- Polusi Jakarta dinilai perlu diselesaikan lewat transisi energi, bukan hanya kebijakan jangka pendek.
- Ketergantungan pada PLTU batu bara disebut sebagai penyebab utama polusi dan ancaman kesehatan masyarakat.
- Investasi PLTS-BESS didorong untuk mempercepat energi bersih, menekan emisi, dan memperkuat ekonomi nasional.
"PLTS-BESS memiliki kemampuan strategis untuk mengurangi tekanan beban siang hari di sistem perkotaan, memperkuat stabilitas jaringan listrik modern, mendukung ekosistem kendaraan listrik, mengurangi ketergantungan terhadap PLTU batubara, sekaligus menurunkan emisi PM2.5 regional secara bertahap," katanya.
Meski demikian, ia menegaskan keberhasilan transisi energi tidak hanya ditentukan oleh kesiapan teknologi, tetapi juga komitmen pemerintah dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif.
Syam mendorong percepatan perizinan, kepastian regulasi, kemudahan interkoneksi jaringan listrik, serta jaminan kepastian investasi jangka panjang agar Indonesia mampu menarik lebih banyak investasi di sektor energi bersih.
"Jika pemerintah benar-benar ingin menjadikan Jakarta sebagai kota global yang sehat, kompetitif, dan layak huni, maka dukungan terhadap investasi PLTS-BESS harus menjadi prioritas nasional yang nyata. Perizinan harus dipercepat, regulasi harus dipastikan konsisten, interkoneksi grid harus dipermudah, dan kepastian investasi jangka panjang harus dijaga," ujarnya.
Di akhir pernyataannya, Syam menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi dan pembangunan infrastruktur, tetapi juga dari kemampuan negara menjamin kualitas hidup masyarakat melalui lingkungan yang sehat.
"Bangsa besar adalah bangsa yang memastikan rakyatnya masih dapat bernapas dengan sehat di tengah pertumbuhan ekonominya. Dan udara bersih bukanlah kemewahan. Ia adalah hak dasar manusia dalam sebuah peradaban modern," pungkasnya.
Berita Terkait
-
7 Rekomendasi Moisturizer Gel Ringan untuk Naik Motor agar Tidak Kusam Kena Polusi
-
Selasa Pagi, Kualitas Udara Jakarta Masuk 6 Terburuk di Dunia
-
24 Tahun Car Free Day, Laju Polusi Jakarta Masih Kronis
-
Euforia Harvest Moon dan Ironi Warga Kota Besar yang Dijajah 'Polusi Cahaya'
-
Polusi Udara Jakarta Masuk 10 Besar Terburuk Dunia Pagi Ini
Terpopuler
- 5482 Korban Keracunan MBG, Viral Ucapan Wapres Gibran: Bawa Bekal dari Rumah, MBG Jangan Dimakan
- WNI Tentara Bayaran Rusia, Rendi Apriyanto Sempat Kirim Duit ke Ortu Tapi Rekening Diblokir
- Angka Hoki Shio untuk Menarik Rezeki dan Keberuntungan Finansial
- Timnas Indonesia vs Everbody: Panen Cibiran dari Negara Se-Asia Tenggara
- Indonesia Impor Nikel dari Filipina Gara-gara RKAB
Pilihan
-
Babak I Indonesia vs Bangladesh: Garuda Pesta Gol, Mitchell Baker Quattrick
-
Bahlil Jadi Menko Hilirisasi Baru, Bagaimana Nasib Proyek Batu Bara di Sumsel?
-
Buntut Temuan di Lapas Cibinong, Dirjenpas Mashudi Mundur dari Jabatan
-
Reshuffle Kabinet: 'Orang Jokowi' Tersingkir, Sugiono Disebut Rangkap Jadi Menko PMK
-
Diberhentikan dari Kapolri, Listyo Sigit Prabowo Disebut Bakal Jadi Kepala KSP
Terkini
-
BRI Peduli Sahabat Disabilitas Bekali Peserta dengan Pelatihan dan Kesempatan Pemagangan
-
Tips Memilih Sekolah dengan Padukan Fasilitas Akademik dan Pengembangan Karakter Siswa
-
Swiss-Belresidences Kalibata Hadirkan Semangat Local Heart Lewat CSR dengan Sahabat Anak Cijantung
-
Sepeda dari BRI Peduli Ini Antar Mahesa ke Sekolah, Tidak Lagi Terhalang Banjir Rob
-
Gus Ipul Tegaskan Fitnah Harus Diuji melalui Proses Hukum