- Sarekat Hijau Indonesia memperingati May Day 2026 dengan menekankan keterkaitan antara kesejahteraan buruh dan keberlanjutan kondisi lingkungan hidup.
- Buruh sektor perkebunan menghadapi krisis ganda berupa eksploitasi tenaga kerja serta paparan bahan kimia berbahaya akibat kerusakan ekosistem.
- Organisasi menuntut reforma agraria, sistem produksi berkelanjutan, serta pengakuan peran buruh sebagai garda depan pelindung lingkungan hidup.
Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 1 Mei 2026
Hari Buruh bukan hanya tentang relasi antara pekerja dan upah, tetapi juga tentang relasi yang lebih dalam: antara kerja, kehidupan, dan keberlanjutan bumi. Buruh tidak berdiri di luar alam, mereka adalah bagian dari ekosistem yang sama yang hari ini sedang mengalami krisis.
Sarekat Hijau Indonesia memandang bahwa krisis yang dihadapi buruh hari ini adalah krisis ganda: eksploitasi tenaga kerja dan eksploitasi alam yang berjalan beriringan. Di sektor pertanian dan perkebunan, buruh bekerja dalam kondisi rentan, upah rendah, tanpa kepastian kerja, sekaligus terpapar kerusakan lingkungan dan bahan kimia berbahaya.
Dalam perspektif hijau, keadilan bagi buruh tidak bisa dipisahkan dari keadilan ekologis. Tidak akan ada pekerjaan yang layak di atas bumi yang rusak.
Untuk itu, kami menyatakan sikap:
- Menuntut kerja layak dalam sistem ekonomi yang berkeadilan ekologis
- Pekerjaan yang layak harus menjamin tidak hanya upah, tetapi juga keberlanjutan lingkungan tempat buruh hidup dan bekerja.
- Menghentikan model produksi eksploitatif
- Kami menolak sistem pertanian dan perkebunan industri yang merusak hutan, tanah, dan air, serta menggantinya dengan pendekatan agroekologi yang adil bagi buruh dan alam.
- Perlindungan kesehatan buruh dari racun lingkungan
- Negara harus menghentikan penggunaan bahan kimia berbahaya tanpa perlindungan, serta menjamin hak buruh atas lingkungan kerja yang sehat.
- Reforma agraria dan keadilan akses sumber daya
- Buruh tani harus memiliki akses terhadap tanah dan sumber kehidupan, bukan sekadar menjadi tenaga kerja murah di atas tanah yang dikuasai korporasi.
- Pengakuan peran buruh sebagai penjaga ekologi
- Buruh, terutama petani dan pekerja kebun, adalah garda depan dalam menjaga keberlanjutan lingkungan. Peran ini harus diakui dan diperkuat.
- Solidaritas antara gerakan buruh dan gerakan lingkungan
- Kaum hijau mendorong persatuan antara perjuangan buruh dan perjuangan ekologis sebagai kekuatan transformasi menuju masa depan yang adil dan lestari.
- Hari Buruh adalah pengingat bahwa kerja bukan sekadar produksi, tetapi bagian dari relasi kehidupan. Ketika alam rusak, buruhlah yang pertama merasakan dampaknya.
Hidup Buruh!
Hidup Ekologi!
Hidup Keadilan!
DPW SHI Jawa Barat
DPW SHI Kalimantan Tengah
DPW SHI Sumatera Selatan
DPW SHI Sumatera Utara
DPW SHI Aceh
DPW SHI Sulawesi Tengah
DPW SHI Sulawesi Selatan
DPW SHI Nusa Tenggara Barat
DPW SHI Nusa Tenggara Timur
DPW SHI Lampung
DPW SHI Papua Barat
DPW SHI Papua Barat Daya
DPW SHI Maluku Utara
Tag
Berita Terkait
-
7 Tablet Murah untuk Gantikan Buku Catatan di 2026, Cocok untuk Pelajar & Pekerja
-
5 Mobil Kecil Bekas Paling Irit BBM, Cocok untuk Anak Kuliah dan Pekerja UMR
-
Cek Fakta: Viral Tautan Pendaftaran 500 Ribu Pekerja di Dapur MBG, Benarkah?
-
Wagub Rano Karno Lepas 654 Pemudik ke Kepulauan Seribu, Kebanyakan Mahasiswa dan Pekerja
-
Pekerja Rumah Tangga di Grogol Petamburan Dianiaya Anak Majikannya
Terpopuler
- Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
- Panitia Batalkan Undang Raffi Ahmad di GSI Youth Fest Hero Summit
- Sejumlah Jenderal Diperiksa Propam, Ini Respons Mabes
- Jenderal Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo
- Margarito Kamis Jelaskan Isi Putusan MA, RI Tak Lagi Punya Wakil Presiden yang Sah?
Pilihan
-
Jokowi Ngaku Lupa Nama 3 Temannya yang Wisuda Bareng di UGM
-
Hakim Potong Omongan Jokowi yang Melebar: Jawab Saja Pertanyaannya!
-
Jokowi Pamer Ijazah di Depan Mukanya, Roy Suryo Ketawa Ngakak
-
Relawan Jokowi Padati PN Jaktim, Joget-Joget dan Bawa Poster Sindiran untuk Roy Suryo
-
Jokowi Bantah Roy Suryo di Sidang: Di Skripsi Saya Tak Ada Tulisan 'Tesis'
Terkini
-
Tak Sekadar Membaca, Kreativitas Anak di Pesisir Jakarta Didorong Lewat Pojok Literasi
-
Perkuat Tata Kelola, Akses Layanan UMKM di Jakarta Kian Diperluas
-
Truk Molen Tabrak 12 Orang di Halte Bekasi, Enam Tewas dan Kelayakan Kendaraan Disorot
-
Sidang Febrie Adriansyah Berlanjut, Maphi Soroti Dugaan Intervensi Kasus BTS 4G
-
Dari Pilates hingga Padel Tepi Laut, Ini Cara Asyik Isi Akhir Pekan di Pesisir Jakarta