Ronald Seger Prabowo
Rabu, 02 September 2026 | 12:00 WIB
Hepaherb hadir sebagai suplemen herbal dengan kombinasi temulawak, kunyit, sambiloto, dan asam jawa untuk membantu memelihara kesehatan fungsi hati. [Dok Pribadi]
Baca 10 detik
  • Suplemen herbal Hepaherb dirilis dengan kombinasi bahan alami untuk membantu memelihara fungsi kesehatan hati manusia.
  • Produk tersebut telah diperkenalkan melalui berbagai kegiatan edukasi bersama sejumlah dokter serta praktisi kesehatan.
  • Konsumen tetap harus berkonsultasi dengan tenaga medis dan menerapkan gaya hidup sehat secara menyeluruh.

SuaraJakarta.id - Kesehatan hati menjadi salah satu bagian penting yang perlu diperhatikan dalam menjaga kebugaran tubuh. Namun, perhatian terhadap organ tersebut kerap baru muncul ketika seseorang mulai mengalami keluhan.

Padahal, hati memiliki berbagai fungsi penting, mulai dari membantu metabolisme zat gizi, menghasilkan empedu, menyimpan energi, hingga memproses berbagai senyawa yang masuk ke dalam tubuh.

Meski memiliki kemampuan regenerasi, kesehatan hati tetap dapat terganggu oleh berbagai faktor. Pola makan yang tidak seimbang, berat badan berlebih, kurang aktivitas fisik, konsumsi alkohol berlebihan, hingga penggunaan obat yang tidak sesuai aturan dapat meningkatkan risiko masalah kesehatan hati.

Kondisi tersebut membuat upaya menjaga kesehatan hati sebaiknya dilakukan sejak dini melalui pola hidup sehat dan perhatian terhadap asupan sehari-hari.

Di tengah meningkatnya perhatian masyarakat terhadap produk kesehatan, Hepaherb hadir sebagai salah satu suplemen herbal yang ditujukan untuk membantu memelihara kesehatan fungsi hati.

Hepaherb hadir sebagai suplemen herbal dengan kombinasi temulawak, kunyit, sambiloto, dan asam jawa untuk membantu memelihara kesehatan fungsi hati. [Dok Pribadi]

Produk tersebut menggunakan kombinasi bahan herbal berupa temulawak, kunyit, sambiloto, dan asam jawa. Keempat bahan tersebut menjadi bagian dari formulasi Hepaherb yang dikemas dalam bentuk kapsul.

Selain memperkenalkan produknya kepada masyarakat, Hepaherb juga disebut telah diperkenalkan dalam berbagai kegiatan edukasi bersama sejumlah dokter dan praktisi kesehatan.

Beberapa tenaga kesehatan yang diperkenalkan dalam materi edukasi Hepaherb antara lain dr. Chrisan Bimo Prayuda, dr. Novita Qurrota A'ini, dr. Akhmad Haidar, Apt. Niko Sanjaya, dr. Berlian Herliana, dr. Brigita Florentina, dr. Dewi Rizki Fauzi, M.KM., dr. Dewi Sri Wulandari, Sp.PD., dr. Ifany Hafidzah, dr. Hasan, SpPD, Fellow Onk, dr. Dwicky, dr. Tita Riskana, dan dr. Puja.

Keterlibatan tenaga kesehatan tersebut menjadi bagian dari pengenalan dan edukasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan hati serta penggunaan produk herbal secara bijak.

Baca Juga: Kisah Heroik Tim Kesehatan TNI di Gaza Bikin Bangga

Bagi masyarakat, keberadaan berbagai produk kesehatan di pasaran juga perlu diikuti dengan sikap kritis. Konsumen dianjurkan memahami kandungan, tujuan penggunaan, aturan konsumsi, serta klaim yang disampaikan sebuah produk sebelum menggunakannya.

Hepaherb sendiri diposisikan sebagai suplemen herbal untuk membantu memelihara kesehatan fungsi hati, bukan sebagai obat untuk mengatasi penyakit hati.

Karena itu, Hepaherb bukan pengganti pengobatan untuk penyakit seperti hepatitis, sirosis, maupun gangguan hati lainnya. Seseorang yang memiliki keluhan atau telah didiagnosis mengalami penyakit hati tetap perlu menjalani pemeriksaan dan pengobatan sesuai anjuran tenaga kesehatan.

Menjaga kesehatan hati juga tidak cukup hanya dengan mengandalkan satu produk. Pola makan seimbang, aktivitas fisik rutin, menjaga berat badan, membatasi alkohol, serta menggunakan obat sesuai petunjuk menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan secara menyeluruh.

Gangguan hati pun tidak selalu menimbulkan gejala yang mudah dikenali pada tahap awal. Keluhan seperti mudah lelah, mual, penurunan nafsu makan, perubahan warna urine, maupun kulit dan mata menguning dapat muncul pada kondisi tertentu, tetapi gejala tersebut juga bisa berkaitan dengan berbagai kondisi kesehatan lainnya.

Karena itu, gejala saja tidak dapat menjadi dasar untuk memastikan adanya penyakit hati. Pemeriksaan medis tetap diperlukan apabila seseorang memiliki faktor risiko atau mengalami keluhan yang mengkhawatirkan.

Load More