- Sarekat Hijau Indonesia memperingati May Day 2026 dengan menekankan keterkaitan antara kesejahteraan buruh dan keberlanjutan kondisi lingkungan hidup.
- Buruh sektor perkebunan menghadapi krisis ganda berupa eksploitasi tenaga kerja serta paparan bahan kimia berbahaya akibat kerusakan ekosistem.
- Organisasi menuntut reforma agraria, sistem produksi berkelanjutan, serta pengakuan peran buruh sebagai garda depan pelindung lingkungan hidup.
SuaraJakarta.id - May Day tak lagi sekadar soal upah. Pada May Day 2026, Sarekat Hijau Indonesia mengingatkan bahwa masa depan buruh justru ditentukan oleh kondisi lingkungan yang terus mengalami tekanan.
Ketua DPW SHI Sumatera Selatan, Muhammad Husni, menegaskan bahwa persoalan tersebut nyata dirasakan buruh di lapangan. “Tak akan ada kerja layak di bumi yang rusak,” ujarnya.
Ia menjelaskan, buruh terutama di sektor perkebunan, tidak hanya menghadapi persoalan upah rendah, tetapi juga risiko kesehatan akibat paparan bahan kimia serta lingkungan kerja yang tidak aman.
Menurutnya, selama ini persoalan lingkungan kerap dipandang terpisah dari isu ketenagakerjaan. Padahal, keduanya saling berkaitan erat. “Kalau lingkungannya rusak, yang paling dulu merasakan dampaknya adalah buruh,” kata Husni.
Dalam pernyataan sikapnya, Sarekat Hijau menilai buruh saat ini menghadapi krisis ganda. Di satu sisi, persoalan klasik seperti upah rendah, ketidakpastian kerja, dan minimnya perlindungan masih terus terjadi. Di sisi lain, buruh juga menjadi pihak yang paling terdampak dari kerusakan lingkungan.
Kondisi ini banyak ditemukan di sektor pertanian dan perkebunan, di mana buruh bekerja dalam situasi rentan, terpapar bahan kimia berbahaya, sekaligus menghadapi kerusakan tanah dan air.
Sarekat Hijau menekankan bahwa keadilan bagi buruh tidak bisa dilepaskan dari keadilan ekologis. Pekerjaan yang layak tidak hanya soal upah, tetapi juga lingkungan hidup yang sehat dan berkelanjutan.
Jika lingkungan rusak, dampaknya akan langsung dirasakan buruh, mulai dari kesehatan hingga keberlangsungan pekerjaan mereka.
Dalam momentum May Day, mereka juga mendorong perubahan sistem produksi yang dinilai eksploitatif terhadap manusia dan alam. Model produksi di sektor pertanian dan perkebunan yang merusak lingkungan diminta untuk dihentikan dan diganti dengan pendekatan yang lebih berkelanjutan.
Baca Juga: 7 Sepatu Lari Lokal yang Paling Banyak Dipakai di CFD Jakarta, Nomor 3 Lagi Naik Daun
Selain itu, perlindungan terhadap buruh dari paparan bahan kimia berbahaya juga menjadi perhatian utama.
Isu reforma agraria turut diangkat, agar buruh tani memiliki akses terhadap tanah dan sumber daya, bukan sekadar menjadi tenaga kerja di lahan yang dikuasai korporasi.
Sarekat Hijau juga menyoroti peran buruh, khususnya petani dan pekerja kebun, sebagai garda depan dalam menjaga lingkungan. Namun peran tersebut dinilai belum mendapatkan pengakuan yang layak.
Karena itu, mereka mendorong solidaritas antara gerakan buruh dan gerakan lingkungan sebagai kekuatan untuk mendorong perubahan yang lebih luas.
Bagi Sarekat Hijau, Hari Buruh bukan sekadar momentum tahunan, tetapi pengingat bahwa kerja bukan hanya soal produksi, melainkan bagian dari relasi kehidupan yang lebih luas. Ketika alam rusak, buruh menjadi pihak pertama yang merasakan dampaknya.
PERNYATAAN SIKAP SAREKAT HIJAU INDONESIA
Tag
Berita Terkait
-
7 Tablet Murah untuk Gantikan Buku Catatan di 2026, Cocok untuk Pelajar & Pekerja
-
5 Mobil Kecil Bekas Paling Irit BBM, Cocok untuk Anak Kuliah dan Pekerja UMR
-
Cek Fakta: Viral Tautan Pendaftaran 500 Ribu Pekerja di Dapur MBG, Benarkah?
-
Wagub Rano Karno Lepas 654 Pemudik ke Kepulauan Seribu, Kebanyakan Mahasiswa dan Pekerja
-
Pekerja Rumah Tangga di Grogol Petamburan Dianiaya Anak Majikannya
Terpopuler
- Daftar Prodi Berpotensi Ditutup Imbas Fokus Industri Strategis Nasional
- Promo Alfamart Hari Ini 30 April 2026, Tebus Suka Suka Diskon 60 Persen
- 5 Rekomendasi HP POCO RAM Besar dan Kamera Bagus, Cek di Sini!
- 7 Cushion Wudhu Friendly dengan Hasil Flawless Seharian, RIngan dan Aman di Kulit
- Heboh Lagi, Ahmad Dhani Klaim Punya Bukti Perselingkuhan Maia Estianty dengan Petinggi Stasiun TV
Pilihan
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
Terkini
-
Ingin Cantik, Malah Luka Serius, Korban Dokter Gadungan Eks Finalis Puteri Indonesia Alami Trauma
-
Tarif Belasan Juta Bikin Percaya, Modus Dokter Gadungan Eks Finalis Puteri Indonesia Terbongkar
-
'Tak Akan Ada Kerja Layak di Bumi yang Rusak', Suara Sarekat Hijau Indonesia di May Day 2026
-
Sering Naik Ojol? 7 Bedak Tabur Anti Polusi Ini Bikin Wajah Tetap Fresh dan Nggak Kusam
-
Barang Hilang Saat Kecelakaan Kereta? Ini Cara Klaim ke KAI agar Bisa Kembali