang dijalankan para PNS tersebut akan berdampak kepada masyarakat. Untuk itu, begitu masuk ke lingkungan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sesuai penempatan mereka diharapkan dapat cepat beradaptasi dan menjalankan tugas dengan tulus.
Disisi lain, di lingkungan OPD terkait, mereka dalam bekerja akan dihadapkan pada tugas-tugas yang diperintahkan dari pimpinan. Perintah dari pimpinan tersebut menurut Mas Dhito sedianya harus dapat dijalankan sejauh itu benar dan tidak menyalahi aturan.
"Kalau pimpinannya salah harus berani bilang nggak, kalau benar laksanakan tugasnya," pesan Mas Dhito dengan tegas. ***
Baca Juga: Bahas Flyover Mengkreng, Mas Dhito Bertemu Bupati Nganjuk dan Jombang
Berita Terkait
-
Bahas Flyover Mengkreng, Mas Dhito Bertemu Bupati Nganjuk dan Jombang
-
Mas Dhito Tekankan Profesionalitas Pengelolaan KDKMP agar Berkelanjutan
-
Gelar Tasyakuran Hari Jadi Kabupaten Kediri Secara Sederhana, Ini Harapan Mas Dhito
-
Pelayanan Dasar Jadi Prioritas Utama Pemerintahan Mas Dhito dalam Musrenbang RKPD 2027
-
Jelang Mudik Lebaran, Mas Dhito Minta PUPR Gerak Cepat Penanganan Jalan Berlubang
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
Terkini
-
Transformasi Digital BRI Dongkrak Transaksi QRIS hingga Rp30,5 Triliun
-
Rehabilitasi Mangrove Berkelanjutan, 21.060 Bibit Ditanam di Pesisir Jakarta
-
Dari Parenting hingga Drone, Dua Kreator Ungkap Pesona Pesisir Jakarta
-
BRI Peduli Tanam 24.000 Mangrove untuk Pulihkan Pesisir di Jawa Barat
-
Tolak Rencana Pembatasan Kadar Nikotin dan Tar, APTI Minta Perlindungan Presiden