Tasmalinda
Senin, 18 Mei 2026 | 21:01 WIB
sepatu lokal paling laris di bulan April 2026
Baca 10 detik
  • Sepatu lari lokal mendominasi pasar Indonesia sepanjang Mei 2026 karena tingginya permintaan dari komunitas lari urban.
  • Sepuluh merek lokal seperti Ortuseight, 910 Nineten, dan Specs semakin populer akibat pengaruh tren di media sosial.
  • Peningkatan kualitas desain dan harga kompetitif menjadikan produk lokal pilihan utama untuk performa serta gaya hidup.

SuaraJakarta.id - Tren lari di Indonesia belum menunjukkan tanda melambat. Setiap akhir pekan, lintasan di Gelora Bung Karno, Lapangan Banteng, hingga kawasan jogging kota besar lainnya selalu dipenuhi runner.

Menariknya, yang kini paling sering terlihat justru bukan brand luar negeri. Sepatu lari lokal mulai mengambil panggung utama.

Dari TikTok sampai komunitas Sunday Morning Run, beberapa model bahkan mendadak viral dan cepat habis di marketplace. Tidak sedikit runner yang mengaku harus “war” ukuran karena stoknya sering kosong beberapa hari setelah ramai dibahas di media sosial.

Fenomena ini membuat persaingan brand lokal sepanjang Mei 2026 terasa jauh lebih panas dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Berikut 10 sepatu lari lokal yang paling ramai diburu runner bulan ini.

1. Ortuseight Hyperblast 2.1

Ortuseight masih jadi nama yang paling sering muncul di komunitas running.

Hyperblast 2.1 disukai karena feel-nya ringan dengan cushioning responsif untuk aspal kota. Model ini juga cukup sering muncul di FYP TikTok running.

Kenapa laris: nyaman untuk daily run dan tampil sporty di media sosial.

2. 910 Nineten Haze Inferno

910 Nineten makin populer di kalangan runner muda urban.

Baca Juga: Tren 'Clean Girl' 2026: 5 Sepatu Lari Putih Lokal yang Paling Estetik dan Minimalis

Desainnya terlihat modern dan cukup “clean” dipakai bukan hanya untuk lari, tapi juga nongkrong setelah workout.

Kenapa laris: desain stylish dan ringan dipakai jogging sore.

3. Specs Coanda SV

Specs mulai serius masuk dunia running lifestyle.

Seri Coanda cukup sering direkomendasikan runner pemula karena harganya masih ramah, tapi cushioning-nya terasa nyaman untuk latihan harian.

Kenapa laris: value for money tinggi.

4. League Inizio U

League kembali ramai dibicarakan karena cushioning empuknya cocok untuk easy run. Banyak runner memilih model ini untuk jogging santai dan recovery run.

Kenapa laris: nyaman dipakai aspal dan long easy run.

5. Ortuseight Hyperblast Shadow

Kalau sering melihat konten running aesthetic di TikTok, kemungkinan besar kamu pernah melihat seri ini. Warna clean dan desain sporty membuat model ini cukup identik dengan tren “clean running aesthetic”.

Kenapa laris: estetik dan sering muncul di FYP.

6. 910 Aurorun Stride SE

Model ini cukup ramai dipakai runner urban yang suka gaya sporty minimalis. Selain nyaman dipakai easy run, tampilannya juga cocok dipadukan dengan outfit running clean look.

Kenapa laris: running dan lifestyle sekaligus.

7. League Kumo Racer Instinct

Ini salah satu model yang mulai sulit dicari di beberapa marketplace. Banyak runner memburu seri ini karena feel ringan dan desain racing-nya terlihat agresif tapi tetap stylish.

Kenapa laris: cepat dan mulai langka.

8. Eagle Ronin Premium

Eagle masih jadi pilihan runner pemula yang mencari sepatu nyaman dengan harga masuk akal. Karakter ringan membuatnya cukup nyaman untuk jogging santai.

Kenapa laris: murah tapi tetap nyaman.

9. AZA Run Pygmalion

Brand ini mulai menarik perhatian karena desainnya terlihat berbeda dibanding sepatu running lokal lain. Nuansa sporty minimalis membuatnya cukup ramai dibahas komunitas running lifestyle.

Kenapa laris: desain clean dan unik.

10. Eagle Fury Furi

Model ini cukup populer di kalangan pelari pemula yang baru mulai rutin jogging. Selain ringan, harganya juga relatif terjangkau untuk kelas sepatu running harian.

Kenapa laris: cocok untuk beginner runner.

Kenapa Sepatu Lokal Makin Meledak di 2026?

Ada beberapa alasan kenapa sepatu lokal makin ramai diburu:

  • komunitas running tumbuh cepat
  • TikTok dan Instagram punya pengaruh besar
  • desain lokal makin modern
  • harga lebih realistis dibanding brand global

Selain itu, banyak runner kini mulai sadar bahwa beberapa brand lokal sudah cukup nyaman untuk daily run,  easy run, long run ringan sampai race komunitas

Brand Lokal Kini Bukan Lagi “Pilihan Kedua”

Kalau dulu banyak orang merasa harus memakai brand luar negeri untuk terlihat serius dalam dunia running, sekarang anggapan itu mulai berubah.

Brand lokal justru mulai punya identitas sendiri di komunitas runner Indonesia.

Bahkan beberapa model kini dibeli bukan cuma karena performa, tapi juga karena dianggap bagian dari lifestyle dan tren fashion running urban. Melihat tren sepanjang Mei 2026, sepatu lari lokal tampaknya sedang berada di masa paling ramai.

Dari yang fokus performa sampai yang mengejar running aesthetic, pilihannya kini semakin beragam dan semakin kompetitif.

Dan kalau tren ini terus berlanjut, bukan tidak mungkin beberapa model lokal bakal semakin sulit dicari dalam beberapa bulan ke depan.

Load More