- Bishop Joshua Tewuh dikukuhkan sebagai Ketua Umum DPP PEMKRIS dalam acara deklarasi nasional di Jakarta.
- Organisasi lintas denominasi ini menghimpun berbagai tokoh Kristen untuk memperkuat kolaborasi serta kontribusi bagi bangsa Indonesia.
- PEMKRIS fokus menjalankan program kaderisasi, kajian, advokasi pendidikan, kegiatan sosial, dan pembentukan Crisis Center hak konstitusional.
SuaraJakarta.id - Bishop Joshua Tewuh dipercaya menjadi Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Perkumpulan Pemimpin dan Tokoh Kristen Bersatu (PEMKRIS).
Penunjukan tersebut dilakukan bersamaan dengan pengukuhan kepengurusan nasional dan deklarasi organisasi di Jakarta.
Joshua Tewuh membawa rekam jejak di bidang pelayanan, pendidikan, advokasi, sosial, dan kemanusiaan. Ia tercatat sebagai Ketua Sinode Gereja Imanuel serta pendiri Sekolah Tinggi Alkitab Kalam Kristus Jakarta (STALK Jakarta).
Di bidang pendidikan teologi, ia juga menginisiasi Sarasehan Nasional Perguruan Tinggi Teologi Agama Kristen Se-Indonesia dan Badan Musyawarah Perguruan Tinggi Keagamaan Kristen Indonesia (BMPTKKI).
Selain pelayanan dan pendidikan, Joshua aktif dalam gerakan sosial dan advokasi, termasuk melalui Paradox Papua serta gerakan Jaga Kawal Kekristenan Indonesia atau Christian Watch.
“Kehadiran PEMKRIS diharapkan dapat menjadi wadah bersama yang mempertemukan para pemimpin dan tokoh Kristen dari berbagai latar belakang. Persatuan dan kolaborasi menjadi kekuatan penting agar kita dapat memberikan kontribusi nyata bagi umat maupun bangsa Indonesia,” ujar Joshua, Jumat (21/8/2026).
PEMKRIS hadir sebagai wadah lintas denominasi yang menghimpun rohaniawan, akademisi, cendekiawan, birokrat, politisi, pengusaha, hingga tokoh dari unsur TNI dan Polri.
Ke depan, organisasi tersebut akan fokus pada kaderisasi pemimpin, diskusi dan kajian, advokasi pendidikan, kegiatan sosial-kemanusiaan, serta pembentukan Crisis Center untuk menangani persoalan mendesak terkait hak-hak konstitusional masyarakat Kristen.
Melalui kepemimpinannya di PEMKRIS, Joshua Tewuh mengusung semangat “Jaga, Kawal & Advokasi Kekristenan di Indonesia” dengan mendorong persatuan dan kolaborasi para tokoh Kristen dalam memberikan kontribusi bagi masyarakat dan bangsa.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dapat Warisan PR Karhutla, Menko Polkam Dudung Siap Terjun Langsung ke Lokasi
- 4 Rekomendasi Pelembap Viva untuk Kulit Kering, Bantu Perbaiki Skin Barrier
- Aliran Minyak di Selat Hormuz Sudah Normal, Mengapa Harga BBM Masih Mahal?
- Selamat Tinggal Kevin Diks, Cabut Lebih Cepat dari Skuad Timnas Indonesia Usai Juara
- 8 Sneakers Lokal Paling Nyaman dan Modis untuk Gaya Harian, Mulai Rp200 Ribuan
Pilihan
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
-
Satgas PKH Pamer Tumpukan Duit Rp13 Triliun Hasil Penyelamataan Keuangan Negara di Hadapan Prabowo
-
Nama Puan Disebut Jadi Pengganti Gibran, Begini Respons Ketua DPR
-
Disaksikan Andi Gani dan Perwakilan Buruh, DPR Resmi Sahkan RUU Perlindungan Ketenagakerjaan Jadi UU
Terkini
-
Project of the Year Indonesia 2026, Apa yang Membuat Kawasan Ini Dilirik?
-
Pertemuan Rutin Bulanan: H. Robert Nitiyudo Wachjo Pesankan Dzikir & Syukur Kepada 1.232 Anak Binaan
-
BRI Junio x Mobile Legends: Menabung Rp1 Juta Bisa Bawa Pulang Kartu Koleksi
-
Raih Penghargaan Tim ESDM Siaga Bencana 2026, NHM Tegaskan Komitmen Kemanusiaan
-
Agen BRILink Ria Irawan Aktif Jemput Bola Transaksi Warga Hingga Topang Roda Ekonomi