Ronald Seger Prabowo
Jum'at, 21 Agustus 2026 | 11:00 WIB
Bishop Joshua Tewuh dipercaya menjadi Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Perkumpulan Pemimpin dan Tokoh Kristen Bersatu (PEMKRIS). [Suara.com/dok]
Baca 10 detik
  • Bishop Joshua Tewuh dikukuhkan sebagai Ketua Umum DPP PEMKRIS dalam acara deklarasi nasional di Jakarta.
  • Organisasi lintas denominasi ini menghimpun berbagai tokoh Kristen untuk memperkuat kolaborasi serta kontribusi bagi bangsa Indonesia.
  • PEMKRIS fokus menjalankan program kaderisasi, kajian, advokasi pendidikan, kegiatan sosial, dan pembentukan Crisis Center hak konstitusional.

SuaraJakarta.id - Bishop Joshua Tewuh dipercaya menjadi Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Perkumpulan Pemimpin dan Tokoh Kristen Bersatu (PEMKRIS).

Penunjukan tersebut dilakukan bersamaan dengan pengukuhan kepengurusan nasional dan deklarasi organisasi di Jakarta.

Joshua Tewuh membawa rekam jejak di bidang pelayanan, pendidikan, advokasi, sosial, dan kemanusiaan. Ia tercatat sebagai Ketua Sinode Gereja Imanuel serta pendiri Sekolah Tinggi Alkitab Kalam Kristus Jakarta (STALK Jakarta).

Di bidang pendidikan teologi, ia juga menginisiasi Sarasehan Nasional Perguruan Tinggi Teologi Agama Kristen Se-Indonesia dan Badan Musyawarah Perguruan Tinggi Keagamaan Kristen Indonesia (BMPTKKI).

Selain pelayanan dan pendidikan, Joshua aktif dalam gerakan sosial dan advokasi, termasuk melalui Paradox Papua serta gerakan Jaga Kawal Kekristenan Indonesia atau Christian Watch.

“Kehadiran PEMKRIS diharapkan dapat menjadi wadah bersama yang mempertemukan para pemimpin dan tokoh Kristen dari berbagai latar belakang. Persatuan dan kolaborasi menjadi kekuatan penting agar kita dapat memberikan kontribusi nyata bagi umat maupun bangsa Indonesia,” ujar Joshua, Jumat (21/8/2026).

PEMKRIS hadir sebagai wadah lintas denominasi yang menghimpun rohaniawan, akademisi, cendekiawan, birokrat, politisi, pengusaha, hingga tokoh dari unsur TNI dan Polri.

Ke depan, organisasi tersebut akan fokus pada kaderisasi pemimpin, diskusi dan kajian, advokasi pendidikan, kegiatan sosial-kemanusiaan, serta pembentukan Crisis Center untuk menangani persoalan mendesak terkait hak-hak konstitusional masyarakat Kristen.

Melalui kepemimpinannya di PEMKRIS, Joshua Tewuh mengusung semangat “Jaga, Kawal & Advokasi Kekristenan di Indonesia” dengan mendorong persatuan dan kolaborasi para tokoh Kristen dalam memberikan kontribusi bagi masyarakat dan bangsa.

Load More